Belajar dari Padi

 padi

Ada sebatang padi. Berawal dari sebuah biji yang tumbuh di sekitar sebuah kolam yang basah. Semakin hari dia semakin tinggi. Namun, padi ini tak pernah berbunga ataupun berbuah menghasilkan bulir-bulir padi. Sehingga manusia pun enggan mendekatinya, bahkan burung-burung prenjak ogah singgah karena memang tak ada yang bisa dimanfaatkan dari sebatang padi itu. Batang padi itupun menua dan mati, kering dan meranggas. Kehidupannya di dunia pun tuntas dan digantikan oleh generasi setelahnya.

Bayangkan!

Bayangkan jika nyawa sebatang padi itu adalah nyawa anda. Bayangkan jika anda hanya hidup seumur padi. Dan dalam hidup anda, tak pernah sedikitpun menghasilkan atau menguntungkan bagi orang lain. Singkat kata, kita tak pernah bermanfaat sedikitpun bagi orang lain dan sekitar kita.

Lalu, kita menua dan mati begitu saja. Sungguh kehidupan yang tak bermakna.

Coba kembali bayangkan diri anda sebagai sebatang padi. Ya, bayangkan umur anda hanya tiga bulan di dunia ini. Sebagai sebatang padi, tentu kita akan terus tumbuh hingga berbuah dan berharap akan ada makhluk hidup yang memanfaatkan bulir-bulir padi yang kita hasilkan. Lalu kita akan dengan senang hati dipotong oleh petani dan diambil biji-biji padinya. Lalu menjadi beras dan nasi. Sebagai sebatang padi, kita tentu akan bangga dengan hal itu.

Lalu setelah itu anda di mana? Tentu anda sudah tak lagi ada di dunia. Ada sudah duduk manis di tempat anda pertama dulu diciptakan, di sisi Tuhan anda. Menikmati buah keikhlasan dan manfaat yang telah kita perbuat semasa menjadi sebatang padi di dunia.

Bayangkan betapa mubazirnya hidup jika kita hanya lahir, hidup, makan, minum, tidur, lalu menua dan mati. Lantas, tak ada sedikitpun bulir padi yang kita hasilkan. Sementara Tuhan hanya memberikan jatah hidup sekali di dunia ini. Kita tidak akan bisa reinkarnasi ataupun minta dilahirkan lagi di bumi untuk mengulang waktu yang terbuang sia-sia semasa hidup. Masa itu telah lewat, kita telah dipanggil untuk dipulangkan ke kampung akhirat, tempat pembalasan segala amal.

Lalu, apakah anda masih berpikir bahwa anda akan hidup setahun lagi? Atau sepuluh tahun lagi? Hingga anda menunda-nunda untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain. Apakah ada satu makhluk pun yang bisa tahu berapa jatahnya di dunia ini? Tentu saja kita telah tahu jawabannya.

Dan, begitu tak bermakna hidup jika kita hanya lahir, hidup, tanpa berbuat sesuatu, lalu tiba-tiba mati. Dari sini kita telah bisa mengira-ngira apa yang akan anda katakan pada Tuhan. Anda akan memohon bahwa jika anda tahu umur anda begitu singkat anda akan berbuat baik sepanjang hidup dan akan bermanfaat bagi orang lain. Dan tentu saja anda akan minta pada Tuhan agar anda kembali dilahirkan ke dunia. Ooo, tidak bisa! Itu mungkin kata Tuhan pada anda.

Kesimpulan, jadilah sebatang padi yang bermanfaat, bulir-bulirnya bernas dan berisi, lalu orang-orang akan memanfaatkan untuk kelangsungan hidup mereka dan makhluk hidup yang lain. Jadi, hidup tak sekedar menungg dan menunggu karena waktu tak pernah menunggu, waktu terus berjalan dan kita hanya bisa menyadari bahwa kita sudah jauh tertinggal di belakang.

Kita tak pernah tahu sampai kapan kita akan bernafas, hingga hitungan nafas itu satu-satu mulai dalam hitungan mundur, 10-9-8-7-6-5-4-3-2…dan Tuhan menjemput kita. Kita tak pernah tahu. Bisa jadi saat membaca akhir tulisan ini, nafas anda mulai dalam hitungan mundur menuju 1 dan 0 (tiada).

Tak berlebihan kita belajar dari padi.

Kebahagiaan padi adalah ketika dimakan oleh manusia, karena hanya dengan cara seperti itu ia bisa berarti dan menjadi lebih baik (Percakapan di Warung Dewa, Putu Pande Setiawan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s