Resensi 20 Film Favorit

Berikut ini adalah 20 judul film favorit saya yang membuat saya tak bosan-bosan menontonnya. Sebagian suka pada jalan ceritanya, pesan yang terkandung di dalamnya, atau tak lebih hanya sekedar suka menontonnya.

Perhatian… Perhatian… Bioskop Mas Adi akan segera dimulai.

kiamat-tile

1.

Kiamat Sudah Dekat. Film karya Deddy Mizwar ini salah satu favorit saya. Film yang sederhana namun sarat makna, namun menjadi kurang menarik ketika dibuat sekualnya dalam bentuk serial.

2. Ada Apa Dengan Cinta. Pasangan Dian Sastro dan abang saya :D) Nico berhasil membangun karakter dalam film ini. Apalgi film ini didaulat sebagai tonggak bangkitnya perfilman Indonesia. Sudah beberapa kali saya tonton, dan saya sangat suka. Apalagi puisinya. Pecahkan saja gelasnya biar ramai!

3. Petualangan Sherina. Film pertama Sherina ini sangat saya suka, bahkan saya sempat mengoleksi kaset soundtrack-nya. Jalan ceritanya mudah dicerna dan penuh dengan pesan-pesan persahabatan bagi anak-anak.

4. Children of Heaven. Ini adalah film yang selalu sukses membuat bulu roma saya meremang sepanjang menontonnya. Perjuangan seorang kakak beradik. Baik di rumah maupun di sekolahnya.

5. Kuch Kuch Hota Hai. Satu dari sekian film Sakrukh Khan yang saya sukai, kala itu saya masih kelas 6 EseDe. Kaset soundtracknya juga sempat saya koleksi. Entah sudah berapa kali diputar di televisi, saya tetap menontonnya. Sewaktu EseMPe saya sering membayangkan menjadi dia dengan kedua teman saya, ha ha ha bahwa keduanya kan memeprebutkan saya suatu saat nanti.

6. Gie. Film biografi seorang mahasiswa UI yang berjuang atas nama keadilan dan sangat konsisten dengan pendiriannya. Apalagi pengisi soundtracknya adalah musisi favorit saya, Eross candra. Sewaktu masih jadi aktivis, seringkali menonton film ini dengan rekan-rekan seperjuangan, lalu dilanjutkan dengan jamming lagu Totalitas Perjuangan.

7. KCB I & II. Film yang sempat saya tunggu-tunggu kehadirannya. Saya pikir ini adalah film pertama yang sukses diangkat dari sebuah novel setelah sebelumnya AAC terasa ‘melenceng’ dari novelnya. Seperti kejadian KSD, KCB the series jadi mirip sinetron, saya bahkan tak menonton ending serialnya lantaran sangat tak suka sinetron.

8. Denias. Perjuangan anak Papua ini patut ditiru. Tak pernah patah semangat, selalu ingin tahu, dan catatan kisahnya sungguh inspiratif.

9. The Pursuit of Happiness. Film yang diangkat dari kisah nyata ini sungguh mengharukan. Sehingga saya harus mengkopi filenya ke dalam hard disk saya agar dapat selalu menontonnya. T_T

10. 3 Idiots. Film India yang sangat inspiratif, dari film ini saya belajar beberapa hal, diantaranya yakin pada kemampuan diri, tidak patah semangat, dan belajar beralasan yang tepat setelah saya merasa ‘salah jurusan’ ketika kuliah.

11. Taree. Film (lagi-lagi) dari India yang sangat menyentuh hati saya. Rasanya menjadi seorang guru itu menarik. Film yang bercerita tentang seorang anak yang memiliki kesulitan dalam mengenal huruf dan menuliskannya, kemudian menjadi seorang anak yang memiliki bakat melukis yang hebat melalui tangan seorang guru SLB yang ternyata juga pernah mengalami kesulitan yang sama dengan si bocah.

12. The Last Samurai. Sungguh mengagumkan jika melihat nilai-nilai yang dianut bangsa Jepang kala itu. itulah yang membuat Jepang begitu berbeda dengan negara lain, apalagi Indonesia. Seandainya Jepang itu ada di Indonesia, mungkin dah melebihi Amerika rasanya.

13. Ice Age (All Series). Film animasi favorit saya, tapi saya lebih suka jalan cerita film yang kedua. Dari sekian serinya, hanya satu yang membuat saya heran. Ternyata kehadiran figuran seekor tupai dan kacangnya sangat berpengaruh dalam cerita.

14. Kungfu Dunk. Dari dulu saya mengagumi permainan bola basket (meski tak bisa memainkannya lantaran tinggi badan kurang mendukung). Awalnya tertarik dengan sebuah serial korea berjudul MVP Lovers, saya jadi makin menyukai basket.

15. Nagabonar Jadi 2. Lagi-lagi Deddy Mizwar menunjukkan kualitasnya dalam bermain peran maupun membangun cerita. Sukses membuat sekuel filmnya terdahulu dan mengaitkan dengan kehidupan pada saat sekarang. Penuh nasionalisme, apalagi ketika adegan Nagabonar menyuruh Jenderal Sudirman menurunkan tangannya.

16. Finding Nemo. Ini juga saya suka.. pernah suatu kali (ketika EseMA) saya ngambek sama abang kost ketika disuruh meminjam VCD film apa saja, tapi saya disuruh mengembalikan lantaran dia pikir film kartun hanya untuk anak-anak. Akhirnya saya jatuh cinta saya ini film.

17. Batman (All Series). Dari kecil saya penggemar manusia kalong ini. Makin jatuh cinta ketika menemukan majalah Hai bertema Batman, setelah itu berburu film batman hingga yang terakhir The Dark Night.

18. Wall E. Ternyata robot pun punya perasaan, termasuk robot ‘tukang sampah’ ini. Namun saya lebih tertarik pada pesan dalam film ini, bahwa bumi adalah satu-satunya tempat di semesta ini yang (masih) bisa kita tinggali, maka jagalah bumi untuk kehidupan lebih baik, meski dimulai dari sebuah benih pohon.

19. Vertical Limit. Film yang suka diputar di acara-acara training motivasi ini juga keren. Segala emosi dan logika bertempur habis-habisan. Akhirnya sebuah keputusan harus diambil meski harus mengorbankan sesuatu yang kita cintai.

20. The Transformers. Tak lebih karena saya hanya suka pada robot-robotnya, tidak pada jalan ceritanya. Seringkali ketika menontonnya, saya hanya akan melihat adegan robot ini berubah bentuk atau berantem. Seru rasanya liat kaleng-kaleng berbenturan. Adegan-adegan pemainnya ‘Amerika’ banget, na’udzubillah.

Fiuh,,,inilah teman-teman, kedua puluh film favorit saya. Bagaimana dengan teman-teman?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s