Cerita ATS

pin 1

Pagi masih agak dingin, sedari lima belas menit yang lalu air sudah membilas tubuhku yang kuyu. Malam tadi tidurku agak tak nyenyak. Ini hari pertama, ah…terlalu lama untuk memutuskan kemeja mana yang akan kupakai. Akhirnya kupilih saja sebuah kemeja biru dan celana panjang hitam. Lalu, memasukkan beberapa buku, kartu alumni, handuk kecil, dan flashdisk (barang yang wajib dibawa kemanapun pergi). Hmm, meski tak ikut briefing kemarin sore, tapi kata Reza aku disuruh datang saja hari ini. Toh, aku tak akan berbuat banyak nantinya di sana, banyak pemuda-pemudi baru penuh semangat yang bergerak.

Pukul setengah tujuh lewat sedikit aku sampai di auditorium. Ah, terlambat… teman-teman sudah briefing pagi. Tak apa, meski hanya kebagian yel-yel saja. masuk ke ruangan ATS, hanya segelintir saja wajah yang kukenal. Itupun sudah lupa namanya (untung mereka tak menyadarinya), kecuali – tentu saja – Imsar yang lebih populer dengan sebutan ‘buaya’. Bukan apa-apa, itu hanya panggilanku padanya. Yang lain boleh panggil dia kadal, cicak, atau semacamnya. Ahaha, piss Imsar.

Continue reading

Advertisements