Musim Yang Baik : Sebuah Kejujuran Baru Sheila On 7

Musim yang Baik

Finally, album terbaru dari band yang (sampai sekarang) masih memegang predikat a-million-copies-band ini meluncur mulus di penghujung tahun 2014. Setelah melalui badai penantian dan PHP tiada tara (cailah), Musim Yang Baik (MYB) hadir menghapus dahaga penikmat musik Indonesia. Dan menurut mereka, saat inilah musim yang baik untuk kembali berkarya.

Saya sudah mendengar kabar Sheila On 7 (SO7) akan mengeluarkan album baru sejak 2012 silam. Saat itu, keempat the-man-who-stay-in-the-band sudah sepakat untuk mengeluarkan album baru. Tapi entah kenapa, saya (mungkin juga SO7 sendiri) merasa ada yang salah dalam realisasi “rencana besar” ini. Ya wajar saja, SO7 masih bernaung di bawah label besar Sony Music Indonesia. Tentu saja, segala keputusan bergantung pada mereka. Kalau kata Duta, “Yang penting kita udah bikin lagu, mau dibikinin album atau nggak ya terserah. Kita udah bayar utang album sama mereka.”

Setahun lebih menanti kejelasan tentang album ini, tiba-tiba saya merasa sangat kaget dan terkejut lantaran ada sebuah album “aneh” berisi lima aransemen baru yang “nggak banget” muncul ke permukaan, kecuali vokal Lana Nitibaskara yang empuk membawakan irama Sahabat Sejati dengan ceria ala AFI Junior. Anehnya lagi, album ini diberi judul Anugerah Terindah dari Sheila On 7, tapi tidak sedikit pun melibatkan SO7 dalam penggarapannya. Tadinya, saya berharap album tribute ini bisa bernasib baik seperti “Mesin Waktu”-nya NAIF. Nyatanya …. Ah, sudahlah! Belakangan saya juga tahu bahwa album yang dijual via gerai ayam goreng renyah itu pun dirilis tanpa sepengetahuan dan seizin SO7. Kejamnya dunia!

Setelah mesti harus kudu bersabar lebih dalam lagi, akhirnya ada angin segar. Ada kabar single Lapang Dada akan segera dirilis. Meskipun (sama kesalnya dengan SO7 yang kerap membawakan lagu-lagu baru mereka secara live) saya juga sudah sering mendengarkan lagu-lagu baru mereka ini secara live di youtube.

Dan sejarah itu terjadi.
Baca lebih lanjut

Iklan

Bapak Parenting

edit wisuda_tiga (298)-001

Bapak tidak pernah membaca buku-buku parenting. Bapak tidak pernah tahu apa itu positive parenting, smart pareting, hingga screaming parenting. Tapi, secara alamiah Bapak telah belajar dan mempraktikkan bagaimana menjadi seorang parent yang penting. Bapak selalu bisa memanfaatkan waktu bersama saya. Entah itu dipaksa oleh keadaan ataupun atas kesadaran sendiri.

Sewaktu saya kecil, Bapak jarang di rumah. Bapak lebih sering keluar masuk hutan sebagai buruh kasar penebang pohon. Saat itulah waktu banyak saya habiskan dengan Ibu saya. Ikatan yang timbul tentu saja adalah sangat emosional. Saya sangat dekat dengan sosok ibu dan tergolong manja.

Namun, selalu saja ada momen “father’s time” yang terjadi antara saya dengan Bapak, Baca lebih lanjut

Lapang Dada ala Sheila On 7

10250057_991167160898370_609367712204209707_n

Sheila on 7 baru saja merilis single terbarunya yang diputar serentak di 100 kota, tepatnya di 280 stasiun radio di seluruh Indonesia. Setelah penantian yang begitu lama (oleh band dan sheilagank), akhirnya kuping penikmat musik Indonesia bisa kembali mendengarkan senandung ajaib milik band sejuta copy, sang legenda dari Kota Gudeg, Yogyakarta.

Beberapa waktu lalu saya mencoba browsing di internet, mencoba mencari-cari, barangkali sudah ada yang menuliskan review atas lagu ini. Ya, biasanya saya suka sekali membaca-baca komentar orang-orang mengenai band yang satu ini. Tapi, berhubung belum ketemu, akhirnya saya punya inisiatif untuk memulainya. Hohoho

Lapang Dada, itulah judul lagu terbaru yang rilis seminggu yang lalu. Lagu yang kelak akan ada di album kedelapan sekaligus album terakhir mereka bersama Sony Music Entertainment, Musim Yang Baik. Lagu yang sudah kerap Sheila on 7 bawakan secara live saat manggung. Namun tetap saja, sheilagank (fans Sheila on 7) dibuat takjub oleh lagu ini. Termasuk saya.

Ketika awal mendengarkan, Baca lebih lanjut

Apakah Sudah (L)UNAS?

Ini adalah kali pertama saya mengawas UN silang. Bertempat di sebuah SMP Swasta di Bengkulu, saya bersama 22 rekan guru yang lain, yang berlainan asal sekolah, bertugas mengawasi (bahasanya serem amat yak!) para peserta UNAS tahun ajaran 2013/2014.

Tiga hari sebelumnya, melayang kabar di telinga saya bahwa kemungkin ujian hari pertama akan diundur lantaran balam teks soal bahasa Indonesia banyak ditemukan tokoh “Kemeja Merah Kotak-Kotak” di dalamnya. Semua kalang kabut, baik itu pengawasnya pengawas, kepala sekolah bersangkutan, dan para pengawas UNAS.

Alhamdulillah, hal itu tidak terjadi. Soal bersih dari kata J***** utawa J**** W*****. Tetapi, masalah yang timbul kemudian adalah kebingungan. Para peserta bingung karena ada soal-soal yang ganda. Para pengawas bingung harus bagaimana. Pihak panita sekolah panik karena menerima pengaduan serentak.

Saya (yang newbie ini) pun tak kalah panik. Menurut informasi yang saya dapatkan dari Baca lebih lanjut

Lagu Anti-Mainstream

Dalam beberapa bulan belakangan ini, saya agak dikejutkan dengan hadirnya lagu-lagu yang anti-mainstream, alias keluar dari jalur yang seharusnya. Bukan hanya racikan musik yang kadang dicampuraduk, suguhan lirik yang membuat kita melongo, atau tampilan VK yang ‘gak kepikiran’.

Kemudian saya menaruh perhatian pada dua lagu yang baru dan ‘agak lama’ rilis di tengah-tengah belantika musik Indonesia yang masih galau, antara ancaman pembajakan yang ‘na’uzubillah’, belum lagi munculnya banyak musisi dan penyanyi abal-abal, yang asal bisa ‘mendesah’ dan ‘bergoyang’, utawa metik senar-senar standar, mereka udah langsung tenar.

Lagu pertama adalah “Terlatih Patah hati”. Lagu yang dibawakan oleh The Rain (band asal Jogja) yang berkolaborasi dengan Endank Soekamti (rekan beda genre).

Lagu ini, Baca lebih lanjut

Reso(ul)nansi

Padang kemilau cahaya raya

Ini kali kesekian, Ning,  ketika taman-taman kembali memetakan jejak-jejak daun yang luruh berjatuhan, embun di alas rumput, dan pucuk-pucuk cemara terayun dimainkan angin.

Batu-batu kali bercerita tentang air yang kadang keruh, kadang riuh. Geliat seluang menari-nari menyambut langit biru nan tiada noktah. Lautan merupa angkasa, tempat awan-awan berlayar menujumu, wahai semesta, membawakan air paling manis yang akan menyegarkan pilumu hingga kapan pun jua.

Ada yang bergelombang, Ning,  Baca lebih lanjut

Tidak Ada (yang) Kebetulan

Segala yang ada di dunia ini tak pernah terjadi secara kebetulan. Semuanya telah direncanakan dan sangat terencana. Terkadang kita tak menyadari suatu hari bertemu dengan seseorang yang tak diduga, atau tiba-tiba mendapatkan kesulitan yang datang entah dari mana.

Siang tadi, selepas shalat zuhur di masjid kampus, saya menyengajakan untuk duduk selonjoran di beranda masjid sambil membaca buku Senandung Subuh, buku saya sendiri. Hehehe…. Tapi entah karena hawa sejuk masjid atau perut belum terisi atau memang dasar jam tidur sudah datang, saya merasa sangat mengantuk dan nyaris tertidur sambil duduk senderan di tiang masjid yang besarnya tak cukup serangkulan orang dewasa.

Akhirnya Baca lebih lanjut