Konsepsi Cinta

Terkadang masa-masa kuliah terasa begitu romantis. Sesuai dengan teori guru dan dosen, di kampus pun berlaku hukum yang sama. Sewaktu SMA, kita diperkenalkan dengan cinta. Sewaktu kuliah, kita mengembangkan cinta.

Pernah mendengar cinta monyet? Ya, cinta-cintaan ala remaja yang rata-rata diidap oleh pelajar SMP dan SMA. Bagi para mahasiswa, tiada dikenal apa itu cinta monyet. Mungkin sudah benar-benar berjudul cinta manusia kali ya. Atau malah cinta gorila. Hehehe….

Advertisements

Cinta itu Murah

Siapa bilang cinta itu mahal? Nggak tahu.

Siapa bilang cinta itu berat di ongkos? Project Pop, Mas.

Cinta itu murah, tapi bukan berarti harus diobral hingga seribu tiga. Cinta tidak bisa disamakan dengan pacaran karena levelnya beda. Cinta itu suara hati, sedangkan pacaran adalah suara nafsu.

Mau bukti kalau cinta itu murah? Sini saya bisikin…!

Saya punya Mbak (atau kakak perempuan) yang tinggal nun jauh di sana. Kami terpisah beberapa derajat lintang utara dan perbedaan waktu satu jam. Dan Mbak saya itu ada di luar negeri.aku sayang kakak

Ya, meskipun dia ke luar negeri bukan dalam rangka pelesir atau melancong, tapi dalam rangka menjaga agar dapur keluarganya tetap ngebul. Saya tetap bangga, meskipun di negara kita orang semacam Mbak sering dipandang sebelah mata, tapi Mbak telah berjuang untuk anak istrinya. Eh, untuk anak dan keluarga kecilnya.

 

Continue reading

Aku dan Kresna

kresna (2)

Bapak adalah penyuka wayang. Dulu, aku sering diajak untuk nonton wayang hingga larut malam (yang mana setelah punakawan selesai tampil, aku tertidur di pundak Bapak). Bapak hampir hapal dengan tokoh-tokoh wayang dan sebagian cerita dalam pewayangan tersebut.

Hingga suatu kali, aku secara iseng menanyakan seperti siapakah aku dalam dunia pewayangan. Bapak memberikan jawaban yang cukup menenangkan dan menyenangkan. Kata Bapak, aku mirip dengan Kresna, atau Prabu Kresna, raja dari negeri Dwarawati. Kresna termasuk dalam kaum pandawa, yaitu seteru Kurawa.

Kaum Pandawa adalah lambang dari setiap kebaikan, dan Kurawa adalah lambang dari setiap kejahatan. Satu tokoh yang kutahu dari pihak Kurawa adalah Patih Sengkuni yang terkenal sangat licik. Sedangkan dari pihak Pandawa tentu saja lima ksatria yang memiliki julukan Pandawa Lima, Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

 

Continue reading

Dreams Come True #2

Seputar Kepenulisan1

Beberapa waktu lalu saya pernah memajang sebuah foto di dinding akun facebook saya. Foto itu hanyalah gambar empat buah bundel puisi saya sejak tahun 2007 yang (iseng-iseng) saya print. Tumpukan bundel itu rencananya akan saya jilid saja sebagai koleksi.

Lalu, dalam keterangan di bawah foto itu saya buat begini, “Kapan ya puisi saya ini bisa jadi sebuah buku?”

Ya, gambar di atas (kiri) adalah gambar foto yang pernah saya upload ke FB, dan yang sebelah kanan adalah jawaban dari pertanyaan saya di atas. Benar sekali. Akhirnya saya bisa punya buku puisi sendiri yang mana sebagian isinya saya ambil dari puisi-puisi dalam bundel yang sempat saya print itu.

See, Allah memang menangguhkan untuk beberapa lama pertanyaan saya. Tapi kemudian mencurahkan jawabannya bertubi-tubi hingga membuat saya tak mampu berkata-kata. Inilah mimpi kedua saya yang menjadi kenyataan (setelah mimpi yang pertama). Sungguh, Allah mendengar doa kita.

NB : Jika ingin tahu lebih banyak tentang isi buku puisi saya, cek di sini,^^

FTS Spesial Ultah WR – Menulis untuk Menginspirasi

Logo Writing Revolution

Saya ingin mengatakan bahwa saya jatuh cinta kepada grup ini. Kenapa bisa jatuh cinta? Tentu saja karena saya tertarik padanya.

Yang menarik perhatian saya kala itu adalah slogan “Menginspirasi Dunia” yang rasanya sejalan dengan impian saya untuk menjadi inspirasi (seperti tema blog ini). Jadi, apa salahnya saya mencoba terinspirasi untuk kemudian bisa menginspirasi.

Penasaran dengan itu (sebenarnya lebih kepada syarat bergabungnya yang harus terlebih dulu menjadi murid di sekolah online ini, dan itu berbayar Open-mouthed smile) akhirnya saya berinisiatif mengikuti salah satu lomba yang kala itu hadiahnya mendapatkan beasiswa sekolah menulis puisi atau SMPO-WR. Nama lombanya adalah Lomba Flash Poetry (LFP).

Tema lomba itu adalah menjabarkan ‘aku’ sesuai dengan apa yang ada di benak kita. Ah, saya yang dulunya adalah penulis angin-anginan (tergantung mood) akhirnya membuat sebuah puisi yang menceritakan tentang angin. Ya, saya mendeskripsikan diri saya sebagai angin. Mudah-mudahan saya tidak masuk angin. Smile

Tak disangka puisi itu membawa saya menjadi salah satu murid SMPO-WR angkatan 05. Dengan begitu saya juga resmi menjadi anggota WRITING REVOLUTION.

Awalnya saya canggung karena merasa seperti anak baru (yang ketakutan akan di-MOS oleh senior) dan masih belum nyambung sama obrolan di sana. Jadinya saya hanya ikut menyimak saja. Akhirnya dengan dorongan seseorang yang telah lama bercokol di dalamnya, saya memberanikan diri untuk tampil, ikut diskusi, atau sekedar nimbrung ngobrolin “apa bedanya gajah sama cecak?” atau “cantikan mana Mbak Yully sama Mbak Hylla?”. Smile with tongue out

Kedua kalinya, saya bingung. Masuk ke kampung manakah saya? Kegalauan ini hingga membuat saya bertanya secara pribadi kepada PP, namun tidak dibalas sampai sekarang. Call me Dan setelah berkali-kali keliling kampung, saya menemukan nama saya di daftar Warga Puisi WR. Saya bersyukur saya tidak jadi anak hilang. Alhamdulillah ya, sesuatu ….

Sekilas dari yang telah saya lihat dari WR bahwa kampung ini memilik visi yang berbeda dari yang pernah saya lihat sebelumnya. Dengan membaca slogan “menginspirasi dunia” membuat saya yakin bahwa di sini saya bisa mengembangkan diri menggapai mimpi saya selama ini, yaitu menjadi inspirasi. Dan tentunya demi kemajuan kampung ini ke depannya.

Sempat saya ingin mengganti nama akun FB menjadi Adi WR, tapi saya pikir nanti malah menyaingi PP. Peace

***

Biodata Narsis. Eh, Narasi.

Adi Saputra adalah siswa SMPO angkatan 05. Bergabung dengan WR sejak Mei 2011. Sejak itu pula dia menemukan rumah baru yang nyaman (katanya). Dia amat menyukai musikalisasi puisi dan menggemari sajak-sajaknya Hasan Aspahani. Buku puisinya yang telah terbit berjudul Senandung Subuh (Leutika Prio, 2011).

>>>check this one out<<<

Continue reading

Ketika Mamak Bisa Naik Motor

DSC00360

Akhirnya kami punya sepeda motor lagi, dan pastinya motor BARU. Setelah Adik saya selalu mendesak agar dia tidak dikucilkan dalam dunia remaja yang baru saja dia jajaki, akhirnya Bapak mengalah untuk membeli satu sepeda motor lagi. Sungguh kejam dunia anak muda sekarang.

Tapi lantas motor itu pun juga punya kegunaan lain, yaitu bisa untuk Mamak belanja ke pasar karena motor yang satunya pun akhirnya diakui sebagai hak milik oleh Adik saya yang satu lagi, jadi tak perlu menunggu minta diantar yang jika Mamak kelamaan maka Mamak akan pergi naik sepeda saja.. Hiks, malah saya yang keseringan minjem motor jadinya.

Karena motor BARU ini jenisnya bebek matik tanpa gigi dan tinggal pancal (baca: gas) makanya Adik dan Mamak saya langsung bisa mengendarainya tanpa harus belajar mengendalikan kopeling dan gigi seperti ketika saya belajar dengan motor federal milik Bapak dulu. Tercatat saya sudah jatuh tiga kali sepanjang belajar naik motor itu, dan baru seminggu kemudian berani bawa motor sendirian.

Continue reading