Bapak Parenting

edit wisuda_tiga (298)-001

Bapak tidak pernah membaca buku-buku parenting. Bapak tidak pernah tahu apa itu positive parenting, smart pareting, hingga screaming parenting. Tapi, secara alamiah Bapak telah belajar dan mempraktikkan bagaimana menjadi seorang parent yang penting. Bapak selalu bisa memanfaatkan waktu bersama saya. Entah itu dipaksa oleh keadaan ataupun atas kesadaran sendiri.

Sewaktu saya kecil, Bapak jarang di rumah. Bapak lebih sering keluar masuk hutan sebagai buruh kasar penebang pohon. Saat itulah waktu banyak saya habiskan dengan Ibu saya. Ikatan yang timbul tentu saja adalah sangat emosional. Saya sangat dekat dengan sosok ibu dan tergolong manja.

Namun, selalu saja ada momen “father’s time” yang terjadi antara saya dengan Bapak, Continue reading

Advertisements

gagal…?

januari 15, 2009
Tadi pagi cek lagi ke dokter dengan muka sumringah. Kupikir hari ini udah bisa dilepas gips-nya n langsung bisa gabung rapat kesmma karena ada iming-iming buat jalan-jalan panitia baksos. Ternyata eh ternyata, dokter bilang seminggu lagi baru aku bisa melepas sepatu semen di kaki kananku ini. Dikhawatirkan letak tulang akan bergeser lagi. Yah…mana senin udah ujian lagi… terpaksa aku harus membatalkan semua mata kuliah yang aku ambil semester ini. Tadi juga sempat ngomomg sama bapak, katanya g papa daripada ntar maksain buat ujian, kesehatannya terganggu. Dokter juga melarang buat naik-turun tangga, padahal kan unand penuh dengan anak tangga di setiap gedungnya… ya ampun…. Kata bapak, “aku g boleh nggresulo karena dapat cobaan ini. Terima dengan lapang dada, mudah-mudahan diganti dengan waktu dan kesempatan yang labih baik lagi”