Segera Berbuat Baik Sebelum Menyesal di Ajal

Manfaat Sedekah, Keajaiban dan Nikmatnya

Jumat kali ini saya shalat di Sendik BRI, seperti biasanya, setelah beberapa minggu yang lalu sempat ketiduran dan bangun menjelang leg pertama dimulai, jadi saya menunaikan shalat Jumat di masjid dekat rumah.

Hari ini memang panas, tapi tak terlalu terik. Mungkin efek badai matahari masih belum pergi sepenuhnya. Sudah beberapa hari ini cuaca memang panas, bahkan saya tidur tak berselimut saking gerahnya.

Loh, kok malah membahas ini.

Oke, saya lanjutkan. Ketika saya berjalan kaki menuju masjid, yang letaknya di dalam kompleks Sendik BRI, saya mendengar percakapan tiga orang yang berjalan di depan saya. Kelihatannya mereka mahasiswa, sama seperti saya. Hehe…. Ini adalah pelajaran pertama yang saya dapat. Kalau tidak salah, satu dari tiga orang itu berkata, “Entah kenapa, setiap kali shalat Jumat, di mana pun masjidnya, selalu terasa adem.”

Kemudian, saya masuk ruangan masjid dan duduk di shaf kedua. Ini tempat favorit karena saya bisa memandang wajah khatibnya. Apalagi saya merasa mengantuk sekali, ketika duduk menunggu waktu Jumat masuk, saya sudah beberapa kali menguap.

Continue reading

Advertisements

Romantisme Eross Candra di album “Pejantan Tangguh”

1_900915528l Siapa yang tak tahu Eross Candra, gitaris Sheila On 7 ini telah menyita perhatian pecinta musik tanah air. Lagu-lagu ciptaannya selalu menjadi hits. Beberapa kemudian dinyanyikan oleh artis lain, diaransemen ulang, atau menjadi soundtrack sinetron dan film.

Kreatifitas Eross Candra memang patut diacungi jempol. Bukan hanya karena saya juga mengagumi sosok ini, tapi lebih pada kemampuan liriknya yang selalu bisa membuat pecinta musik Indonesia nyaman mendengarnya.

Dan kali ini, saya ingin memberikan apresiasi terhadap lagu-lagu ciptaan Eross Candra yang terdapat dalam album Pejantan Tangguh, dari segi liriknya saja menurut pandangan kepuitikan yang saya miliki. Pejantan Tangguh merupakan album keempat dari Sheila On 7. Pada album ini SO7 melakukan eksperimen terhadap musiknya, dimana banyak kita temukan beat-beat baru, sensasi brass section yang apik, ditambah dengan balutan suara Duta yang kian matang.

Continue reading

In-Harmonisasi Lirik Lagu Kotak

kotak-band-wallpapersKali ini saya ingin membuat kajian sederhana terhadap lirik-lirik lagu milik sebuah band rock Indonesia, yaitu Kotak. Seperti kita ketahui, Kotak merupakan salah satu band jebolan Dreamband pertama. Dreamband merupakan ajang pencarian talenta musik yang salah satunya disponsori oleh majalah Hai.

Terlepas dari pengertian apakah lirik lagu termasuk ke dalam puisi, saya juga tak begitu paham. SDD pun pernah membuat puisi yang berjudul “Lirik untuk Lagu Pop” (Hujan Bulan Juni, 2010). Saya hanya ingin mencermati kata-kata yang digunakan dalam lirik-lirik lagu Kotak. Hal ini dilatarbelakangi ketika saya menemukan kejanggalan pada salah satu lagunya.

Menurut saya, Kotak tak sebenar-benarnya ingin membuat lirik lagu. Mereka hanya sekedar mengepaskan kata-kata sebagai lirik yang sesuai dengan aransemen musik yang telah mereka buat. Karena pada awalnya ajang Dreamband ini hanya mencari orang dengan bakat-bakat musik, bukan orang-orang dengan bakat lirik. Sehingga terkadang lirik yang mereka buat mengandung kata-kata yang ambigu dan lain sebagainya.

Continue reading

Ber-Hijab

Yang ini apa namanya?

Itu jilbab, tapi bukan hijab.

Maksudnya?

Iya, jilbab itu kamu pakai tapi tidak menutupi.

Kok gitu? Bukannya berjilbab itu bagus?

Iya, bagus. Dan saya setuju, saya juga sepakat kamu pakai jilbab, tapi dipakai jadi hijab juga.

Kayak orang-orang Arab gitu ya, bercadar? Hijab kan yang bercadar-cadar itu kan?Ogah ah!

Bukan, bukan itu maksud saya. Sesuai dengan maknanya dong, hijab itu artinya menutupi atau sekat yang menutupi sesuatu dengan sesuatu yang lain.

Hubungannya sama jilbab tadi?

Continue reading

Khutbah Kosong

tidur jumat Gambarnya minjem dari sini.

Saya terbangun ketika hari nyaris masuk waktu dzuhur. Saya kembali tertidur setelah setengah hari ini badan saya terasa lemas sekali. Langsung saja saya menuju kamar mandi untuk membersihkan badan. Agak lega ketika marbut masjid mengatakan waktu shalat Jumat masuk tujuh menit lagi. Kali ini saya memilih masjid dekat rumah saja (yang mana masjid ini masih menganut dua kali adzan sebelum khutbah) dengan alasan agar tidak terlambat hadir shalat Jumat.

Alhamdulillah, saya masih sempat hadir di masjid sebelum khatib naik mimbar atau mulai berkhutbah. Itulah keuntungan tersendiri shalat Jumat di masjid ini karena setelah adzan pertama dan shalat qabliyah Jumat usai, khatib baru akan menaiki mimbar, setelah itu adzan satu kali lagi baru khatib memulai khutbahnya.

Ah, kok jadi ngomongin perihal ‘telat’ saya ini. Kan saya ingin mengulangi apa isi khutbah kali ini.

Jujur, untuk shalat Jumat kali ini saya hanya mendapatkan satu pelajaran, yaitu saya tidak mendapatkan apa-apa dari isi khutbah yang disampaikan. Itulah salah satu kelemahan masjid ini, khutbahnya kurang (atau malah jarang) up-to-date. Biasanya jabatan ini hanyalah hegemoni orang-orang yang berumur di atas 45 tahun. Kalau sudah begini, biasanya isi khutbah sangatlah hambar dan sulit ditarik benang merahnya. Isi khutbahnya mengambang. Padahal khutbah Jumat itu didesain untuk disampaikan dalam waktu singkat perihal sesuatu yang tengah terjadi di tengah-tengah umat. Sangat berbeda dengan ceramah biasa.

Continue reading