Mendadak Dangdut

Wow, tiba-tiba terhenyak ketika melihat sebuah status di jejaring (ikan) sosial yang berbunyi, “menulis itu ibarat mengasah pisau, kalau gak diasah tentu pisaunya tumpul.” Hok ya! Saya sudah lama tidak menulis, terkecuali beberapa ‘penggalauan’ di akun twitter dan sisanya catatan kecil, status fesbuk, dan komentar-komentar. “O, gitu namanya udah lama gak nulis ya, Mas?”

Dan, sesiang tadi – ketika menyelesaikan dinas pagi yang kesiangan alias nyuci – saya mendapat sebuah ide untuk menulis. Yah, yang ringan-ringan saja. Setidaknya untuk kembali mengasah pisau saya yang sudah ‘tajam segan tumpul tak mau’. “Alamak, pribahasa dari mana itu, Mas?”

“Mmm, pertanyaannya saya tampung dulu ya. Saya mau lanjutin nih!”

Foto0229Tahukah anda, ide apakah yang terlintas dalam benak saya ketika sedang asyik mengucek pakaian? Hohoho, idenya adalah tentang sebuah lirik lagu dangdut. Meskipun saya bukan ‘bujang orgen’ dan tidak begitu suka lirik lagu dangdut, tetapi paparan radiasi siaran radio dan dentuman tape recorder milik Bapak saya yang saya terima sejak kecil telah menjadi semacam ‘jaringan lunak’ yang tumbuh di otak saya. Ternyata saya anaknya penggemar dangdut. It’s OK. Tapi kan buah jatuh tak jauh dari pohonnya, Mas?

“Mungkin benar. Tapi saya mau jadi buah Mahoni atau buah Para, yang bijinya bisa terbang atau melayang jauh dari pohonnya. Hahaha….” #goyangjempol

Sebuah lirik yang terlintas begitu saja itu berjudul Gadis atau Janda. Yeha, liriknya terngiang-ngiang sehingga tak sadar pinggul ikut bergoyang ketika mengucek cucian.

Sepanjang itu pula saya jadi mikir, entah dengan alasan apa lagu itu menjadi semacam lagu wajib di acara-acara pesta pernikahan. “Maklum, saya cukup lama jadi anak tunggal. Jadi, sering diajak kondangan.” Tadinya, saya tidak begitu ambil pusing dengan lagu ini. Tapi lama-lama kok saya merasa ada yang aneh dengan lirik lagunya.

Baiklah, tanpa berpanjang lebar dalam mukadimah. Langsung saja kepada pembahasan kita. Tapi sebelum itu, mohon segera kencangkan sabuk pengaman anda dan pastikan jempol anda aman.

Lirik pertama.

L : Sudah berulang kali aku bermain cinta

P : Jadi baru abang yang adik cinta

P : Pemuda yang gangguku semuanya buaya

L : Abang jadi ragu pada dirimu

Kalau dipikir-pikir, kata ‘bermain cinta’ memiliki konotasi negatif, yaitu … ya itulah pokoknya. Jadi, dalam lirik itu bisa diartikan si laki-laki adalah ‘playboy cap burung merak’. Dan si perempuan pun tak kalah centilnya. Dia mengaku sudah berulang kali diganggu buaya. ‘Diganggu’ loh katanya.

Lanjut ke lirik berikutnya.

L : Kau masih gadis atau sudah janda

L : Baik katakan saja jangan malu

P : Memangnya mengapa aku harus malu

P : Abang tentu dapat tuk membedakannya

L : Katakanlah saja yang sesungguhnya

Di lirik ini sudah mulai ketahuan belang dari keduanya. Mereka sudah tak malu-malu lagi untuk saling merayu. Nah, bagaimana cara si abang ini membedakan si perempuan itu gadis atau janda? Jika lelaki normal mungkin akan kesulitan, tapi bagi para playboy akan sangat mudah mengetahuinya.

Lirik terakhir.

P : Sesungguhnya diriku oh memang sudah janda

L : Walaupun kau janda tetap kucinta

L&P : Marilah segera kita kawin saja

Ajakan terakhir itu yang paling gak enak. Ajakan kawin? Seperti kita tahu juga bahwa kata ‘kawin’ pun lebih punya konotasi lebih kepada hubungan badan, baik itu bagi binatang atau manusia. Mana pernah kita dengar ada kambing nikah. Dari sinilah kemudian terjadi kerancuan atas keseluruhan isi lagu.

Yah, bukan untuk mendiskreditkan satu atau beberapa pihak. Tapi, ya…namanya juga latihan nulis. Mungkin belum pas aja kali ya. Hihihi…

Eits, yang lagi baca, perhatikan jempol anda!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s