Solok, I’m in love #3

27042008132

Setelah sebelumnya, jauh di masa prasejarah (halah), aku sempat ingin membuat kisah tentang Solok, lebih tepatnya Solok I’m in Love. Dua seri sebelumnya sudah pernah kubuat dan di sini, ada di sini, juga di sini.

Kali ini adalah seri ketiga. Aih, mendengar kata ‘tiga’ langsung membuat kupingku tegak dan bulu romaku ‘siap grak!’.

Dulu aku pernah berpikir, kenapa aku begitu terkesima, terpesona, dan tertarik dengan yang namanya Solok selain hawanya yang dingin dan jalannya yang meliuk-liuk macam Ular Sanca. Selebihnya tak ada. Apakah ada hubungannya antara Putri Solo dan Uni Solok? Ah, mana kutahu. Yang kutahu terakhir Manohara jadi Putri Solo dan adik temanku jadi Uni Solok-nya.

Pada episode sebelumnya pasti kalian semua bisa menebaknya, what’s wrong with Solok? Tapi kali ini, aku hanya akan membagi sebuah kisah penting yang terjadi di Solok.

Ada seorang teman yang berangan ingin membuat sebuah bungalow, atau villa kecil tempat tinggal di pinggir danau. Rumah bergaya Jepang dengan sebagian besar bahannya adalah kayu. Tentu ini akan menjadi rumah yang nyaman. Ada perapian yang senantiasa bisa menghangatkan tubuh di malam hari.

Ada seorang teman yang terobsesi dengan cemara. Pernahkah kalian nonton acara ‘Rumah Cemara’? Ya, setidaknya cemara sama seperti Akasia, mencoba menginspirasi. Tapi ternyata Cemara dan Akasia memiliki alam yang berbeda, satu di tempat panas, satunya di perbukitan yang dingin. Jangan coba dipindahkan, jadi tidak romantis nantinya. Hehe…

Ada seorang teman yang sempat mengaburkan pandangan. Secepat sebuah anak panah yang menancap ke jantung, dan secepat itu pula anak panah itu tercabut. Perih, memang. Dan rasanya itu tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Ah, aku saja yang bodoh. Kenapa tak menghindar saat dia menarik busur panahnya?

Ada seekor kupu-kupu yang hinggap di kamarku, sayapnya bau wangi khas Cemara, ada bau laut, ada bau harapan, ada bau impian. Yah, dia hinggap tak sebentar. Seolah mengawasiku yang masih sibuk menekan tuts-tuts keyboard komputer. Kubiarkan saja hingga esok pagi kutemukan dia terkulai dekat jendela sebelum aku sempat mengejawantahkan pesan yang ia tinggalkan.

Ada sebuah bintang yang kala itu selalu menemaniku saat berulangkali tersuruk di kabut Alahan Panjang, di sepanjang Terminal Bareh Solok kala pagi merambat pelan, di sudut halaman sebuah rumah yang ada dalam khayalan. Aku selalu singgah di hatinya, seolah dia lah kawan satu-satunya yang mampu membuatku tersenyum

Ada sebuah kisah tentang Solok, I’m in Love yang belum terangkai indah dan akan selalu berlanjut hingga tiba titik penghabisan. Mungkin saat Akasia dan Cemara mampu tumbuh berdampingan. Mungkin saat kupu-kupu manis itu datang lagi. Mungkin saat puisi-puisi bisa menjadi tempat yang nyaman untuk berdiang. Mungkin saat semua jalan menjadi terang dari kabut yang menghadang. Biar dinginnya tetap ada, tapi ada cahaya.

Dan, bait ketiga ini selesai sudah. Terima kasih sudah menyimak.

*[bukan] catatan tak penting

Iklan

9 respons untuk ‘Solok, I’m in love #3

  1. Id_chan berkata:

    Ituuu…..!
    Viewnyaa… punyaku, danaunya, pinusnya… ih.. tak ajak2 ksna.
    Fto knp tuh…

    Itu crta pngen pny villany hmpr mirip ma sy ya 😀

  2. Id_chan berkata:

    Ituuu…..!
    Viewnyaa… punyaku, danaunya, pinusnya… ih.. tak ajak2 ksna.
    Fto kpn tuh…

    Itu crta pngen pny villany hmpr mirip ma sy ya 😀

  3. Id_chan berkata:

    Itu, yg trobsesi ma cemara, yg mngaburkan pandangan, yg jd kupu2, yg jd bintang, bnyk jg trnyt yg jd tokoh d solok ya.

    Ow, nnti tak tny dlu sapa yg ngrasa…

    Wah, bru mbayanginny aj, dh krasa dnginny nerpa k wajahku, plus pinus2 yg sllu bwt srasa brada d dunia lain… brr

  4. Id_chan berkata:

    Akasia, nama itu udh ku ukir d krts rahasiaku pas kls 2SMP, tp tulisanny beda, ‘Achachia’ dg tinta item n d balurin wrna merah d sklilingny.
    Ntah dpt drmna asl kata tu.

    tp, asliny, aku sndri yo msh ra mudheng klo dsruh mbedain phonny, ndi sing akasia ndi sing phon jati 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s