Apakah Sudah (L)UNAS?

Ini adalah kali pertama saya mengawas UN silang. Bertempat di sebuah SMP Swasta di Bengkulu, saya bersama 22 rekan guru yang lain, yang berlainan asal sekolah, bertugas mengawasi (bahasanya serem amat yak!) para peserta UNAS tahun ajaran 2013/2014.

Tiga hari sebelumnya, melayang kabar di telinga saya bahwa kemungkin ujian hari pertama akan diundur lantaran balam teks soal bahasa Indonesia banyak ditemukan tokoh “Kemeja Merah Kotak-Kotak” di dalamnya. Semua kalang kabut, baik itu pengawasnya pengawas, kepala sekolah bersangkutan, dan para pengawas UNAS.

Alhamdulillah, hal itu tidak terjadi. Soal bersih dari kata J***** utawa J**** W*****. Tetapi, masalah yang timbul kemudian adalah kebingungan. Para peserta bingung karena ada soal-soal yang ganda. Para pengawas bingung harus bagaimana. Pihak panita sekolah panik karena menerima pengaduan serentak.

Saya (yang newbie ini) pun tak kalah panik. Menurut informasi yang saya dapatkan dari Continue reading