Leutika : Dreams2Reality

Leutika?

Pertama kali mendengar kok mirip produsen jamu ya! Hihihi… Setelah tahu bahwa ini adalah produsen buku, awalnya malah saya pikir ini pasti dari Sunda, secara pakai ‘eu eu’ gitu. Eh, ternyata asli Djogdja toh. Lha piye, Dhab.

Dzigh…!!!

leutika Pertama kali (lagi) mengenal Leutika adalah ketika ada event Crazy Momment (Crazmo). Saya pingin ikut, tapi berhubung sepanjang dalam perjalanan hidup saya lempeng-lempeng aja dan tiada berbuat yang aneh-aneh, makanya saya untung-untungan aja ikutnya. Waktu itu mengandalkan kegilaan acara Ospek kampus yang terkenal nyeleneh. Beruntung naskah saya tidak lolos, menyakitkan sih…(hehehe) tapi ini jadi pelajaran untuk langkah selanjutnya. Kemudian untuk dua event selanjutnya (Setan 911 and Opick) naskah saya tak lolos juga. Patah arang? O, tentu tidak. Belum jodoh aja kali ya sama Leutika.🙂

Event lomba yang pertama kali diikuti dari Leutika adalah FiksiFoto yang kala itu memajang gambar seekor kucing angkat tangan. Otak kanan saya bereaksi, meski agak lamban. Akhirnya dikirim sebuah cerita yang menurut saya sudah cukup kocak. Tapi tak lolos juga. Aih, bikin gemes deh nih Leutika! Alhamdulillah, secara tak sengaja (dan tak diharap-harap) pada event FiksiFoto Edisi 2 naskah saya menang dan dapat dua buku gratis dari Leutika. Saya minta buku Crazmo, abis penasaran sih kok sampai-sampai naskah saya tak lolos. (masih_penasaran.com)

Meski belum ada satu pun buku (baik keroyokan maupun solo) saya diterbitkan Leutika, tapi tetap masih semangat buat nulis. Ingin mencoba hal baru di Leutika karena belum pernah ikut WeeklyNotes. Soalnya dulu pernah minder aja, yang menang pasti para penulis yang udah keren. Emang saya udah keren gitu?🙂 Semoga saja debut buku (yang masih) keroyokan selanjutnya dan debut solo saya bisa diterbitkan di Leutika. Amiin. *ngedipin mata di depan Leutika, kelilipan…^^

Sebenarnya dengan hadirnya lini Leutika bernama LeutikaPrio sudah cukup membantu para penulis untuk menerbitkan bukunya sendiri karena menurut saya nama Leutika sudah mulai diperhitungkan di dunia penerbitan buku. Tentunya dengan persaingan sehat antara satu indie publishing dengan yang lain. Seperti saya, sudah ada tiga buku yang diterbitkan oleh LeutikaPrio dan rata-rata responnya bagus, baik dari penulisnya maupun para pembaca. Sebagian besar penulis mengaku puas akan hasil terbitan dari LeutikaPrio, rapi, cover mantap, dan kinyis-kinyis. Mboyish lah pokok’e. Sedangkan para pembaca mungkin menilai dari penampilan, jenis kertas, dan isi dari bukunya sendiri, meskipun self publishing tapi tetap berkualitas.

LeutikaPrio, ya memang punya prioritas tertentu kali ya! Soalnya beberapa pengalaman dari teman-teman yang berurusan dengan LeutikaPrio mengaku senang karena LeutikaPrio mau dan telaten meladeni ke’bawel’an teman-teman untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Selama kurang lebih delapan bulan mengenal Leutika, tentu sudah beragam kesan yang bisa ditangkap sepanjang perkenalan dan pertemanan itu. Tapi ada sedikit perbedaan antara Leutika dan lininya. Leutika terkesan lebih sigap dan lebih responsif dibandingkan lininya. Saya pernah dapat kiriman paket dari Leutika tiga hari setelah tanggal pengiriman, sedangkan di lininya harus menunggu berminggu-minggu. Tapi saya maklumi saja, tentu mengurus puluhan penulis yang pingin diterbitkan bukunya ditambah lagi beragam pesanan buku ke penjuru nusantara membuat kru lini Leutika kalang kabut sehingga ada beberapa yang terkesan dikesampingkan. Belum lagi aneka komplain yang datang berseliweran, riweuh euy!

Satu lagi hal yang saya perhatikan dari lininya Leutika adalah cover buku. Hampir semua cover buku terbitan lini Leutika memiliki lay out dan tampilan sama. Istilahnya, jika kita lihat buku ini, tanpa melihat logonya kita sudah tahu bahwa itu pasti bikinan lini LeutikaPrio. Entah ini sisi lemah atau justru jadi ciri khas lini Leutika, tapi ini tentu menjadi tantangan buat kru lini biar lebih kreatif ya… Soalnya lini Leutika mengusung gaya tampilan ‘pop’ dan menjual.

Saya pikir Leutika sudah cukup keren dan nyentrik dalam segala event perlombaan atau event-event lainnya karena kadang tak ada satu pun penerbit berpikiran punya event seperti itu. Juga beragam extended dari Leutika semacam Smile, LRS, Mitel, dan sebagainya.

Khusus untuk LeutikaPrio, mungkin yang perlu diperbaiki adalah respon buat para pemesan buku. Agar setidaknya mengurangi omelan panjang atau sekedar menggerutu, “Kok lame amir siiih…!” So, kepuasan pelanggan (ceileh) akan LeutikaPrio makin bertambah sehingga orang tak ragu lagi jika harus berurusan dengan Leutika.

But, overall. Saya acung jempol deh buat Leutika, lini, dan beragam extended-nya. Saya baru lihat nih penerbit yang nyentrik kayak gini sepanjang mengenal beberapa indie publishing di negeri ini. Apalagi Leutika sering banget bagi-bagi buku (ngarep.com) hahaha…

Good luck, Leutika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s