Belum Terhenti

Setan itu bernama engkau, wahai

Diriku sendiri

Tersiksa prasangka bisu

Berharap

Bahwa cinta mau mengerti

Bukan cinta itu engkau, wahai

Diriku sendiri

Merelakan diri sepi

Tak berdaya

Terlindas perasaan tak kunjung mati

Bukan engkau setan itu, wahai

Pemilik hati

Pergilah, pergi

Jemput hari-hari tersembunyi

Dalam dunia tanpa tepi

Kelak, tersenyumlah

Engkau tidak pernah salah lagi

Cinta ini tak lagi tuli

Cinta itu Murah

Siapa bilang cinta itu mahal? Nggak tahu.

Siapa bilang cinta itu berat di ongkos? Project Pop, Mas.

Cinta itu murah, tapi bukan berarti harus diobral hingga seribu tiga. Cinta tidak bisa disamakan dengan pacaran karena levelnya beda. Cinta itu suara hati, sedangkan pacaran adalah suara nafsu.

Mau bukti kalau cinta itu murah? Sini saya bisikin…!

Saya punya Mbak (atau kakak perempuan) yang tinggal nun jauh di sana. Kami terpisah beberapa derajat lintang utara dan perbedaan waktu satu jam. Dan Mbak saya itu ada di luar negeri.aku sayang kakak

Ya, meskipun dia ke luar negeri bukan dalam rangka pelesir atau melancong, tapi dalam rangka menjaga agar dapur keluarganya tetap ngebul. Saya tetap bangga, meskipun di negara kita orang semacam Mbak sering dipandang sebelah mata, tapi Mbak telah berjuang untuk anak istrinya. Eh, untuk anak dan keluarga kecilnya.

 

Continue reading

Kasihan cinta

Seorang wanita berdiri mematung di bibir dermaga pantai carocok. Wajahnya sendu, dia memakai gaun putih lebar sehingga melambi-lambai ditingkahi angin pantai. Membawa sekuntum mawar merah yang hampir layu, dia biarkan jari-jemarinya terluka oleh durinya.

“Tak apa, hatiku lebih sakit daripada terkena duri ini.” Lalu seorang laki-laki mendatanginya, belum sempat melangkah lebih dekat, wanita itu menghardik, “Kamu mau apa? Tak usah berpura-pura peduli padaku. Kamu sama seperti yang lain, bilang cinta tapi melukaiku.” Sang lelaki masih terdiam, lalu tersenyum lembut. “Aku tak cinta padamu, aku juga tak peduli denganmu. Tapi cinta masih peduli padamu.” Wanita itu menyahut dengan tak kalah kerasnya dari deburan ombak, “Persetan dengan cinta. Cinta itu telah membunuhku…”

Lain waktu, ada Continue reading