Puisi Terindah

Ingin kurangkai puisi terindah
Dari debu-debu bumi Palestina
Dengan darah-darah syuhada yang wangi
Di atas kafan-kafan putih pembungkus jasad pejuang

Ingin kurangkai puisi terindah
Sebagai hadiah kepada tentara Israel
Terima kasih atas peluru dan mortir yang kau lemparkan
Bumiku penuh dengan manusia-manusia penghuni syurga

Ingin kurangkai puisi terindah
Yang lahir dari rahim perempuan-perempuan tegar Palestina
Yang senantiasa senandungkan tasbih dan takbir
Sebagai bingkisan yang gentarkan nyali pecundang Israel

Ingin kurangkai puisi terindah
Di tembok ratapan, tempat mengadu bani izrail
Agar mereka tahu disitu nabi kami pernah singgah
Untuk bertolak ke langit tujuh menjemput wahyu

Ingin kurangkai puisi terindah
Di kamp-kamp pengungsian
Di antara tangis anak-anak yang kelaparan
Di antara teriakan takbir dan tasbih yang senantiasa disenandungkan perempuan-perempuan sejati Palestina

Ingin kurangkai puisi terindah
Di antara kepulan gas air mata, desingan peluru, dan rudal-rudal yang menghantam rumah-rumah kami
Mencerai-beraikan tubuh orang tua kami
Melukai adik-adik kami

Ingin kurangkai puisi terindah
Sebagai persembahan tarakhirku
Sebelum aku…menutup mata

Retno Adjie
[Padang, 03 Nopember 2009]
Dimuat dalam antologi Tribute to Palestine (segera terbit)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s