Cerita tentang Sebuah Rumah, Dua Buah Kamar Mandi, dan Para Penghuninya

toilet

Di sebuah rumah kontrakan, kami tinggal bersembilan. Tiga orang masih unyu, tiga orang setengah unyu, yang tiga lagi dah nggak ada unyu-unyunya. Hehehe…. Tapi bukan ini yang mau saya ceritakan.

Rumah kami ini memiliki dua buah kamar mandi. Satu di kiri dekat dapur, kami beri nama kamar mandi I, dan yang kanan dekat dengan dunia luar, kami beri nama kamar mandi II. Kebetulan sudah lama pintu kamar mandi II suka ngadat dengan sendirinya. Yang paling sering adalah tidak mau dikunci dari dalam sehingga mengancam keamanan dan kenyamanan orang-orang yang masuk ke dalamnya.

Nah, suatu hari saya sedang mencuci piring di dapur dekat kamar mandi I. Saya perhatikan, ada tiga orang di antara kami yang suka sekali –ketika masuk ke kamar mandi II– mengganjal pintu dengan benda berat agar pintu tidak dibuka dari luar, entah itu memakai bangku kayu, papan pencucui pakaian, atau tumpukan ember.

Nah, biasanya kamar mandi II ini sangat populer sehingga banyak yang mengunjunginya. Selain bersih – karena saya juga penggemar kamar mandi itu, jadi acap saya bersihkan lantainya – kamar mandi II juga gayungnya baik. Sementara kamar mandi I kerap bau, kotor, dan gayungnya sompong. Dan, ketiga orang tadi selalu melakukan hal yang sama, mengganjal pintu.

Anehnya, ketika mereka secara terpaksa mengunjungi kamar mandi I yang sebenarnya pintunya dapat dikunci dari dalam, mereka tetap mengganjalnya. Terdengar dari suara ember yang ditarik dan dentuman kecil saat beradu dengan pintu kamar mandi.

Pikiran saya langsung menuju pada sebuah cerita tentang kambing dan singa, atau anak gajah yang diikat kakinya (jika belum pernah dengar, cari aja di google :D). Bagaimana memang sebuah kebiasaan akhirnya terkesan mendalam ke dalam otak sehingga menjadi budaya. Budaya inilah yang akhirnya kita lakukan dalam keseharian kita. Seharusnya, ketiga teman saya tadi tak perlu mengganjal pintu ketika masuk kamar mandi I karena memang pintunya baik-baik saja. Tapi, karena sudah terbiasa mengganjal pintu kamar mandi II, maka hal yang sama dia perlakukan terhadap kamar mandi I.

Ini penting, karena mengubah paradigma dan kebiasaan itu sangatlah sulit jika tanpa ada kesadaran dan kemauan dari orangnya sendiri. Keadaan mereka telah terbiasa dan terbiasakan oleh keadaan. Kalau dalam bahasa Jawa ini dinamakan titen. Titen mereka itu cenderung diabaikan. Padahal titen inilah yang kemudian mempengaruhi pula bagaimana tindakan kita. Misalnya, ketika kita tahu dan pernah membuktikan bahwa pintu kamar mandi I itu baik-baik saja, tidak seharusnya kita mengganjal pintu itu.

Seperti budaya korupsi yang begitu mendarah daging di sanubari rakyat Indonesia sehingga memang sangat sulit dihilangkan kecuali ada kesadaran dan kemauan bahwa mencari uang secara halal itu baik. Selain itu, juga diperlukan kebijakan orang tua untuk menanamkan kepada anaknya bahwa korupsi itu sama dengan mencuri yang hukumannya pasti akan dipotong tangannya, minimal nanti ketika di neraka. Sehingga, ada harapan untuk generasi esok Indonesia akan bangkit dari tidurnya.

Nah, makin nggak nyambung kan tulisan saya ini? Ya sudahlah, saya juga tak paham dunia perpolitikan semacam itu. Saya hanya ingin berbagi cerita mengenai tiga teman saya itu dan rumah kami.

Kenapa kok sepertinya cuma saya yang paham kondisi rumah ini? Yah, anda tak perlu tahulah. Cukup tahu bahwa saya cukup punya tahu untuk saya bagikan kepada anda. Saya juga tak perlu memberi tahu anda bahwa pintu belakang rumah kami seharusnya tak perlu dibanting ketika menutupnya, bahwa sehabis mencuci piring maka air akan menggenang di bawah rak piring sehingga harus dikeringkan lantainya, bahwa lampu di kamar mandi itu suka berkedip-kedip dengan sendirinya kalau sehabis hujan deras, atau bahkan jumlah beras kami sekarang tinggal berapa, dan orang kerap sekali mengabaikannya.

Yah, ketahuan deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s