Perempuan bercelana mini

Dampak media, terutama media TV begitu besar membius mental anak-anak negeri. Artis-artis yang otaknya pindah ke dengkul atau yang sudah tak berotak sekalipun dengan senang hati menghancurkan bangsa sendiri. Entah sadar atau tidak, apa yang mereka lakukan akan diitiru bagi siapa saja yang melihatnya, terutama AbeGe-AbeGe Indonesia yang notabene masih dalam tahap pencarian jati diri.

Yang laki-laki, mereka diajarkan pacaran, selingkuh, playboy, minuman keras, dan narkoba. Otak mereka dihipnosis dengan iklan-iklan rokok yang selalu digambarkan sebagai simbol kejantanan dan hal-hal yang positif.

Yang sangat rentan adalah remaja-remaja putri. Lihatlah, makin ramai saja anak-anak SMA ataupun yang masih SMP yang bercelana pendek keluar rumah. Dahulu mereka risih, namun diajarin sama TV lewat seleb-seleb yang ‘edun’ itu bahwa celana pendek itu wajar dipakai cewe-cewe buat hang out. Mereka pun nggak sempet mikir, berlenggak-lenggok tak berdosa di depan kamera tanpa sadar sembilan dari sepuluh remaja sudah dia jerumuskan.

Baju-baju ketat dianggap sudah biasa, tak pakai baju rangkap hingga nampak beha juga sudah dianggap lumrah, nampak pinggu hingga kelihatan kolornya dianggap biasa aja. Bersolek, nongkrong, wara-wiri pakai matik mamerin paha yang belang-belang bekas cacar air, sampai pakai aksesoris yang aneh-aneh. Pergaulan lawan jenis layaknya saudara. Peluk dan cium dah jadi biasa. Cewek-cewek tanggung ini kian centil, berlagak pakai BlackBerot segala, semakin berani melawan orang yang lebih tua, bahkan melabrak. Ancaman paling populer adalah kabur dan bunuh diri. Dikasih tahu yang baik-baik malah ngata-ngatain.

Dan parahnya, orang tua mereka kebanyakan justru bangga kalau anak perempuannya gaul, banyak teman, punya cowok, pakai baju-baju keren. Mereka justru malu jika anak perempuan mereka menutup tubuh, pakai jilbab diibilang ninja, banyak berdiam di rumah dibilang kuper, atau jika anaknya tetap jomblo tak punya pacar.

Na’udzubillah…
Mau dibawa kemana diri mereka? Padahal perempuan adalah tiangnya negara, kalau perempuannya saja sudah ‘rusak’ maka negara pun jadi tak beres. Padahal tempat kembali kita tetap saja ke kuburan. Semua perhiasan dunia akan musnah. Kemuliaan diri yang menyelamatkan mereka saat di akhirat nanti.

Bertobatlah para selebritis, media TV, perancang busana, penjual pakaian, orang tua, bocah-bocah tanggung ini, dan saya juga agar kita tidak ikut menghancurkan negara ini. Mari kita sama-sama menjaga kemuliaan diri, biar kita selamat saat menghadap Tuhan.

Ingat mati…
Ingat-Ingat hidup hanya satu kali… (Wali, Tobat maksiat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s