My First Book

LIMA BINTANG UNTUK SELAKSA MAKNA CINTA

bukuku Selaksa Makna Cinta (Antologi Cerpen dan Puisi Manisnya Persahabatan), ISBN: 978-602-97092-1-6, Genre: Sastra (Fikisi). Ukuran: 14 x 21 cm. Jenis Kertas: HVS Tebal: 387 Halaman. Harga Rp 45.000 (disc 10% hingga 15 november 2010)

<—>

logoUNSA Award 2010, adalah Lomba menulis perdana dari Group UNTUK SAHABAT yang melatarbelakangi terwujudnya buku “Selaksa Makna Cinta”. Penulis dalam buku SMC ini adalah para peserta dari lomba tersebut, merupakan naskah terbaik di antara ratusan naskah peserta yang mengikuti UNSA Award 2010 dan ditambah dengan penulis undangan yang namanya sudah berkaliber nasional.

Selain lomba menulis, Unsa Award 2010 juga mengadakan kompetisi pencarian Logo dan Slogan untuk Group UNSA, dan pemenang dari lomba tersebut juga ditampilkan pada cover belakang buku SMC.

dhony

Logo UNSA 2010 ini, diciptakan oleh

Continue reading

Advertisements

Catatan Sesosok Ayam Jantan

Hai, perkenalkan. Namanya ayam, lebih spesifik lagi dia adalah ayam jantan. Tapi nggak sodaraan ama kambing jantan, karena memang jauh sekali bedanya. Kambing jantan suka ngupil, ayam jantan…(boro-boro ngupil)

Apa sih yang patut dibanggakan menjadi sesosok ayam jantan? Profesi yang kadang dipandang remeh oleh sebilah pisau ini ternyata memiliki nilai-nilai moral yang bisa dijadikan refleksi hidup (apa sih, siang-siang ngelindur…). Asal jangan dijadikan pegangan aja karena akan sangat susah sekali memegangnya, ayam jantan tak pernah bisa diam.

Bukan. Maksud saya, saya hanya ingin menjelaskan betapa bangganya menjadi sesosok ayam jantan.

Ayam jantan bisa didefinisikan sebagai ayam yang berkelamin jantan (ya iyalah….). Ciri khas fisiologis yang mudah dikenali dari (sebagian besar) ayam jantan adalah memiliki jengger (semacam daging tumbuh, mungkin…) yang bertengger di kepalanya seolah itulah mahkota kehormatannya. Warnanya merah, agak keras dan kasar permukaannya. Hanya saja, saya tak tahu pasti apa fungsi aslinya.

Lalu ada pula sepasang jengger yang menggayut di bawah dagunya (emang punya dagu?) yang lebih terlihat mirip kulit yang tumbuh berlebih, menjadi semacam janggut yang makin menambah pesona kejantanannya.
Lalu akan tumbuh pula surai-surai panjang menghiasi lehernya yang panjang itu, keren banget lah pokoknya! Sepasang sayap yang indah bulunya dan yang tak kalah penting adalah surai ekor yang panjang (ini adalah daya tarik tersendiri baginya, bayangkan saja betapa tidak macho-nya ayam jantan tak bersurai ekor).

Bagi sodara dekat ayam, yaitu burung merak (eh, ternyata keluarga ayam juga…?) mereka punya tiga buah mahkota yang menghiasi kepalanya dan ekor yang tak kalah cantik pula (khusus merak cowok). Tapi jangan dibayangin reog ponorogo, pala merak tetep aja pala ayam, bukan pala macan. Ekornya bisa mekar mirip kipas warna-warni milik emak-emak yang lagi arisan genset. Dan bagi sodara jauhnya lagi, yaitu kalkun, entah apa yang bisa dibanggakan dari mereka selain tubuhnya yang bongsor dan semok aduhai.

Kembali ke ayam jantan tadi.

Sebelum kita membahas sifat-sifat baiknya, alangkah baiknya jika kita sedikit menyinggung kebiasaan buruknya.

Kesan pertama yang bisa dilihat dari sesosok ayam jantan adalah mereka itu agak sombong. Kalau berjalan mereka akan mengembangkan kedua sayap mereka sambil mengangkat muka, mirip jendral (jadi-jadian) yang lagi meriksa barisan. Mereka suka sekali berjalan-jalan di sekitar betina yang ganjen sambil bersiul. Ha ha… Bingung kan gimana caranya tuh ayam jantan bersiul? Coba deh perhatiin, kalo jakun tuh ayam naik turun, ntuu tandanya dia lagi bersiul. (Kadang mikir juga, kalo tuh ayam bersiul, lagunya kira-kira apa ya…hmm)

Mereka hobi sekali berpoligami, tak memandang ras. Entah itu ayam Asia, Negro, atau blasteran India-Jamaika (pasti bulunya kriwil-kriwil, hahaha…). Catatan : Pembedaan ras dilakukan hanya berdasarkan warna bulu dan tipikal wajah tuh ayam, belum ada riset ilmiah resmi yang mampu mendukung teori ini.

Sama seperti halnya pejantan lain, ayam pun tergolong maruk. Mmm, bahasa ilmiahnya apa ya? Mereka takkan bertahan dengan satu betina saja, pasti nambah lagi. Dan jika mereka dah berjaya sama banyak pasangan, sombongnya keluar tuh. Jika ada pejantan lain yang mendekat dengan masud menggaet pasangannya (bukan untuk adu suit jepang), jangan harap, langkahi dulu mayatku, katanya.

Nah, ini dia sifat-sifat baiknya (yang buruk dikit-dikit aja yah, biar kalian nggak benci-benci amat ma mereka).
Mereka itu sangat tepat waktu dan disiplin sekali. Tepat pukul setengah lima pagi, mereka akan berkokok dengan kencang layaknya jam weker buat bangunin emak-emak yan glagi tidur nyaman biar cepat bikin sarapan.

Meskipun playcock ( (istilah playboy buat ayam jantan), mereka akan setia pada pasangan-pasangan mereka. Setelah berhasil ‘menelori’ (istilah pembuahan yang terjadi di tubuh si betina), ayam jantan itu akan bertanggung jawab mencarikan nafkah lahir dan batin buat tuh betina, ngajarin bikin sarang yang nyaman, posisi yang Pe-We buat betelor, sampai dengan sabar nungguin tuh betina slese betelor. Kadang kasian juga lliat tuh ayam jantan pas lagi nungguin si betina betelor, bengong, kesepian (lantaran belum dapet betina baru), mondar-mandir kesana kemari (persis cowok yang kehilangan ceweknya tiga jam yang lalu, trus bokap tuh cewe nanyain).

Dan mereka rela dan ikhlas ketika anak-anak mereka menetas, si betina bakal jadi galak banget binti judes sama siapa aja (pelampiasan kali yak, mungkin kesel berhari-hari kagak makan nungguin tuh ayam pada netas). Sampai-sampai lupa sama si jantan, kena patok juga klo deket-deket. Tapi derita si jantan tak akan lama jika suatu ketika ada ayam betina remaja yang sedang puber tertarik padanya.

Satu lagi keistimewaannya adalah ketika ada ayam jantan berkokok di malam hari, maka itu tandanya ada malaikat rahmat lewat (bukan si rahmat, tapi malaikat yang lagi bagi-bagi rahmat). Maka manusia-manusia yang paham dan sadar betul, mereka akan berharap sekali malaikat ntu mampir ke rumahnya. Beda kalo si anjing yang berkokok. Eh, menggonggong malem-malem. Itu bukan tanda ada kafilah yang berlalu, tapi si setan yang lagi cari mangsa baru. Orang-orang akan sering ta’awuz.

Maka kesimpulannya, agaknya saya tetap bangga pada ayam yang satu ini. Mungkin karena itu Sheila on 7 bikin gambar siluet ayam jantan di album keempatnya (Pejantan Tangguh), barangkali tersepona ma pesona tuh ayam.

So, Walau bagaimanapun, ayam jantan tetap ada di hatiku. Kukuruyuk…!

seInstall on Se7en (S07)

Sejak dibeli kira-kira tiga tahun lalu, leptop saya sudah mengalami beberapa kali masa reinkarnasi. Awalnya dia ber-OS Windows XP Professional SP2, katanya sih gitu. Ah, saya nggak puas, tapi buat pemanasan nggak apa-apa kali ya. Sekitar tiga bulan berlalu (udah ada tanda-tanda kehidupan dalam rahim), saya tergiur untuk menggantinya dengan Windows Vista. Saya juga tertarik karena fasilitas yang diberikan di dalamnya. Mengenai Vista, udah tiga kali Vista mati-idup di leptop saya, masalahnya klasik, kena virus influenza yang bikin tuh leptop meler dan tak bersemangat sama sekali.

Instalan terakhir dimasukin sebuah antivirus (AV) yang keren (katanya sih), ternyata tuh AV ribet banget dan versi trial. Asem! Akhirnya saya uninstall saja, dan apa yang terjadi? Ternyata akar AV itu ditancepin di sistem leptop. Alhasil, ketika saya me-remove tuh AV, leptop saya ikutan heng, terus modar. Semprul!

Dan, saya harus menginstall ulang windowsnya, hhh… Dan itulah yang terakhir saya pakai. Nyaman-nyaman aja, tune up juga akur. sip… Adem! (ini bukanlah kata umpatan seperti yang sudah-sudah)

Saya sudah berkali-kali diiming-imingi agar meng-upgrade vista saya yang lumayan berat di leptop ini (partisi C leptop hanya tersisa 5 GB, uedan!) dengan se7en yang katanya ringan abis, mungkin sejak setahun lalu ketika baru-baru keluar tuh se7en. Selama itu pula saya kumpulin semua informasi yang relevan, yang mampu menguatkan niat dan azzam saya untuk mengganti vista tercinta dengan kenalan baru saya, se7en (jeng jeng).

Terakhir adalah ketika H-2 (sebelum saya sukses meneriakkan suara hati dengan menginstall se7en), ketika seorang teman sekamar (yang sampai sekarang belum jadi sekamar) meminjamkan sebuah CD instalasi Windows 7 Home BasicTM.

DSC00367

Hmm, mau diapain ya ni CD, mau saya pake tapi g muat, lagian lucu juga nanti. Akhirnya coba-coba berhadiah (meskipun kata iklan “…install se7en kok coba-coba” kira-kira begitu lah..), saya masukkan itu CD ke dalam CD Drive saya, dan tahapan-tahapan saya jalani. Akhirnya ketika menekan tombol ‘Install Now’, saya mendapati dua pilihan sulit, yang akhirnya membuat saya bimbang antara dua pilihan (halah), antara membarui atau mengganti. Saya tekan membarui (alias upgrade, bagi yang tak paham istilah saya) dan hasilnya….

Your vista ulitimate cannot upgrade with seven home basic…

Kira-kira begitulah bunyi pemberitahuan yang saya dapatkan (dari ketua RT). Yah, padahal dah deg-degan PakeEsDiminumSiangSiang leptop tercinta bakal pake se7en tanpa harus menginstall ulang semua program yang sudah tersemat manis di desktop.

Besoknya (H-1) saya beranikan diri menghadap sinuhun sofwer (teman sekamar saya tadi yang sampai sekarang belum sekamar). Saya meminta CD instalasi se7en ultimatenya, barangkali tuh Vista Ultimate berjodoh ma Se7en Ultimate. Setelah saya sandingkan, ternyata si se7en ditolak mentah-mentah. Saya pun akhirnya muntab.

Tepat setelah sholat maghrib (diawali dengan tilawah beberapa ayat dan makan malam), saya memarahi vista ultimate habis-habisan, mengusirnya keluar dari leptop tercinta. Sebenarnya nggak tega, karna udah setahun ini dia sangat nyaman membantu semua kerjaan saya (yang akhirnya salah satu puisi saya dipinang Dang Aji), tapi mau gimana lagi, saya marah… tidak benar-benar MARAH!

Dengan perasaan terharu (karna saya sedih juga harus melepas vista ke alam baka), saya masukkan CD instalasi Windows Se7en Ultimate (yang sudah di-image ke sebuah flashdisk-kecil-mungil-yang-cantik-berwarna-ijo. Dengan (sekali lagi) perasaan sedih, saya tekan ‘install now’ untuk menyudahi masa kejayaan vista ultimate di leptop saya.

Sret.. Sret… Sret…

(si flashdisk berkedip-kedip, si leptop bernafas lembut, si saya tegang banget)

Ternyata nggak butuh waktu lama, sekitar 15 menitan, sama kayak kita bikin roti bakar bandung di perempatan Pasar Baru (asli uenak!), akhirnya se7en ultimate sudah bertahta di haribaan leptop acer 4715z milik saya (pinjam dari bapak, kriditnya blum lunas).

Saya pentengin terus wajahnya yang manis sambil senyum-senyum kemenangan. Lalu saya masukkan lagi CD Acer untuk melengkapi perabotan leptop saya, dan karena ini acer keluaran tahun 2007, jadi udah nggak apdet banget dalemannya (aduh bahasamu…).

Dari sekian instalasi, hanya VGA-nya saja yang berkeras tak mau menerima kehadiran sang Se7en Ultimate, lalu dengan perasaan kacau balau (disertai gaya agak lebay) saya merampok modem nganggur milik teman sekamar (yang sampai sekarang belum sekamar) buat googling VGA yang mau menerima kehadiran Se7en Ultimate.

Sampai tengah malam saya cari nggak ketemu. Mata saya sudah hampir lima watt, itu tandanya… Hmm, saya tinggal tidur aja lagi.

But, inilah instalasi windows pertama yang saya lakukan sendiri. Ternyata, mudah juga. Thanks, Sinuhun…!

Thank You, Allah. I Love This Day

 

Hari ini, rabu (20.10.2010) adalah hari yang sangat menyenangkan. Melebihi euforia beragam pasangan yang melaksanakan pesta sepuluh hari yang lalu (10.10.10). Sebenarnya pada hari itu (triple 10) saya juga sedang bereuforia bersama teman-teman dari ATS IHT 2010 dan juga Fosma Komsat Unand, kami mengadakan outbond (jalan kaki) dari Jembatan Siti Nurbaya, mendaki dan menuruni Bukit Gado-Gado, dan menuju Pantai Air Manis (yang mana airnya sama sekali tak manis, justru asin), tapi sebelumnya kita mampir ke Pulau Pisang (yang mana lagi-lagi tak ada satupun tanaman pisang tumbuh di pulau karang ini) untuk brifing dan melepas lelah, sambil makan ular (snack), dan remeh temeh.

combine

Lain kali deh saya posting tentang jalan-jalan Fosma ini. Nikmati aja dokumentasinya.

Kembali ke leptop.

Hari ini memang ada beberapa rencana yang berjalan tak sesuai prediksi. Namun, justru di sana saya menemukan hal-hal unik, yang akhirnya mengikis penyesalan saya telah menjalaninya. Enjoy aja!

Dan inilah kejadian-kejadian seru bin ajaib yang saya temukan sepanjang hari (mulai dari itungan maghrib sampai maghrib lagi).

 

Continue reading

Poliandri

Banyak pertanyaan berdengung (lantaran nitipin pertanyaan lewat tawon endhas) di kepalaku, kadang mampir di hidungku, bikin aku mimisan. Biasanya para perempuan yang paling banyak menanyakan hal ini, terutama satu teman saya yang sangat penasaran dengan masalah yang satu ini.

poliandri3

Kenapa wanita alias perempuan nggak boleh poliandri, sementara para lelaki bin pria ini boleh punya istri lebih dari satu? Walah, saya aja bingung mau jawab apa. Soalnya jika saya jelaskan pun, mereka bakal nanya yang sama berulang-ulang kali. So, apa mau dikata.

Tapi setidaknya saya bisa kasih alasan yang (mendekati) rasional dan bisa dipercaya untuk menjelaskan fenomena itu.

Pertama mungkin bisa kita jelaskan apa itu poliandri.

Yang jelas poliandri itu nggak sama seperti politeknik atau poliklinik. Poliandri adalah vektor dari poligami (yang juga nggak sama seperti polisapi atau polikambing, apalagi epilepsi). Jika poligami berarti seorang laki-laki bisa punya lebih dari satu istri, maka poliandri kurang lebih berarti seorang perempuan yang gatel pengen punya suami lagi padahal suaminya masih ada.

Loh, kok bisa.

Udah, nggak usah protes dulu. kembali ke leptop!

Jika kita telusuri lebih jauh (ke dalam hutan tropis kalimantan), ada sebab-sebab tertentu yang menyebabkan seorang laki-laki bisa berpoligami. Misalnya si istri nggak bisa menuhin kewajibannya sebagai istri, si istri punya penyakit yang susah disembuhkan, atau si istri nggak bisa ngasih keturunan. Oleh karena sebab itu laki-laki dibolehkan beristri lagi, tentu dengan persetujuan semua pihak. Dan persetujuan bahwa si suami bakal bisa adil terhadap istri-istrinya, n bisa menjamin kehidupan mereka.

Lantas, boleh nggak sih kalo kejadiannya sebaliknya, tiga hal tadi berlaku pada si suami, misalnya suaminya mandul, ato penyakitan. Apakah istrinya tetep bisa punya suami lagi sementara suami yang lama masih ada? Jawabannya tetap tidak bisa.

Hukum di Indonesia tidak mengatur hal itu, lagipula dalam agama islampun tidak diperkenankan seperti itu. Alasannya, simpel dan sangat klasik. Cuma masalah anak doang, kalau tu istri hamil maka siapa yang jadi bapaknya. Boleh aja rebutan ngaku jadi bapaknya, terus jika si anak (kebetulan) lahir nggak normal en nggak ada satupun suaminya ngakuin itu anaknya, pan gawat. Jelas aja mereka yang bikin blendung tu istri.

Tapi, siapa sih yang mau dimadu, Mas? Sabar buk, kan udah ane jelasin di atas. Pada keadaan tertentu dan sudah mendapat persetujuan semua pihak. Jika si suami tanpa sebab menambah istri, ya boleh aja tu istri muntab. Minta cerai biar jelas statusnya.

Nggak tahu ah, itu doang yang saya tahu. Baiknya tanya ke Uje, ato ustadz Mansyur gitu, ane ustad baru kemaren..hehe

Aduh, Dek. Jilbabmu itu…

 

 

DSC00568DSC00952

          Aduh, Dek. Mending nggak usah pake jilbab segala kalo celana loe sempit bener ampe sesek gue liatnya. Loe udah ngajarin nggak bener buat anak-anak eSDe yang ngikutin diblakang loe. Anehnya, emak-emak yang ngibing di blakang tuh anak eSDe nyaman-nyaman aja liat pemandangan ‘menyesakkan’ itu. Usut punya usut, mereka juga berpakaian sama, bedanya jilbabnya terurai panjang berwarna hitam bermerk rambut. Hew, ntu mah saja aja atuh, Ibuk.

Emang sekarang lagi ngetren banget dah di kampus. Cewe-cewe pake celana pinsil, ato yang kaco banget sengaja make lejing ke kampus. Padahal atasnya berjilbab, jadi kalo disejajarin ama temennya yang kagak pake jilbab, beda-beda tipis, sebelas-duabelas lah. Semua kalangan cewe make ntuh clana, mulai yang ukuran kakinya proporsional ampe yang kagak jelas mana paha mana betis. Suer, kagak enak banget buat dinikmati.

 

DSC00168

DSC00131-1

Model : Cewe-cewe di kampus U****

 

          Kagak sadar mereka udah nularin virus nggak bener buat generasi penerus bangsa ini. Gue aja ampe geleng-geleng pala pas ponakan gue minta beliin baju lebaran, “Om, bli baju yg seksi ya.”

          Aduduh… Parah banget, anak segede upin dan ipin aja dah tau mana baju yang seksi ato baju yang kagak seksi (menurut pemahaman otaknya yang baru berkembang itu). Dan (kejadian yang sama berlanjut), bapak-emak mereka bangga kalo anak-anak mereka seksi-seksi, ada yang seksi konsumsi, seksi perlengkapan, atau seksi keamanan (ini khusus yang cowok ajah).

***

          Gue pernah hampir muntah (entah mungkin bapak gue juga ngalamin hal yang sama) pas lebaran kemarin ini (sekali lagi ditegaskan, baru kemarin ini). Kejadiannya adalah ketika ada sepasang muda-mudi beranak dua yang datang berkunjung-pagipagi-setelahshalat’ied-entahmerekashalatataunggak. Yang cowok sangat keren pakai koko putih en celana jeans cutbrai (yang sejatinya dipakai buat cewek). Setelah sang suami tercinta sungkem dan mencium tangan bapak gue, giliran si istri yang maju. Gue sih cuek aje, karna masih ada kue bolu manis di mulut gue. Selesai sungkem, tuh istri bangkit dan berbalik.

           Jeng jeng…. (Irama orkestra)

           Huek..uhuk..uhuk

Flash Fiction Contest – Pesta Blogger 2010

Tentang Seribu Pinta

 

          Wajan berisi minyak panas itu serasa ingin membakar wajahku. Baru saja menyelesaikan sup, aku harus menggoreng ayam, belum lagi tempe dan tahu yang menunggu disambal. Aku lelah sekali jika terus begini, ada-ada saja yang diminta. Mereka takkan pernah berpikir letihnya menyediakan ini setiap hari.

          Ingin aku meninggalkan mereka barang sehari, menikmati waktu sendiri. Tapi itu tak mungkin terjadi, aku sudah berjanji di depan orang tuanya akan selalu setia mendampingi anak semata wayang mereka. Pun ketika dua pangeran tampan itu muncul. Aku akan sangat berdosa jika lari dari tanggung jawab ini.

          “Assalamu’alaikum…”

          “Wa’alaikumsalam.” Jawabku.

          Hhh, dia baru pulang sore ini. Lagi-lagi aku harus menyembunyikan wajah lelahku agar dia makin senang melihatku. Tuhan, aku tidak berpura-pura kan? Aku sudah memutuskan hidup di tengah-tengah perbedaan ini.

          Perlahan perasaan itu hilang ketika sebuah kecupan mendarat di keningku, lalu berlarian jundi-jundi kecil kami mengikuti langkah suamiku, membuat senyumku kembali merekah, melupakan sejenak rutukanku tadi.

          Usai shalat maghrib, mereka sudah duduk tenang di depan meja makan. Di depan ayah ada sambal tempe dan tahu, si abang menatap ayam goreng, si adik tak sabar melahap sup, dan aku menunggui gulai ikan. Inilah keluarga kecilku, aku takkan pernah mengeluh meski mereka minta seribu macam makanan yang berbeda sekalipun.

[Padang, 11 Oktober 2010]

Total : 200 kata (tidak termasuk judul)

 

Diikutkan dalam Flash Fiction Contest – Blogfam & MPID (Pesta Blogger 2010)