Activ…is

_1010298d

Dulu tak pernah membayangkan akan menjadi seorang aktivis. Dari SD sampe SMA saya paling kuper sama dunia per-aktivis-an. Saya nggak pernah ikut jadi anggota OSIS, disuruh jadi anggota Rohis pun mangkir. Satu-satunya organisasi yang sempat saya ikuti adalah Pramuka, itupun cuma setahun.

Sewaktu awal masuk SMA, saya pernah menulis surat untuk ‘ehm’ saya (jaman jahiliyah dulu) sepanjang 4 lembar kertas double folio. Maklum, kami berpisah saat saya baru saja masuk SMA, bukan pisah sih… istilahnya LDR atawa Long Distance Relationship. Kalo CDR mah, ntu merek suplemen tulang.^^

Dalam surat super panjang (dan iseng) itu saya mengungkapkan keinginan yang begitu menggebu-gebu selama belajar di SMA. Maklum, ini SMA favorit dan saya ingin jadi siswa terkaporit…lho?

Saya tulis bahwa saya ingin menjadi anggota Sispala, terus ikut tim basket (meskipun badan saya lebih cocok buat jadi atlit gundu), jadi anggota OSIS (lantaran dendam dikerjain senior), pokoknya segala ekskul yang ada di SMA itu akan saya ikuti. Nyatanya, surat itu tetap tersimpan di lemari dan sampai sekarang tak pernah saya kirimkan, mungkin sudah saya bakar.

Ketika kuliah pun, saya tak pernah membayangkan bahwa inilah awal mengenal sebuah kata ‘aktivis’. Kuliah adalah awal saya terjun menjadi anggota organisasi. Diawali menjadi ketua panitia baksos asrama tahun 2005, saya harus mengkordinasi beberapa orang panitia untuk menyukseskan agenda pertama asrama Unand. Saya berterima kasih sekali kepada beberapa orang panitia yang berhasil menyelamatkan muka saya dari jurang kemaluan, ups…maksudnya dari rasa malu berkepanjangan karena sungguh tak becus mengurus sebuah kepanitiaan. Maklum saja, ini kali pertama buat saya.

*(thanks to Wuri, Heni, and Iid)

Lalu, setelah susah payah (dan saya kebanyakan payahnya) mereka kembali mengangkat saya menjadi ketua asrama putra RPX-JF SULFUR. Entah pertimbangan apa yang mreka ambil ketika itu sehingga mengangkat orang yang kuper dan sok okeh ini jadi ketua asrama. Belakangan saya tahu, karena memang tak ada yang mau jadi ketua asrama putra kala itu. Hiks…

Tahun ketiga saya mencoba peruntungan ikut menjadi anggota BEM KM tanpa lebih dulu try out di BEM fakultas. Dan di sinilah saya belajar profesional, meski kadang sifat kolokan saya keluar, tapi banyak pelajaran yang akhirnya baru saya dapat setelah dua tahun habis masa periode menjabat. Sebuah kata profesionalisme dan dedikasi.

Sebenarnya modal saya untuk jadi aktivis sudah ada. Saya memiliki jiwa sosial yang lumayan tinggi. Ah, mungkin saya gampang trenyuh saja, tapi saya memang berbakat dalam hal ini. Nilai IPS saya saja tinggi. nggaknyambung.com

Dan saya rasa aktivis memang jiwa yang seharusnya melekat dalam diri saya. Untuk menebus rasa bersalah, saya mencoba untuk mengikhlaskan diri menjadi seorang aktivis, meski lewat tulisan.

12 thoughts on “Activ…is

  1. Ini Mas Adi kan ya ?! wah.. thank you for friend me on facebook😉

    Sebelumnya, HIDUP MAHASISWA !!
    agak beda, kalo saya lebih milih untuk aktif diluar kampus. Dikampus saya mah invisible, but it doesn’t a big deal rite ?! asalkan memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat😉

    Cheers, salam😉

  2. eh, eh mas adi.. i’ve visited your Unand blog, and successfully made me miss to be there😥
    sejelek-jeleknya almamater saya, sengga teraturnya kampus saya, sampah berserakan dimana-mana, those scary things have to change, indeed.. tapi, siapa lagi yang bakal ngebanggain Unand kalo bukan kita sendiri😉

    cheers😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s