Kenapa jarang sekali bisa tepat waktu?

Wah… Wah… Wah…

Tak di sini, tak di sana, tak di mana-mana.

Jarang sekali yang tepat waktu, jangankan hanya seminar nasional, sebuah kongres internasional pun juga bisa terlambat, seperti saat Presiden SBY menghadiri KTT OKI ke-11 di Dakar, Senegal pada pertengahan Maret 2008. Kongres setingkat KTT pun bisa molor hingga satu setengah jam dari jadwal.

Hari ini, pada seminar nasional ini, pada kertas jadwal tertulis acara akan dimulai jam 8 pagi, namun akhirnya acara baru dimulai jam 8.45, itupun dengan sambutan yang banyak dan panjang sekali. Sebenarnya ini tak lazim dan budaya ‘tak tepat waktu’ ini tak seharusnya terus dipelihara.

Barangkali ini hasil dari yang dicontohkan pejabat dan birokrat negeri ini di mana sangat mementingkan seremonial saja. Panitia rela mengundur acara hingga berjam-jam hanya karena pejabatnya belum datang.
Dan ini sangat merugikan, terlebih untuk saya juga. Lima belas menit sebelumnya saya datang agar tidak terlambat, ternyata tepat jam 8 ruangan lengang, hanya ada beberapa orang delegasi dan undangan, serta panitia yang sibuk lalu lalang. Para pejabat Unand dan fakultas juga belum nampak, apalagi pematerinya. Hingga 20 menit berikutnya pun tak juga nampak. Terpaksa saya buat tulisan ini daripada menganggur tak ada kerja menunggu acara dimulai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s