Pelajaran Berbau Pesing

Sekedar catatan menjelang tidur. Tidak disarankan juga yang mau tidur buat baca ini…^^

***

DSC00202Seperti biasanya, kebiasaaanku menjelang tidur adalah buang air kecil, gosok gigi, cuci muka, cuci kaki, cuci baju….(mmm, yang terakhir ini nggak ding. Ngapain juga nyuci baju menjelang tidur, siap-siap aja saya nanti ngimpi basah. Lho?) Sukur-sukur sekalian wudhu, karena katanya kalo kita tidur dalam keadaan suci, maka akan ada malaikat yang menjaga tidur kita di empat penjuru. Tuh, mancaps kan…!^^ baik-baik banget tuh malaikat mau jagain kita kan…hmmm

Begitu masuk kamar mandi, saya mencium sesuatu yang khas. Tentunya khas aroma kamar mandi, kalo nggak seputar bau tumpukan kain kotor, rendaman dua minggu, atau aroma….pesing. Nah, opsi terakhir inilah yang saya temui kali ini.

“Alamak, ini orang lupa nyiram atau gimana lah, kok bisa-bisanya baunya itu mirip WC terminal. Hadueh, puyeng.”

Akhirnya,

saya berinisiatif untuk menyiram kloset itu, tentu saja sebelumnya saya ‘perlu’ merutuk-rutuk. Wong bersihin buangannya sendiri aja ogah, gimana klo disuruh bersiin WC, huh…!!! Dan, sambil ngedumel inilah saya menyiram tiga kali kiri-kanan-dalam kloset. Ternyata si bau bandel juga, bisa diperkirakan dia udah berada di situ sekitar lima menit yang lalu.

Ah, saya biarin aja. Akhirnya saya cuci muka dan mulai menggosok gigi. Namun, dalam rangka kegiatan menggosok gigi ini, datang sebuah ilham (ceileh) yang mengatakan sesuatu yang sungguh bijak.

Adi, sampeyan tak boleh merutuk. Kalo kerja itu niatnya yang ikhlas. Barangkali kamu adalah orang yang beruntung malam ini dapat pahala karena menyiram kloset yang pesing. Kamu juga harus berterima kasih pada orang yang sudah ‘memesingkan’ kloset ini karena telah membuka jalan pahala bagimu. Bayangkan, menegakkan sikat WC yang miring aja dapat itungan pahala, apalagi nyiram kloset pesing yang naujubileeee… Udah, yang ikhlas ya….

Dan di tengah ketermenungan itulah saya menyadari sesuatu bahwa tak selamanya keburukan itu buruk. Saya jadi ingat sebuah pesan yang saya temukan di secarik kertas ketika kelas II SMA,

tak selamanya dalam kebaikan mengandung keburukan, tapi di setiap keburukan pasti mengandung kebaikan.

Yah, inilah sekedar catatan saya menjelang tidur. Semoga bermanfaat. ^^

Salam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s