Apakah Sudah (L)UNAS?

Ini adalah kali pertama saya mengawas UN silang. Bertempat di sebuah SMP Swasta di Bengkulu, saya bersama 22 rekan guru yang lain, yang berlainan asal sekolah, bertugas mengawasi (bahasanya serem amat yak!) para peserta UNAS tahun ajaran 2013/2014.

Tiga hari sebelumnya, melayang kabar di telinga saya bahwa kemungkin ujian hari pertama akan diundur lantaran balam teks soal bahasa Indonesia banyak ditemukan tokoh “Kemeja Merah Kotak-Kotak” di dalamnya. Semua kalang kabut, baik itu pengawasnya pengawas, kepala sekolah bersangkutan, dan para pengawas UNAS.

Alhamdulillah, hal itu tidak terjadi. Soal bersih dari kata J***** utawa J**** W*****. Tetapi, masalah yang timbul kemudian adalah kebingungan. Para peserta bingung karena ada soal-soal yang ganda. Para pengawas bingung harus bagaimana. Pihak panita sekolah panik karena menerima pengaduan serentak.

Saya (yang newbie ini) pun tak kalah panik. Menurut informasi yang saya dapatkan dari Continue reading

Lagu Anti-Mainstream

Dalam beberapa bulan belakangan ini, saya agak dikejutkan dengan hadirnya lagu-lagu yang anti-mainstream, alias keluar dari jalur yang seharusnya. Bukan hanya racikan musik yang kadang dicampuraduk, suguhan lirik yang membuat kita melongo, atau tampilan VK yang ‘gak kepikiran’.

Kemudian saya menaruh perhatian pada dua lagu yang baru dan ‘agak lama’ rilis di tengah-tengah belantika musik Indonesia yang masih galau, antara ancaman pembajakan yang ‘na’uzubillah’, belum lagi munculnya banyak musisi dan penyanyi abal-abal, yang asal bisa ‘mendesah’ dan ‘bergoyang’, utawa metik senar-senar standar, mereka udah langsung tenar.

Lagu pertama adalah “Terlatih Patah hati”. Lagu yang dibawakan oleh The Rain (band asal Jogja) yang berkolaborasi dengan Endank Soekamti (rekan beda genre).

Lagu ini, Continue reading