Wakil Rakyat bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kita mungkin selama ini tahu dan mengenal bahwa wakil rakyat adalah orang-orang (yang kebetulan dapat kesempatan) duduk di bangku Senayan. Mereka yang tiap hari tidur di dalam ruang rapat (meski nggak semuanya, saya yakin itu).

Tapi, mereka bukanlah sebenar-benarnya wajah para wakil rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia memiliki banyak wakil yang selama ini selalu dekat dengan rakyat. Siapakah mereka?

Mereka adalah para seniman. Seniman di sini berarti an artist, bukan selebritis. Kita harus membedakan apa itu artis dan selebriti. Artis adalah orang yang dikenal karyanya (yang mungkin tak begitu terkenal orangnya), sedangkan selebriti adalah orang yang dikenal orangnya (yang mungkin tak pernah berkarya). Kelihatan bedanya kan? Kalau nggak juga, saya kasih contoh. Coba, apa beda antara Djadug Ferianto dengan Adly Fairuz? Jawab ndiri deh ya…!🙂

Kenapa seniman?

Karena seniman adalah orang yang hidupnya paling dekat dengan rakyat. Mereka yang tahu dan sangat paham bagaimana rakyat Indonesia hidup. Sehari-hari mereka berkecimpung bahkan menyatu dengan rakyat.

Mereka juga yang paling vokal dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Nggak perlu berhari-hari rapat sampe gontog-gontogan, cukup ambil gitar dan kuas, lalu menyanyilah mereka, melukislah mereka, menyuarakan apa yang dirasakan rakyat.

Karena itu pula kenapa orang-orang seperti Iwan Fals, Slank, dan Franky Sahilatua begitu mendapat perhatian di hati masyarakat banyak. Karena rakyat memang merasa terwakili suaranya melalui alunan merdu melodi dan lagu yang mereka ciptakan.

Sebenarnya pemilu untuk anggota DPR itu pun hanya buang-buang duit. Cukup comot saja seniman-seniman yang ada di masing-masing daerah, jadikan mereka wakil rakyat. Rasanya mereka pun cukup bersahaja, tak memerlukan gedung mewah senilai 6 milyar, cukup saung yang nyaman di tepi sungai atau pendopo asri di tengah kolam. Lebih bisa menghemat milyaran uang negara hanya untuk memilih orang-orang yang kita tak pernah tahu seperti apa mereka sebenarnya.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Seniman dianggap kaum oposisi yang selalu bisa mengancam kekuasaan seorang pemimpin. Sebenarnya tak hanya kepada mahasiswa saja pemimpin itu takut, mereka juga takut pada seniman. Seniman bisa saja mengumpulkan tenaga rakyat dalam sekejap jika mereka ingin. Tapi tak pernah terjadi, seniman selalu menggunakan cara halus. Mereka sampaikan baik-baik melalui lagu, lukisan, ukiran, atau sekedar coretan-coretan.

Hasilnya, banyak seniman yang dipenjarakan atau lebih parah sengaja ‘dihilangkan’ dari peredaran agar tak mengganggu stabilitas kursi sang pemimpin. Dan yang berkembang belakangan ini adalah pemimpin (yang makin) makin tebal muka dan tebal telinga + tebal dompet. Tak tahu malu dan enggan disindir atau dikritik, maruk tanpa bandingan. Padahal tugas utama pemimpin adalah melayani dan mengayomi rakyatnya, seperti Adipati Hadiwijaya alias Jaka Tingkir saat memimpin Pajang, bukan hanya mengeruk uang rakyat demi kepentingan pribadi.

Jadi, memang rasanya kita tak perlu anggota DPR begitu banyak di sana yang capek-capek kita milih lewat pemilu yang mahal. Cukuplah para seniman yang menjadi wakil rakyat, sahabat rakyat yang begitu paham nasib mereka dan tak segan-segan menyuarakannya. Mereka juga cukup bijak dan bersahaja dalam memberikan masukan kepada pemerintah agar kebijakan yang akan diambil dapat menjadi win win solution, baik bagi pemerintah, baik pula bagi rakyatnya.

Tapi bukan berarti kita harus (beralih) memilih selebriti-selebriti yang mau jadi wakil rakyat seperti yang marak terjadi belakangan ini. Selebriti mungkin bisa saja terkenal karena popularitas, tapi mereka belum tentu bisa seperti mereka yang terkenal karena pemikiran dan hasil karyanya.

Mulo ojo munafik koyo wong wong politik, dadio wong seni kritis peduli ro wong cilik. Wong politik munafik, ra gelem nompo kritik, geleme nompo duit cacahe ra sak ithik. (Rotra – Ora Cucul Ora Ngebul)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s