Resensi 20 Buku Favorit

Sekedar ingin berbagi kepada teman-teman tentang angka 20 dalam hidup saya.

Berikut adalah 20 judul buku yang sampai sekarang masih saya baca, berulang kali. Sebagian karena saya suka membacanya, saya harus membacanya, dan sebagian lagi karena saya belum paham-paham juga isi bukunya. Hehehe…

Let’s check this one out!

images2-tile

1. Al-Qur’an dan Terjemahannya

keluaran Departemen Agama dan diterbitkan oleh Toha Putra. Ya itulah, karena saya tak jua paham dan hafal apa isi yang dikandungnya, saya harus terus menerus membacanya. Namun, insyaAllah sedikit demi sedikit mulai menerapkannya dalam kehidupan.

2. Keajaiban Shalat Menurut Ilmu Kesehatan China yang ditulis oleh Lukmah Hakim Setiawan, seorang guru kungfu dan terapis pengobatan tradisional China dan diterbitkan oleh mizan. Saya suka sekali buku ini, karena selain memaham shalat sebagai wujud syukur dan penghambaan kita kepada Allah, kita juga bisa menggunakannya untuk terapi beberapa penyakit. Alhamdulillah ada beberapa keluhan penyakit saya lenyap dengan menerapkannya. Nabi saja menganjurkan agar kita belajar sampai ke negeri China, jadi tak ada salahnya kita terapkan.

3. Potret Rasulullah Sebelum & Sesudah Menjadi Nabi karya ‘Amru Khalid. Buku ini menjadi semacam ringkasan dari Sirah Nabawiyah, namun disampaikan dengan sangat mendetail tentang Nabi saw mulai dari kecil hingga wafat. Penggambaran perjuangan beliau dilengkapi dengan hikmah di setiap peristiwa.

4. Tata Cara Shalat Rasulullah karya Drs. Muhammad Thalib. Buku kecil ini menjadi pedoman saya dalam melaksanakan shalat, bagaimana melakukan gerakan shalat dan bacaanya mendekati apa yang rasulullah lakukan. Seperti pesan beliau, “Shalatlah kamu sekalian sebagaimana kamu sekalian melihat aku shalat” (HR Bukhari).

5. Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap karya Ust. Cecep Iim Abdurrohim. Buku ini jadi pedoman saya ketika menjadi mentor untuk mahasiswa baru. Bukankah mengajarkan Al Qur’an itu berpahala? Selain itu juga untuk memperlancar bacaan dan menambah pemahaman tentang aturan membaca Al Qur’an yang baik.

6. Adab & Keutamaan Menuju Masjid dan Di Masjid karangan Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qahthani. Buku yang memacu saya untuk selalu mendatangi masjid ketika adzan berkumandang. Selain mengharap setiap keberkahan, sembari melatih diri menjadi hamba yang pandai bersyukur. Apalagi nabi juga menjanjikan bahwa, “…salah satu orang yang dirindukan syurga adalah pemuda yang hatinya terikat dengan masjid….”(Muttafaqun ‘alaih). Sebenarnya dilatarbelakangi oleh tingkah orang-orang yang ‘kurang beradab’ ketika di masjid, seperti misalnya merokok, tidak gosok gigi, bau badan, shalat sesuka hatinya ketika berjamaah, dan meribut.

7. ESQ karya Ary Ginanjar Agustian. Setelah ikut trainingnya dan membaca bukunya, makin terasa lengkap dalam aplikasinya, bagaimana menerapkan tujuh budi utama yang bersumber dari asmaul husna. InsyaAllah hidup menjadi lebih ikhlas dan berbuat sebaik mungkin karena Allah. Paket ESQ ini yang semakin menguatkan moto hidup saya, DO THE BEST!

8. Mantra yang ditulis oleh master ilusi Deddy Corbuzier. Sebenarnya saya tidak begitu suka dengan beberapa bagian dalam buku ini dimana dia (Deddy) menjelaskan tentang universalitas agama, mengaanggap semua agama adalah sama. Namun, dalam buku ini dia juga menjelaskan beberapa ilmu psikologis untuk membuat kita bisa mengenali dan memahami oarang lain, setelah itu mampu mempengaruhinya.

9. Multiple Inteligence for Islamic Theaching yang ditulis oleh Ariany Syurfah. Buku ini menjadi pegangan saya ketika berhadapan dengan murid-murid ataupun anak-anak ketika saya beberapa kali menjadi relawan trauma healing, terutama korban bencana gempa dan tanah longsor di beberapa daerah di Sumatera Barat. Saya menjadi lebih mudah untuk berhadapan dengan anak-anak sambil mengajarkan islam dengan indahnya kepada mereka.

10. Ayat-ayat Cinta buah karya Habiburrahman El Sirazy. Ini novel pertama yang saya baca. Dikenalkan oleh seorang sahabat di kampus. Sangat suka jalan ceritanya dan hikmah-hikmah di dalamnya. Sudah tiga kali saya beli buku ini, dikemanakan buku itu hanya saya yang tahu….hehehe. Buku ini juga yang membantu saya ketika terjadi perubahan besar dalam hidup saya, pemahaman pergaulan dalam islam.

11. Antareja Antasena karangan Pitoyo Amrih. Beliau coba menggambarkan cerita pewayangan itu dalam sebuah novel, dan bagus sekali. Saya jadi makin mengenal tokoh favorit saya, yaitu Prabu Kresna, dan tokoh favorit bapak saya, Antasena.

12. KCB I & II. Novel kedua Habibburrahman yang sangat menginspirasi saya, meski tak harus menjadi Azzam. Setidaknya saya bisa terus memperbaiki diri agar ‘pantas’ menerima orang seperti Anna kelak. Amiin

13. Quantum Ikhlas karangan Erbe Sentanu. Ini menjadi salah satu meteri terapi saya ketika hati mulai gundah. Dengan mendengarkan CD-nya, kita bisa membawa hati dan perasaan kita menjadi positif dan makin ikhlas.

14. Jaka Tingkir, Jalan Berliku Menjemput Wahyu. Sebuah novel epos karya Gamal Komandoko. Ini juga salah satu tokoh favorit saya, pun ketika serialnya turut diputar di televisi. Saya kagum atas kerendahan hatinya, baik saat menjadi rakyat jelata maupun ketika menjadi raja.

15. Samsara. Buku antologi puisi dari Putu Pande Setiawan yang menjadi referensi saya ketika menulis puisi setahun terakhir, mencoba meniru gaya penulisanya yang banyak bercerita tentang kehidupan tanpa harus menggunakan kata-kata yang rumit, namun mudah dicerna oleh pembaca, dan tetap memperhatikan permainan kata. Salah satu puisi favorit saya adalah Sinetronaholic.

16. Let’s Talk About… Buku karangan Retnadi Nur’aini dkk ni juga sangat menginspirasi saya, meski gaya bahasa dan tuturnya lebih secara ‘perempuan’ namun banyak pelajaran yang bisa kita petik, saya harap istri saya nanti juga mau membacanya.

17. Harus Bisa. Sebuah buku biografi SBY yang ditulis oleh juru bicara beliau sendiri, Dr. Dino Patti Djalal. Saya mengagumi sosok SBY (tentu disamping semua kontroversi yang beliau buat). Cara kepemimpinan beliau juga saya suka, terlebih ketika mengetahui beliau juga menyukai tokoh pewayangan Kresna. gaya kepemimpinan beliau mirip sekali. saya juga suka ketika mengetahui SBY piawai memainkan alat musik, terutama bass.

18. Revolusi Berhenti Hari Minggu terbitan Kompas. Sebuah kumpulan testimoni untuk merayakan ulang tahun Emil Salim yang ke-70. Ini adalah buku peninggalan dari seorang sahabat di Jogja ketika berkunjung ke Padang. Salah satu testimoni yang sampai sekarang coba saya terapkan, yaitu hari minggu Emil Salim tak bisa diganggu. Saya coba menirunnya, bersibuk-sibuk dengan urusan kuliah, kerja, dan organisasi selama enam hari, dan akan berhenti ketika hari minggu, itu adalah My Independent Day. Tak ada urusan kuliah, atau organisasi di hari itu. maaf saja ya teman-teman… J

19. Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps, terjemahan dari Allan dan Barbara Pease, sebuah buku elektronik yang saya temukan dan sangat menarik sekali. Buku ini membongkar rahasia perbedaan cara berkomunikasi antara laki-laki dan perempuan, yang seringkali menjadi tembok pembatas komunikasi antara laki-laki dan perempuan. setidaknya saya bisa belajar membangun komunikasi yang efektik dengan perempuan dengan memahami mereka.

20. Trilogi Dukuh Paruk karangan Ahmad Tohari. Sebuah novel budaya yang mengangkat tradisi ronggeng dalam masyarakat. Sangat meyentuh dan membuat saya sempat menangis, bagaimana perjuangan hidup Srintil hingga akhirnya dia menjadi gila. Saya sempat mengambil sedikit jalan ceritanya untuk membuat sebuah cerpen, intinya tentang tradisi jodoh menjodohkan, namun tak sampai gila pelakunya. He he…

2 thoughts on “Resensi 20 Buku Favorit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s