The Gamal Resede

resede gambar dari mas wiki

Sepagi tadi saya asyik melihat-lihat di internet. Saya penasaran dengan nama salah satu perdu yang dulu saya kenal baik ketika kecil. Saya baru tahu kalau nama (baku) pohon ini adalah Gamal (akronim dari Ganyang Mati Alang-Alang) dengan nama latin Gliricidia sepium, dulu saya mengenalnya dengan nama Resede. Tanaman ini dulu sering kami tanam di kebun sebagai pagar hidup dan pelindung tanaman palawija dari serangan hama babi. Resede juga ditanam Bapak berselingan dengan Lamtoro sebagai lanjaran untuk tanaman Merica.

Resede juga baik digunakan untuk pupuk hijau yang berfungsi untuk menyuburkan tanah. Setahu saya, daun dan pohon ini bersifat racun sehingga jarang dipakai sebagai pakan ternak. Saya mengidentifikasikannya dari bau daun dan pohonnya yang agak mencolok dan kurang sedap. Dari artikel yang saya baca itu, ternyata daun resede bisa digunakan sebagai pakan ternak khusus ruminansia, selain ruminansia bisa keracunan tanaman ini. 

Dulu, pohon ini juga sering saya pakai sebagai media panjat-panjatan. Batangnya banyak bercabang di satu titik dan cabangnya akan menjulur hingga beberapa meter tingginya, tapi cukup kuat untuk menahan berat badan saya kala itu. Memang agak kurang nyaman ketika memanjatnya, tapi suguhan angin sepoi-sepoi dan bunganya yang berwarna ungu itu membuat saya ketagihan memanjatnya. Apalagi sensasi ikut bergoyang ketika cabang pohon ini ditiup angin. Berasa terbang.

Atas inspirasi pohon Resede inilah saya berhasil membuat sebuah cerpen. Cerpen ini masuk sebagai cerpen pertama saya yang dibukukan. Senang sekali rasanya. Dalam cerpen ini saya masih memakai nama ‘Resede’ karena memang tak tahu apa nama asli atau nama latinnya, yang saya tahu hanya sebatas ‘resede’.

Kini, pohon ini sudah jarang ditanam karena kami sudah tak menanam tanaman palawija. Dominasi (kejam) kelapa sawit berhasil menggusur peran Resede sebagai pagar hidup dan pengendali semak alang-alang. Tapi saya bersyukur, masih tersisa sebatang Resede di kebun yang saat ini digunakan sebagai penyangga timbangan buah kelapa sawit. Indukan Resede tersebut bisa diperbanyak lagi agar Resede bisa kembali berjaya.

Dan saya bersyukur masih bisa menemukan tanaman-tanaman lain di kebun bapak yang dulunya memang kami tanam di sana. Saya punya cita-cita menjadikan lahan pekarangan depan dan belakang rumah sebagai sumber plasma nutfah atau semacam kebun biologi agar nanti anak-anak saya bisa dengan mudah mengenali berbagai jenis tanaman, sehingga tak perlu lagi penasaran hingga sedewasa ini. Hehehe….

Salam Resede

2 thoughts on “The Gamal Resede

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s