Tentang kata-kata

istanapagaruyung

Istana Pagaruyung

Ada sebuah pelajaran penting dalam perjalanan saya kala itu ke Pagaruyung. Dalam suatu kesempatan, saya diajak oleh sesorang yang saya panggil ‘Mom’ untuk menemani suaminya pergi penyuluhan ke suatu daerah di Tanah Datar. Sayangnya, saya lupa nama daerahnya. Yang saya ingat hanya jalannya yang berliuk-likuk macam ular di tengah area persawahan. Tahun 2006, tahun agak suram bagi saya. Yah, itung-itung perjalanan ini buat paubek ati, palarai damam…Smile

Sembari menunggu si bapak selesai penyuluhan, kami berinisiatif untuk mengunjungi beberapa situs budaya di daerah bekas kerajaan Pagaruyung ini. Tentunya mengunjungi Istana Pagaruyung yang terkenal itu.

Salah satu tujuan kami adalah ke sebuah rumah gadang di daerah Sungayang. Konon di sana tersimpan sebuah batu yang bisa meramalkan nasib seseorang. Ah, penasaran juga sepertinya untuk mencoba. Nama batu itu adalah batu angkek-angkek.

Angkek dalam bahasa Minang berarti angkat. Sejarahnya,

batu itu ditemukan ketika sang kepala suku kaum menancapkan tiang pancang untuk pembangunan rumah gadang yang sekarang menjadi tempat bersemayamnya batu keramat itu. Batu itu berbentuk seperti tempurung kura-kura, bertuliskan lafaz Allah dan Muhammad, dan berwarna seperti tembaga. Mengenai cerita selengkapnya, bisa dicari di internet, salah duanya di sini dan di sini. Toh, bukan ini yang pingin saya ceritain kepada pengunjung sekalian. Open-mouthed smile

batu angkek21

Penampilan Batu Angkek-Angkek

Menurut kepercayaan setempat, batu ini dapat menguji keinginan kita apakah nanti akan terkabul atau tidak. Terlepas benar atau tidaknya, saya pun tertarik untuk mencobanya. Kala itu entah permintaan apa yang saya panjatkan, sepertinya saya berharap agar dipertemukan lagi dengan seseorang yang pernah ‘hilang’ dalam hidup saya. Saya pun tak berharap banyak karena nominal sedekah yang saya masukkan pun tak seberapa. Tapi, apalah nilai sedekah jika tak ikhlas bukan?

Jadi, mulailah saya menggeser benda bulat itu ke pangkuan saya. Dan, taraaaaaaaammm…batu itu berhasil saya dudukkan ke pangkuan saya. Begitu pula dengan teman-teman serombongan kami. Semuanya bisa mengangkat batu itu ke pangkuan. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa permintaan masing-masing kami bakal dikabulkan di kemudian hari. wallahu ‘alam.

dsc00423

Cara mengangkat Batu Angkek-Angkek

Tapi, bukan inilah maksud dari tulisan ini. Ada kejadian mencengangkan sewaktu adegan angkat-mengangkat batu ini. Sembari menunggu teman antrian untuk mengangkat batu, saya dan beberapa orang melihat-lihat merchandise yang dijual di rumah itu. Ada miniatur rumah gadang, tas dari tempurung kelapa, dan beragam mainan dari kuningan.

Waktu itu, ada seorang bapak muda yang mungkin baru berusia tiga puluhan, membawa serta istri dan anaknya yang masih bayi. Berdasarkan pendengaran saya, beliau minta agar diberi anak perempuan karena keempat anaknya semua laki-laki dan kali ini dia meminta agar nanti anak kelimanya adalah perempuan.

Percobaan pertama, si bapak tak mampu mengangkat batu ke pangkuan. Dia mulai panik, selain ditonton pengunjung yang lain, dia juga sempat melirik ke sang istri. Keringat nongol di jidatnya. Badannya yang lumayan atletis tak mampu menggeser batu itu barang sejengkal pun. Pada percobaan kedua pun beliau masih tak mampu mengangkat batu itu. Jangankan terangkat, bergeser pun tidak.

Lalu dengan frustasi si bapak muda ini beringsut meninggalkan batu keramat itu sambil bersungut-sungut.

“Alah limo kali ambo kamari mangangkek batu ko, ndak juo dapek anak padusi. Mungkin anak ka salapan baru dapek anak padusi…” katanya. Dalam terjemahan bebas ala saya kira-kira begini, “Sudah lima kali saya ke sini mengangkat batu ini, tapi tak dapat juga anak perempuan. Mungkin anak ke delapan baru saya bisa dapat anak perempuan…”

Deg!

Darah saya berdesir. Sekujur tubuh terasa dingin. Sebegitu putus asanya kah si bapak itu sehingga harus berucap sesuatu yang tidak semestinya. Mungkin maksudnya hanya berseloroh saja, tapi saya jadi teringat sesuatu. Teringat sebuah kata-kata yang selalu terngiang di kepala saya.

Picture1

Hati-hati dalam berkata, kata adalah doa, dan kita tak pernah tahu kapan Allah mengijabah doa kita.

Dan, yang membuat darah saya berdesir adalah, kata-kata si bapak muda tadi. Apalagi orang setempat mempercayai bahwa rumah ini dan batunya keramat. Bisa-bisa memang benar dia baru akan mendapat anak perempuan dari kelahiran kedelapan dari istrinya. Na’udzubillahi min dzalik. Saya tak henti beristighfar.

Saya sih tak begitu peduli dengan permintaan saya kepada batu itu (ups…) maksud saya permintaan kepada Allah ketika mengangkat batu itu. Toh, di kemudian hari saya memang benar bertemu dengan orang yang saya minta itu.

Yah, terlepas dari keramat atau tidaknya batu itu, saya hanya ingin berbagi  pesan bahwa berhati-hatilah dalam berkata-kata, dalam artian mengucap sesuatu karena bisa jadi Allah mengijabah hari itu juga. Allah memiliki juru rekam dan juru tulis paling handal. Itulah kedu  malaikat yang senantiasa mengiringi kemana pun kita pergi, mencatat segala apa yang kita lakukan dari pagi hingga ke pagi lagi. Dan suka-suka Allah dalam mengabulkan kata-kata kita. Allah tahu yang kita mau.

Salam.

5 thoughts on “Tentang kata-kata

  1. Id_chan says:

    Oh, jd batu angkek2 tu d istana pagaruyung ya… tak kira d dkt kuburan raja tu na.
    Emg bner gtu, ad yg ngrasa ringan, ad yg ngrasa berat? sblm id cb n ngliat, rasany msh krg prcya.
    Dlu prnh ksna sekali n itu jg yg terakhir… taun 2000.

    Kata2 adalah Doa… Astaghfirullah…😦

    • bukan,,,batu tu ada di rumah gadang, tempat dulu kaum tu bikin kampungnya…asli rumahnya

      ya,,,mas kebetulan merasa seperti mengangkat batu biasa,,,tapi emang ada yang tak sanggup bahkan untuk sekedar menggesernya dari tempatnya….hmm

      Itu,,,doakan yg baik2 buat raki ya id…🙂

  2. Id_chan says:

    Ooh gtu…. bru tw id.

    Masa sih, tp id prnh dpt crta dr pak das, dia prnh coba2 ngangkat batu tu, tp tak prnh bisa, beraaaatt nian ktny.
    Wahhh suatu saat nnti, klo Allah ngsih umur pnjg, id pngen jg skedar coba2 ngangkat hehee

    La iyalah Mas…. id slaalluuu doakan yg baik2, yg trbaik bwt raki… sllu yg trbaik…
    semoga………
    semoga………
    semoga………
    AMIN🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s