Award [lagi-lagi]

1.Thanks & Link to the person who awarded this award

Hayya…

Di malam jum’at yang tenang ini aku dapat award dari Mbakku, Mbak yang baru lagi. Ahay…. Beliau adalah Yully Riswati, biasa tak panggil Mbakyu. Bisa sebagai panggilan kesayangan, bisa juga kependekan dari penggilannya, Mbak Yully. Hehehe

Abis yasinan lha kok ujug-ujug dapat kiriman suruh bikin ginian. Tapi sebenarnya aku paling semangat kalau suruh bikin tulisan ginian. Nggak tahu kenapa? Mungkin karena tulisannya bebas, tak terikat, dan cenderung menceritakan diri sendiri. Hwehehe.. (narsis.com)

Ya sudah, menjelang adzan isya (dan akhirnya harus kepotong karena corong masjid sudah mengumandangkan adzan + makan sate di Simpang Malintang) aku tulis (lebih tepatnya ngetik) catatan ini. Semoga bisa jadi bahan renungan bagi kita semua. Halah, emangnya siraman rohani. Ini mah siraman karamel.

Yup! Nikmati saja karamel-nya, saya tak suka. Kalau ada yang punya coklat, bagi saya dong…! xixixi

2. Share 8 Things About MySelf

  • Obsesi Biru

Biru, warna yang adem ayem, dingin-dingin empuk, tapi punya karakter yang kuat di dalamnya. (mbuh jare sopo) Setidaknya itu yang aku baca dari ramalan ahli dari negeri Kho Ping Ho atawa dari Primbon Jawa (waa, ketahuan…)

Tak tahu sejak kapan suka warna biru karena dulu begitu mencintai warna putih, sampai-sampai mantan (majikan) ku dulu kasih bunga warna putih dan kuning sebagai tanda jadian, satu yang putih buat saya, satu yang kuning buat dia…hahaha

Yang pasti sekarang begitu menggilai warna biru. Celana warna biru, kemeja biru juga, tas selempang warna biru, sendal ada birunya, dan terobsesi punya Honda Sonic & Honda Jazz warna biru. Amiin. Bahkan buku pertamaku (SMC, pen) juga ada biru-birunya.

Aku sudah bikin enam seri puisi berjudul biru. Salah satunya ada di sini. Paling senang memandang langit biru, kalau laut biru agak ketar-ketir karena nggak pandai berenang. Ssst…, diary-ku juga bersampul biru lho..(nggak nanya!)

Hanya saja, anehnya ibuku selalu beliin baju lebaran warna merah. Hiks, entah kenapa. Mungkin biar anaknya jadi orang yang pemberani kali ya…

  • Membaca dan Menulis

Aku sangat dan begitu bahagianya mendapatkan buku pertama waktu kelas 1 SD, buku pelajaran bahasa Indonesia itu nggak lepas dari tangan seharian. Maklum, aku sudah bisa baca dari TK, jadi pas masuk SD dah lancar-lancar gitu. Dulu kalau mau minjam buku di pustaka sekolah pun harus bayar Rp 25. Paling suka baca buku ensiklopedia.

DSC00398

Begitu juga ketika dulu Ortu suka bawa pergi ke rumah nenek, setiap spanduk pasti dibaca, di manapun itu. Koran bekas yang udah sobek, majalah, sampai bekas bungkus Ikan Teri pun tak luput kusantap.

Tapi sempat membenci pelajaran Bahasa Indonesia ketika SMP dan kembali jatuh cinta ketika kelas II SMA hanya karena selembar jilbab. Hahaha… Puisi pertamaku ada di sini.

Diawali dengan debut membuat naskah drama, lalu beranjak puisi, dan jadilah seperti yang sekarang. Yah, pokoknya membaca dan menulis adalah aku banget. Aku bahkan sudah menghabiskan 4 biji diary setebal 100 halaman dan hampir tiap tahun harus ganti. Yah, bagaimanapun, ini adalah keterampilan sekolah dasar. Masak iya nggak bisa buat baca tulis.

  • Susu

Aku paling seneng kalau suruh nyusu, eh…minum susu. Kata salah seorang profesor dari ‘sono’, manusia adalah satu-satunya mamalia yang tetap minum susu ketika dewasa. Minuman satu ini jadi favorit meskipun sekarang sudah jarang minum susu karena harga susu makin muahal untuk kantong anak kost. Palingan seminggu tiga atau empat kali. Tapi kalau di rumah, setiap hari selalu tersedia susu untuk diminum.

Tapi tidak untuk susu coklat (meskipun aku sangat suka coklat) karena pernah punya pengalaman tidak enak bareng susu coklat. Hiks…

  • Defensif – Protektif

Apa hayo…! Susah bener disebutnya. Mungkin orang-orang tahunya aku suka ngelawak dan bikin ketawa, pokoknya susah buat serius. Tapi aslinya aku sangat serius, kalau lagi kumat bisa ngerem di kamar tiga hari lamanya. Atau diam seriba bahasa seharian tanpa tersenyum apalagi ketawa.

densus88-2

Selain itu aku orangnya pasif, jarang sekali aktif dan agresif. Maka, kesan pada pendangan pertama tentang aku biasanya orang bilang aku ini pendiam dan harus dipancing dulu biar ngapain gitu. Ah, bodo.

  • Musik dan Seni

Kedua hal ini adalah hobi sejak kecil. Sangat suka membuat gambar pemandangan hingga kadang gurunya bosen dan melingkarkan angka ‘8’ di buku gambarku. Aku suka bikin prakarya, pokoknya semua hal bisa jadi benda seni, biarpun cuma sapu lidi, bingkai foto, atau rak kecil tempat meletakkan boneka keramik.

Kalau musik dapat bakatnya dari bapak. Bapak adalah manajer sebuah band tampar kala itu, atawa grup qosidah remaja. hehehe… Sampai sekarang pun masih mengajar seni di SD. Dan puncak karierku dalam bermusik adalah tampil di Pentas Seni SMA, menenteng sebuah bass yang mati-matian kupelajari otodidak, memainkan lagu Cinta Gila milik Dewa 19 bareng Taneuma, nama band-ku kala itu. Huhu… akhirnya aku bisa digemari banyak orang.

  • Maya vs Nyata.

Aku lebih pede jika berhubungan lewat dunia gelap, istilahnya tanpa saling bertatap muka karena aku suka kewirangan sendiri kalau bertatap muka dengan seseorang. Meskipun tak memungkiri akhirnya aku harus menjadi seorang gentleman suatu hari ketika harus melamar sang wanita pujaan hati. Hihihi…

Tapi di nyata bisa saja kejadiaannya berbeda jika aku tiba-tiba menemukan orang yang sesuhu denganku. Bisa aja seperti saudara yang sudah lama tak bertemu.

  • Foto & Narsis

Aku tak suka difoto karena sadar aku sangat tidak keren ketika difoto dan mukaku tidak fotogenik. Hanya pada posisi tertentu aja wajahku jadi kelihatan ngganteng. Selebihnya aku bisa jadi sangat ganteng. Hahaha..

Aku malah lebih suka pegang kamera. Bereksperimen dengan gaya tertentu, cari angel yang keren, atau lebih tepatnya aku paling suka ‘mencuri’ gambar orang lain lewat kamera. Jadi maaf saja jika anda tiba-tiba menemukan wajah sendiri di setiap postinganku. Hihihi…

  • Pustaka Pribadi dan Ruang Kerja

Ini bisa jadi cita-cita di masa datang. Meskipun aku sering merasa terlambat karena tak sedari dulu mengoleksi banyak buku. Yah, sadar jika dulu ortu tak selalu bisa beliin buku, kecuali dua seri novel silat berjudul ‘Jaka Sakti’ yang jadi novel pertama yang kubaca selain serial Wiro Sableng milik Mbakku.

DSC00081 

So, dulu aku paling suka main ke rumah sepupu karena mereka sudah sekolah semua dan punya banyak koleksi buku. Palingan kalau main ke rumahnya, aku cuma pingin ketemu sama buku, bukan yang punya buku. Hahaha..

Dan sebuah pustaka pribadi di samping ruang kerja yang nyaman menjadi dambaan esok hari di mana tempat kita riset, membaca di waktu senggang, mengetik naskah, memeriksa pekerjaan murid-muridku, atau sekedar bercanda dengan keluarga. Aih, impian yang manis.

gambarpencahayaanlampuinterior1

 

3.Pay It Forward To All Bloggers That I Have Recently Discovered

Dan, ini permintaan terakhirku di sini. Kamu yang ditandai dalam catatan ini tidak harus membuat hal serupa. Bukan keinginanku semata lho, ini aku wariskan dari para pendahulu yang sudah sangat ‘merepotkan’ memberi Pe-eR semacam ini.

So, jangan malu-malu. Jangan sungkan. Tulis saja. aku juga pingin baca. Hmm, puas banget rasanya sudah menyelesaikan pe er ini. Tinggal menunggu yang lain. Yiha….!

Tapi jika tak mau juga tak apa-apa. Just sharing our life!

6 thoughts on “Award [lagi-lagi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s