Khaylila Poetry El Kindi

Screenshot_2015-04-14-06-31-49Begitulah kami akhirnya memberikan bayi cakep blaem-blaem itu nama. Tidak kurang sejak USG keempat pada minggu ke-32, yang akhirnya dokter berkesimpulan bahwa jenis kelaminnya perempuan setelah di-PHP selama dua kali USG, saya tidak bisa tidur memikirkan nama itu.

KHAYLILA.

Nama ini sudah saya kenal sejak 2004 lalu, ketika Mas-Mas Sheila On 7 menelurkan album keempat mereka, Pejantan Tangguh. Sejak itulah saya berangan-angan jika kelak punya anak perempuan pertama, akan diberi nama itu. Saya suka sekali lirik-lirik doa dan harapan dalam lagu tersebut.

Dengan senyummu senjata membeku, tentara bernyanyi ikuti tingkahmu. Tak ada lagi naluri menguasai, perlahan berganti … naluri berbagi.

Nah, lantaran sudah ada lagunya, maka nanti mudah saja untuk mendendangkan lagu untuknya. Mas-Mas SO7 itu telah berbaik hati membuatkan lagu untuknya. Hehehe.

Khaylila, dalam bahasa Arab diartikan sebagai mahkota, bentuk lain dari kata Khayla. Menurut KBBI, mahkota diartikan sebagai sesuatu yang mulia: dihargai, dicintai. Mahkota juga diartikan sebagai hiasan bunga yang menentukan corak dan warna pada bunga tersebut.

Dari hasil Googling, saya juga menemukan bahwa Khay artinya Cahaya, dan Lila, bentuk lain dari Laila, yang berarti malam. Cahaya di malam hari. Kami berdua sepakat mengartikannya sebagai malam yang bercahaya, layaknya Lailatul Qadr, lantaran kami meyakini bahwa tanda-tanda keberadaannya di dalam rahim muncul setelah peristiwa Lailatul Qadr, suatu fajar yang terang benderang dan cerah ceria.

Khaylila, secara filosofis juga mengambil huruf depan yang serupa dengan Bunda Khadijah, perempuan mulia yang paling dicintai Nabi seumur hidupnya. Seperti yang dikatakan Sibel Eraslan dalam bukunya: yang pertama lahir, yang mula terbangun, yang awal melakukan perjalanan.

POETRY

Saya dulu pernah punya keinginan menamai anak perempuan saya dengan kata Putri. Namun, karena kata Putri sudah terlalu mainstream, makanya dibengkokin dikit menjadi Poetry. Rada keminggris. Nggak apa-apa, wis. Biar dia nggak terlalu canggung di pergaulan internasional nanti. Hello, My Name is Poetry. I am A Poetry.

Nah, yang Inggris beneran, secara harfiah, Poetry diartikan sebagai puisi, selain karena bapaknya penyuka dan (sedikit) bisa menciptakan puisi, puisi juga lazim dipakai untuk mengungkapkan sesuatu. Bahkan, Al Quran ditulis dengan bahasa yang puitis.

Puisi mempunyai sifat kebahasaan yang unik, yaitu Licentia Poetica. Karena sifatnya ini, seorang penyair bebas untuk memanipulasi kata demi menimbulkan efek-efek tertentu, meski kadang menabrak kaidah-kaidah bahasa yang baku.

Jadi, saya kerap menganggap bahwa kelahirannya ini adalah hasil dari sebuah penggubahan puisi. Puisi yang panjang. Diksi dan rimanya sungguh tak main-main.

EL KINDI

El Kindi, kami variasikan dari nama Al-Kindi, filsuf Islam pertama, seorang penerjemah dan juga editor, yang juga menguasai bidang-bidang semacam kedokteran, matematika, ilmu ukur, filsafat, dan seni musik.

Nah loh! Gak main-main, bukan.

El, dalam bahasa Ibrani, disetarakan dengan Ilah dalam bahasa Arab, yang artinya kesayangan. Sementara Kindi, secara kompak kami lekatkan sebagai identitas keluarga, yang merupakan akronim dari “Kiki dan Adi”, nama yang juga akan disematkan pada nama adik-adiknya kelak.

Wew! Sudah ada semacam rencana berikutnya gitu ya. Hahaha.

KHAYLILA POETRY EL KINDI

So, jika digabungkan, maka namanya mengandung tiga unsur makna: Khaylila (kemuliaan), Poetry (keindahan), El Kindi (kecerdasan). Artinya, ya tidak jauh dari tiga makna itu: anak yang indah, cerdas, dan mulia.

NAMA PANGGILAN

Memikirkan nama panggilan, ini tak kalah ribetnya. Mengalahkan susahnya mengarang-ngarang dan merangkai nama panjangnya. Tak kurang beberapa orang memasang tanda wajah yang sama ketika kami sodorkan nama ini. Yang kurang lebih ekspresinya itu bermakna: “alangkah panjang nama panggilannya.”

Seperti ibu mertua yang justru lebih fasih memanggilnya Khayla, yang belakangan beliau mengusulkan agar memakai nama panggilan yang mudah-mudah saja semacam Aisyah atau Annisa. Atau rekan seprofesi yang protes karena kemenakan laki-lakinya juga dipanggil Khay. Bahkan ada yang agak sinting mengusulkan untuk memanggilnya Lali.

Lantas, jika namanya Khaylila, maka panggilannya siapa?

Kami pun sudah menimbang-nimbang nama panggilan yang tepat dan mudah. Maka, yang pertama sekali kami sarankan adalah dengan memanggilnya Khaylila, dibaca utuh seperti orang mengeja nama Khadijah, Fatimah, Hamidah, maupun Wahidah. Tidak dipotong pada suku kata Khay maupun Lila. Jadi, panggil saja Khaylila.

Namun, kami lebih suka memanggilnya dengan Kakak Mput karena sedari lahir sudah menyandang gelar Kakak untuk dua sepupu laki-lakinya. Nama Mput juga bisa dengan mudah dilafalkan, mulai dari yang baru bisa ngomong sampai yang sudah ompong bangkotan. Mput, secara sederhana kami artikan sebagai penyair yang imut (put = poet = penyair), atau anak perempuan yang imut (put = putri), atau putih dan imut (put = putih).

Mudah saja, bukan!

One thought on “Khaylila Poetry El Kindi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s