Berjabat Tangan dengan Baik dan Benar

lebaran-01 Siapa yang tak pernah bersalaman. Kita semua pernah bersalaman. Karena selain mempererat persaudaraan, bersalaman juga bisa untuk saling menghapus dosa. Seperti sabda Nabi saw, “tidak ada dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan melainkan pasti diampuni untuk keduanya sebelum mereka berpisah.”

Tapi, salaman seperti apakah yang bisa menghapus dosa?

Mungkin dari kita pernah atau sering melihat (atau mengalami) bersalaman dengan orang-orang namun hanya sebatas menyentuhkan jari jemari atau ujung jemari, bukan saling menggenggam. Yah, kalau salaman laki-laki dengan perempuan mungkin wajar saja. Tapi tak jarang pula ketika bersalaman dengan sesama laki-laki atau sesama perempuan pun hanya menyentuhkan jari jemari saja.

Padahal,

seyogyanya bersalaman itu adalah saling menggenggam, saling menyentuhkan kedua telapak tangan. Nah, sebelum kedua telapak tangan itu berpisah, maka Allah telah mengampuni dosa di antara keduanya.

jabat

Jika ditinjau secara ilmu pengetahuan pun, bersalaman dengan saling mempertemukan kedua telapak tangan memang sebuah anjuran yang baik bagi manusia. Tangan kita memiliki reseptor-reseptor yang banyak, letaknya di sepanjang jemari dan yang paling sensitif adalah ujung jemari. Reseptor adalah ujung-ujung syaraf yang bertugas mengenali suatu keadaan. Fungsinya sebagai indera peraba. Dengan mata terpejam pun kita bisa mendefinisikan suatu benda hanya dengan menyentuhnya. Reseptor itu pun banyak macamnya, ada yang khusus merasakan panas, dingin, basah, kering, sentuhan, dan sebagainya.

Kenapa bersalaman dengan mempertemukan telapak tangan dianjurkan?

Karena di ujung jemari tadi lebih banyak reseptornya daripada di bagian telapak tangan. Jika kita saling menyentuhkan jari jemari atau ujungnya saja, maka kedua reseptor akan saling bertemu dan … bisa kita bilang, rasanya akan berbeda. Kita bisa lebih merasakan tekstur jemari lawan bersalaman kita tadi. Apalagi yang perempuan.

Berbeda ketika kita saling menggenggam, mungkin jemari kita awalnya akan pula merasakan tekstur punggung tangan lawan kita, tapi itu tak bertahan lama. Lambat laun kita akan melupakannya. Nah, dengan begitu seharusnya kita bisa melakukan suatu perbuatan itu sesuai anjuran dan tuntunan. Bukan karena hanya ikut-ikutan saja, atau mungkin kita ragu ketika melakukannya, “seperti yang biasanya saja.”

Mungkin bagi yang anti salaman dengan lawan jenis tidak akan terpengaruh dengan tulisan ini, dikarenakan banyaknya ancaman bagi mereka jika mereka bersalaman. Tapi, terkadang melakukan sesuatu yang tidak sesuai anjuran pun bisa juga mendapat ancaman yang sama. Bersalaman itu dianjurkan dan sepanjang melakukannya sesuai anjuran, maka hal-hal yang selama ini dikhawatirkan tidak akan terjadi. Amalan seseorang itu tergantung dari niat pelakunya. Waspadalah! Hehe….

Semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s