Teror Virus Dasrun Super

Tiga minggu lalu, teman sebelah kamar kost-an saya yang selalu ‘stay online’ memberitahukan ada virus baru di dunia maya. Sebuah virus yang sempat menghebohkan dunia maya. Virus ini disebarkan oleh seorang blogger bernama Mbak Tiya dan telah menyebar sejak Januari 2011 lalu. So, berhati-hatilah wahai para peselancar…!

Virus ini bernama ‘Dasrun Super’ dan tergolong tidak berbahaya karena virus ini tidak menginfeksi komputer anda, tapi mencoba menginfeksi sistem kerja otak kanan anda. Nah lho…! Beneran, dan sampai akhirnya saya menuliskan ini, saya mengaku telah terkena virus Dasrun Super yang ditularkan oleh saudara Yori. Virus yang telah menginfeksi saya adalah Dasrun Super varian 3 generasi ke-4. Widiiih….!

Menurut penuturan teman saya itu (atau lebih tepatnya ‘Uda’ saya), dia tidak tahu bagaimana mengatasi virus Dasrun ini karena virus ini tergolong tidak ilmiah dan tidak nyata, sangat berbeda dengan basic-nya yang sangat ilmiah dan bersahaja (halah…) Setelah beberapa kali kebingungan, akhirnya dia menularkannya kepada saya dan meminta saya mengatasinya, dan tak lupa memberi pesan agar meneruskan penyebaran virus ini setelah sebelumnya meminta saya minum Paracetamol tiga kali sehari.

Hhh, jika anda ingin lihat bagaimana virus ini bekerja sebelumnya, silakan ambil di sini. Dan, selamat terinfeksi virus Dasrun Super.

The story must be told… Check it out…!

***

Dasrun dan Teror dalam Bayangan.

Angel_of_Death_wallpaper03 copy-1

Dasrun mendapati dirinya ada di sebuah jalan yang asing. Agak remang, panjang, dan kosong. Tak nampak rumah-rumah penduduk. Di sepanjang jalan itu hanya ada deretan pohon Akasia yang basah berembun. Kabut masih ada, Dasrun memperkirakan ini sudah jam tiga pagi.

Dasrun memakai pakian serba putih, bertelanjang kaki, dan memakai semacam kupluk di kepalanya. Kepalanya tak berdarah lagi, kakinya pun sudah tak pengkor lagi. Tapi dia masih merasakan nyeri di lengan kanannya, seperti ada sesuatu yang menusuk dan terus-terusan memberi sensasi yang tidak biasa ke tubuhnya lewat lorong-lorong pembuluh darahnya. Dalam kebengongannya itu dia melihat sesosok perempuan cantik mendekatinya, sosok yang sangat dikenalinya.

Dasrun menyungging senyum sesaat ketika sosok itu sudah ada di depan wajahnya. Rambut panjang perempuan itu bergerak-gerak disapa angin, gaunnya berkibar bak bendera merah putih saat upacara tujuh belasan. Itu adalah wajah Nting. Seketika sekujur tubuhnya menggigil ketika melihat perubahan pada wajah Nting.

Tangan Nting yang pucat dengan tiba-tiba menampar wajah pejabat (penuh jerawat batu) Dasrun.

“Mana uangnya, Run?” tanya Nting datar sambil tetap menatap tajam ke arah Dasrun.

“Nting! Nting sayang. Kamu kenapa? Aku…aku sudah da…”

Plakk

Sebuah tamparan telak kembali mengenai jerawat di pipi kiri Dasrun.

“Aw…! Nting sa…sadar, Nting. Ini aku, Mas Dasrun yang kau cintai.” Dasrun mencoba meyakinkan sosok di depannya itu dengan kata-kata romantis yang pernah dia ucapkan kepada Nting semasa pacaran di bawah pohon jambu.

Nting tak menggubris Dasrun. Matanya tetap tajam menatap Dasrun, seolah ingin mengulitinya, mengeringkan, dan dibuat kerupuk jangek.

Entah dari mana asalnya, Rama anaknya sudah ada di belakangnya dan memukul tengkuk Dasrun dengan mobil-mobilan. Dasrun menoleh.

“Yah, katanya mau ngajakin aku ke pasar malam. Kapan?” ujar anaknya lagi-lagi dengan nada datar dan dingin. Sekali lagi mobil-mobilan itu menghantam perutnya.

“Aw..! Hei, kalian apa-apaan sih. Jangan becanda dong, plisss..!”

Kedua orang itu hanya mengulang kata-kata tadi kepada Dasrun ‘mana uangnya’ dan ‘kapan ke pasar malam’ sambil tetap menatap Dasrun dengan tajam, setajam silet.

Dasrun makin bingung. Setelah sempat meremas rambutnya sendiri dan berteriak ‘argh…!’ dia memlilih lari, lari, dan lari meninggalkan dua sosok itu hingga tak nampak lagi. Setelah merasa aman, Dasrun berhenti dengan nafas ngos-ngosan. Lagi-lagi entah dari mana asalnya, kedua sosok itu kembali hadir di hadapannya. Dasrun terkejut setengah mati, sambil mengurut-urut jantung yang nyaris meloncat dari dadanya.

Seketika dari arah belakang nampaklah Made Lecir dengan sepeda motor berkecepatan tinggi melaju ke arah Dasrun. Dasrun hanya punya waktu sedetik untuk berteriak ‘aaaaaaaaaaaa’ sebelum akhirnya motor itu menghantam rusuknya.

Ckiiit…

Motor berhenti, Made lecir turun dengan wajah sangar.

“Mana duit saya, Run? Gara-gara kamu saya dipecat jadi seniman.” Kata Made Lecir sambil berjalan ke arah Dasrun yang terkapar sambil memegangi rusuknya yang patah tiga. Dalam ketakutannya, Dasrun masih sempat-sempatnya mikir, emang ada seniman dipecat? Ada-ada aja lu, Cir.

Nges… Nges… Nges…

Nafas Dasrun serasa sesak, sementara ketiga sosok tadi semakin dekat padanya. Namun semakin dekat dengan Dasrun, tiba-tiba perlahan mereka berubah menjadi kabut dan menghilang bersamaan dengan datangnya sinar yang menerobos pucuk-pucuk pohon Akasia.

Dasrun menoleh, dan…

“Aw..”

Sebuah cahaya terang masuk dan menusuk matanya. Refleks Dasrun menggerakkan tangannya untuk melindungi matanya. Ketika ia kembali membuka mata, di sana sudah ada Nting dan Rama di sebelah kanan, serta Made Lecir di sebelah kirinya. Dia mendapati dirinya terbaring di dipan sebuah rumah sakit. Kepalanya dibalut perban dan sebuah jarum infus menancap nyaman di lengan kanannya.

***

Bagaimana kisah selanjutnya. Apakah Nting, Rama, dan Made Lecir kembali menghadirkan teror kepada Dasrun setelah sekian menit menghantuinya dalam bayangan? Nantikan episode selanjutnya…

Hhh, berhubung pesan dari si Empunya cerita suruh meng-estafet-kan ini cerita, saya oper deh ni cerita kepada sodari Arum. Mohon dilanjutken ya….^^

###

Note : All Right Reserved. Hak cipta dilindungi undang-undang(an).

11 thoughts on “Teror Virus Dasrun Super

  1. huik,,, wew… aku terpana.. bener2 takjub bang..🙂
    Keren,,,!!! ini sudut pandang berbeda untuk menceritakan si Virus Dasrun,,, hehehe…

    makasih banyak ya mau repot2 ketularan Virus ini,,, salam kenal lho.. *padahal kita belum kenal, tapi dirimu dah mau repot nulis lanjutan cerita ini, salute dah,, heheheh*

    sip, yuk kita intip lanjutannya di neng arum nan manis, bakal jadi apa kisah Dasrun selanjutnya… berangkattttttttttttt…🙂

    • hmm,,biasa aja mbak….

      i mean,,saya biasa kayak gini…hahahaha

      sama-sama,,,saya juga senang ikut dalam penyebaran virus ini… Sepertinya mbak harus bikin antivirusnya nih…hihihi

      iya,,semoga mbak arum manis itu bisa membuat kisah Dasrun lebih manis,,atau justru sebaliknya… tunggu saja,,,!

      salam kenal, mbak..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s