Mewarisi sifat pengecut Yahudi

Mewarisi sifat pengecut Yahudi


Lalu bagaimana jika wajah berkerut?
Atau jadi tua?
Atau banyak jerawatnya…?

Kira-kira seperti itulah potongan kalimat yang diucapkan bintang film ternama india dalam sebuah iklan produk pemutih atau bahan permak wajah.

Sadar atau tidak sadar ternyata kita telah terbiasa dengan sikap pengecut bangsa Yahudi yang mereka tularkan dalam setiap sendi kehidupan kita. Baik itu melalui produk-produk yang mereka jual kepada kita, atau segala bentuk pemikiran yang akhirnya membuat kita terjajah secara intelektual.

Lihat saja berbagai macam bahan kosmetik yang menjanjikan kita akan menjadi muda dan tak pernah tua, seolah menjawab semua kekhawatiran manusia akan menjadi tua. Berbagai alat kesehatan yang membuat semua tetap kencang, semua tetap muda dan semua seolah menjadi jawaban atas setiap kekhawatiran manusia akan dirinya. Takdir menjadi sebuah ketakutan. Ketakutan bahwa penampilan fisik menjadi modal utama dalam kehidupan manusia.

Ketakutan yahudi yang diwariskan dapat dilihat dari tayangan-tayangan yang bisa saja kita lihat di internet. Bagaimana pandainya tentara palestine memberi teror yang tidak memtikan namun cukup membunuh nyali bangsa yahudi. Roket tak berbahaya yang diluncurkan tentara palestine sama sekali tidak melukai, namun betapa takutnya bangsa yahudi akan kematian membuat mereka terbirit-birit berebut masuk ke dalam bunker dalam tanah. Ketakutan mereka pula yang membuat mereka tak segan membunuh anak kecil dan wanita-wanita palestina.

Itu pula yang akhirnya kita warisi dari mereka. Kita takut akan masa depan. Takut bahwa harta kita akan hilang. Takut bahwa kita akan menjadi tua dan buruk rupa. Takut kita akan kemana setelah mati. Seperti itulah ketakutan-ketakutan yahudi yang coba disembunyikan dalam wajah-wajah sangar mereka saat membantai orang-orang sipil palestina.

Akhirnya, apakah kita akan tetap menjadi seorang pengecut? Menjadi seorang penakut yang tak takut pada Tuhan. Menjadi seorang penakut akut yang tak percaya akan hari akhir dan takdir menjadi seorang manusia di muka bumi. Na’udzubillah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s