Khaylila Poetry El Kindi

Screenshot_2015-04-14-06-31-49Begitulah kami akhirnya memberikan bayi cakep blaem-blaem itu nama. Tidak kurang sejak USG keempat pada minggu ke-32, yang akhirnya dokter berkesimpulan bahwa jenis kelaminnya perempuan setelah di-PHP selama dua kali USG, saya tidak bisa tidur memikirkan nama itu.

KHAYLILA.

Nama ini sudah saya kenal sejak 2004 lalu, Continue reading

Advertisements

Belum Terhenti

Setan itu bernama engkau, wahai

Diriku sendiri

Tersiksa prasangka bisu

Berharap

Bahwa cinta mau mengerti

Bukan cinta itu engkau, wahai

Diriku sendiri

Merelakan diri sepi

Tak berdaya

Terlindas perasaan tak kunjung mati

Bukan engkau setan itu, wahai

Pemilik hati

Pergilah, pergi

Jemput hari-hari tersembunyi

Dalam dunia tanpa tepi

Kelak, tersenyumlah

Engkau tidak pernah salah lagi

Cinta ini tak lagi tuli

Galat Kurung Siku

Tangga itu berundak

Tiga tahap

Tiga tepi

Tiga sisi

Pada bulan kesembilan

Dari sekian hitungan

Yang masih; dan akan

Terus berulang hingga

Masa itu kan datang

Selayak kurung siku

Yang turut mengurung

Kata nan kurang

Tingkah nan berang

Mata nan nyalang

Oh, bilakah

Hitungan itu kan berakhir pulang

Jika kita masih saja

Sibuk menghitung petang

Menyumpal perut hingga kenyang

Dan esok

Terbata sehabis terang

Inikah ramadhan

Bulan penuh ampunan

Penyempurna kata dalam kalimat

Kalimat dalam kamilat

Seperti kurung siku

Seperti kurung siku

Penutup galat; penyempurna ibadat

@diTiga_2012

Gerimis

Gerimis kecil berlarian
Menebar embun di setiap kelopak mawar yang kuncup
Sementara burung dara enggan bercanda pagi ini
Hanya tampak beberapa ekor katak sembunyi di balik daun talas

Hujan turun berderap-derap
Menimpa daun-daun dan pijar lampu taman
Seekor cacaing menggeliat resah sarangnya penuh melimpah
Si kucing makin melingkarkan badan sambil memeluk ekornya

Awan mendung berarak memeluk kota
Memaksa mentari untuk terbit esok hari saja
Hari ini adalah hari berkabung, katanya
Bumi sekarat, dan perlu air agar hidup lagi

[Padang, 14 Mei 2010]

puisi semut

December 27,
Menulis, bukanlah kegiatan rutinku. itu kulakukan hanya untuk pelampiasan karena aku tak pandai untuk berbicara. aku lebih suka mengatakan lewat pihak ketiga, tulisan. meskipun tak sedikit yang mencibir, katanya sebagai cowok terlalu penakut jika melakukan hal itu saja…bicaralah. tapi biarkan saja lah, aku tak begitu ambil pusing. toh, masih ada cewek yang mau mengerti dengan perilakuku yang inio… he he he
Menulis, aku pun tak rutin melakukan tiap hari. kadang aku lebih suka berbicara sendiri dengan diriku yang satu lagi. kadang kami bercanda, berdebat, berkelahi, bahkan marahan. itu yang membuatku sedikit pelupa kali ini dan terlampau sering mengacuhkan sesuatu. aku jadi lebih sering mengiyakan, tapi ketika kembali dikonfirmasi aku hanya bengong sambil nanya “yang mana sih?”
Menulis, beberapa waktu lalu ada orang yang memanasiku dengan kegiatan rutinnya menulis, birpun sekedar mencoret-coret diary-nya di waktu malam sebelum tidur. tapi itu hanya membangkitkan hasrat menulisku sebentar saja, setelah itu diary-ku kembali tergeletak manis di laci meja belajar. padahal biarpun cuma diary, katanya itu bisa membangkitkan kembali kepercayaan diri, dimana kita ternyata masih bisa menyayangi diri sendiri dengan menuliskan pengalaman hidup, sehingga saat-saat tertentu kita bisa kembali mengenangnya (mungkin saat itu kita akan tersenyum atau meneteskan air mata)
Menulis, aku kembali coba rintis di sini. soalnya aku kadang kesel banget sama yang namanya ide, dia nongol sering nggak bilang-bilang. kadang waktu aku bangun tidur n masih belekan, kadang pas lagi b****, kadang pas lagi shalat…kan ganggu banget ke’khusyuk’an aku…he he he.. jadi saat ini aku punya motto “sedia kertas sebelum hujan…ide, soalnya ntar bisa kebanjiran n meluap-luap ampe nggak ketampung lagi”. di meja belajarku terutama di rak-rak, bertumpuklah dan saling berselap-selip beberapa kertas yang pernah jadi pelampiasan hasrat menulisku. cuma satu masalahnya kenapa aku masih males nulis, aku sukanya mood-mood-an. jadi kadang semangat, kadang juga ogah. payah deh…
Menulis,…tuh kan ….mulai deh males lagi…