Sheila Gank

Bagaimanapun, aku tetap sheilagank…!!!

Menjadi sheilagank menjadi penuh perjuangan dan pengorbanan. Hanya sekelumit kisah perjalanan bagaimana mengenal sebuah band bernama Sheila On 7, dan kenapa hingga saat ini pun aku tetap menyukainya di antara gempuran banyak band baru yang tentunya dengan warna musik masing-masing.

Waktu itu aku masih kelas 3 SMP (tahun 2001), sebuah sinetron tayang di sebuah televisi swasta Indonesia bertajuk “Dilarang Jatuh Cinta”. Bukan sinetronnya yang ‘ngena’ dalam perhatian, tapi sebuah soundtrack yang mengawali sinetron itu. Liriknya begitu enerjik dan ceria, remas sayapku jangan pernah lepaskan… bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar… Penasaran, akhirnya kutonton sampai habis sinetron itu dan langsung melihat tittle akhir, kutemukan nama Sheila On 7 di sana.

Rasa penasaran semakin berlanjut, akhirnya bertanya pada seorang teman sebangku yang kebetulan kakaknya punya koleksi kaset yang lumayan banyak. “Lah, itu kan Sheila On 7, ada juga kok iklannya yang pake lagu dia…” Wah, pernyataan teman ini semakin menggelitik, mantengin TV manatahu iklan yang dimaksud muncul, akhirnya keluar…maaf mbak, ini dari mas yang di sana… Jadikanlah aku pacarmu…. begitu bunyi iklan tersebut.

Karena aku tinggal di sebuah kampung yang kurang update, pada suatu kesempatan di kala lebaran aku ikut rombongan keluarga besar pergi ke kota. Tujuan mereka ingin bertamasya, tapi yang terbayang dalam pikiranku hanya sebuah swalayan bernama MATAHARI dan segera mencari toko kaset M-Studio di sana. Akhirnya tiba waktunya belanja (bagi para ibu-ibu) dan aku cabut ke toko kaset mencari sebuah album bertajuk “Kisah Klasik Untuk Masa Depan” dengan cover khas orange-nya. Yiha…! Ketemu, tapi ada sebuah kaset juga di sampingnya, bersampul warna hijau dengan photo lima anak muda, disitu tertulis Sheila On 7. Dalam pikiranku mungkin ini album pertamanya. Langsung comot keduanya, kebetulan sekali bisa menemukan kedua album ini. Pulangnya semua orang membawa oleh-oleh masing-masing. Aku hanya membawa tiga buah kaset grup Sheila On 7 dan Stinky. Orang serumah kecewa, ha ha… biarin yang penting kasetnya kudapat. Itulah kaset original pertama yang kupunya. Dan inilah awal perjalanan menjadi seorang Sheila Gank.

Namun tak seindah yang kubayangkan, suatu waktu di tahun 2002, ketika Sheila On 7 mengeluarkan album ketiga dan launching di Indosiar. Antena UHF yang kami punya jika dihadapkan ke utara, maka semua siaran TV dapat kecuali Indosiar. Jadi aku harus bersusah payah memutar antena setinggi 12 meter itu ke selatan, akhirnya muncullah siaran Indosiar, ya hanya Indosiar saja. Itupun layarnya penuh dengan semut karena sinyalnya memang sedikit sekali.

Tapi tak apa, apapun yang terjadi kali ini aku harus nonton Sheila On 7, melantunkan lagu Seberapa Pantas yang beradu dengan suara kresek-kresek semut yang kampanye di layar TV 14” milik kami. Senangnya malam itu, orang tuaku mengalah dengan tidak ikut menonton karena ku telah memohon sebelumnya agar bisa menonton band pujaanku di TV.

Dan saat lebaran tahun 2002, kembali aku pergi bersama rombongan teman-temanku ke desa sebelah sejauh 18 km dengan sepeda motor, mengarungi jalan tanah yang jika dilalui kendaraan proyek maka akan menaburkan debu yang memedihkan mata. Hingga kadang jika kami pulang maka bentuk kami sudah mirip lutung, semua pirang karena debu yang tebal. Desa tetangga ini sudah sedikit lebih update dari desaku, dan mereka punya aliran listrik jatah dari pabrik kertas terbesar di sana, PT WKS/Lontar Papyrus Pulp and Paper, produsen kertas. Desa tempat tinggalku hanya mengandalkan mesin diesel, sehingga listrik hanya hidup dari pukul 18.00 sampai pukul 12 malam.

Kami pamitan mau silaturahmi ke rumah guru dan teman-teman, tapi tetap tujuanku hanya satu, ke toko kaset mencari album 07 Des. Selesai bertandang ke rumah teman, aku singgah sejenak ke toko kaset satu-satunya yang buka di hari lebaran itu. “Maaf Dik, kasetnya belum datang. Mungkin seminggu atau dua minggu lagi.” Sedikit kecewa, tapi tak apa. Aku siasati dengan membeli VCD bajakan di toko kaset di desaku. (Maaf ya SHEILA ON 7, hanya sekali itu kok aku beli album kamu yang bajakan…) lantaran penasaran bagaimana isi materi lagu di album tersebut. Aku putar di rumah saudara yang gensetnya hidup siang malam, meluncurlah lagu-lagu Sheila On 7 dari pemutar CD milik pamanku itu. Yang ada klip aslinya hanya Seberapa Pantas, selebihnya malah gambar konser Slank. Waktu itu aku belum paham, apakah jika sebuah band mengeluarkan album, maka semua lagunya sudah dibuatkan video klipnya.

Cobaan masih berlaku, tahun 2002 aku lulus SMP dan memutuskan untuk sekolah di Kota Jambi, dua setengah jam dari desaku. Dan ternyata, aku baru tinggal di Jambi tanggal 10 Mei, sementara tanggal 6 Mei sebelumnya ada konser Sheila On 7 bertajuk “Sederhana dalam Sikap, Kaya dalam Karya” yang iklannya sering muncul di TV. Dalam hati ingin menangis karena merasa terlambat sehingga tak bisa menyaksikan konser band kesukaanku ini. Tapi tak apa, setelah mendapat tempat tinggal dan mulai merasakan suasan kota, aku segera menyambangi M-Studio untuk membeli album 07 Des yang aku tunggu-tunggu itu.

Dan keinginan untuk menjadi member Sheila Gank waktu itu begitu kuat, tapi tidak tahu bagaimana caranya. Waktu itu agak kuper, belum tahu bagaimana cara transfer uang ke bank dan bagaimana proses selanjutnya, jadi ditahan sajalah. Sekedar menikmati lagu-lagu Sheila On 7 dari album-album yang telah kupunya.
Waktu kelas I SMA, aku mendapat teman seorang Sheila Gank. Dia pinjamkan semua majalah, leaflet, dan poster yang ia punya padaku. Katanya, itu fasilitas jadi member Sheila Gank. Aku hanya manggut-manggut saja, ternyata jadi member itu asik, dikirimi tabloid seperti ini. Dari sini sebuah kefanatikan itu muncul. Aku mulai mengumpulkan majalah-majalah yang memajang poster Sheila On 7 atau yang memuat beritanya. Aku potong-potong gambar-gambar mereka dan aku buatkan sebuah kliping khusus tentang Sheila On 7, berharap seperti sebuah acara TV yang mempertemukan fans dengan artis pujaannya itu terjadi padaku. He he…

Suatu waktu di tahun 2003, aku iseng berjalan-jalan ke M-Studio untuk melihat-lihat apakah Sheila On 7 sudah memajang album barunya di sana. Terus terang aku penasaran, tiba-tiba sebuah cover berwarna putih dengan latar tiga orang cewek dan satu orang cowok, serta puluhan orang di belakangnya. Sebuah soundtrack film bertajuk “30 Hari Mencari Cinta” dan aku menemukan nama Sheila On 7 sebagai pengisi seluruh Soundtrack film ini. Aku masih ragu karena tak ada logo Sheila On 7 yang unik itu di sana, tapi aku yakin bahwa ini benar-benar Sheila On 7 ketika kulihat daftar lagu di sampul album itu. Tak ada ragu lagi, kubawa kaset itu ke kasir.

Dan seorang adik sepupuku (yang akhirnya juga kesengsem sama Sheila On 7) memberitahu bahwa ada film Duta di sebuah stasiun TV, aku penasaran. Dan kembali harus beradu dengan suara semut (yang kini sedikit lebih halus) aku melihat akting Duta di film itu. Wah, rupanya mulai merambah dunia akting pula personil Sheila On 7 ini.

Melalui sebuah majalah aku membaca bahwa Sheila On 7 (atau disingkat SO7) tengah rekaman untuk album ke empat yang akan diberi judul “Pejantan Tangguh”. Dalam pikiranku pertama kali adalah, dalam sampul album tersebut akan ada gambar ayamnya, padahal majalah itu belum menampakkan seperti apa bentuk cover albumnya. Kebetulan saja ternyata benar-benar ada ‘ayam’nya di sana. Namun, dalam rubrik itu dinyatakan bahwa Sheila On 7 juga sedang mengerjakan sebuah lagu untuk album kompilasi bagi Ian Antono. Wah semakin seru sepertinya…

Dan tak jauh-jauh dari bulan Mei di tahun 2004, aku membeli tunai album Pejantan Tangguh, kuanggap saja sebagai hadiah ulang tahunku karena ultahku berdekatan dengan ultah Sheila On 7, aku 2 Mei, Sheila On 7 6 Mei… sebuah kebetulan (lagi).

Sebelumnya, ketika teman-teman SMA-ku tahu bahwa aku penggemar lagu-lagunya Sheila On 7, aku dibilang kayak cewek. Mungkin karena penggemarnya banyak cewek dan kebanyakan teman-teman respect sama band semacam Padi, Gigi, Slank, dan Dewa 19. Tapi tak apa, kuanggap angin lalu saja. Karena kupikir aku menimati lagu Sheila On 7 itu begitu hidup dan bisa menjadi inspirasi. Ada saja semangat yang datang ketika mendengarkan lagu-lagu Sheila On 7. Dan ketika mulai-mulai nge-band, temanku semakin paham bahwa aku memang penggemar Sheila. Tapi ya gitu deh, teman-teman band-ku tak pernah sepakat untuk memainkan lagu-lagu Sheila On 7, mereka lebih memilih lagu-lagu Slank, Peterpan, atau Dewa 19 untuk dimainkan. Aku nurut saja lah. Tapi akhirnya menjelang perpisahan, kami berhasil menyatukan suara membawakan lagu Bertahan Disana. Sayangnya, tak jadi tampil, vokalisnya mangkir. Aku kecewa (lagi)

Menjelang tahun 2005, gosip keretakan band ini sempat membuat aku ketar-ketir dan selentingan teman-teman yang mengatakan Sheila On 7 bubar membuat kupingku panas. Namun, akhirnya terjadi sudah. Album Pejantan Tangguh jadi album terakhir kekompakan Duta-Eross-Adam-Sakti-Anton. Hingga akhirnya aku beli album The Very Best mereka untuk mengobati sedikit kekecewaan dan untuk nostalgia kembali mengenang kekompakan lima orang Jogja ini. Tapi entah di tangan siapa album ini raib tak tahu rimbanya, yang minjam pun lepas tangan. Ya sudahlah…

Dan sepanjang 2002-2005 juga menjadi pil pahit cobaan menjadi Sheila Gank. Karena aku nge-kost di rumah orang, maka aku harus mencuri waktu untuk menonton setiap penampilan Sheila On 7 di TV. Jika pemilik rumah tak sedang menonton, maka aku yang duduk manis di depan TV ketika ada penampilan Sheila On 7, tapi kebanyakan acara ini berbenturan dengan sinetron, atau apalah. Apa boleh buat, disabar-sabarin buat nontonnya. Mungkin pelampiasannya akan ku putar kaset di tape dan aku dengarkan sendiri di kamar.

Tahun 2005, kembali menjadi petualangan karena aku memutuskan untuk kuliah di Kota Padang, Sumatera Barat. Dan lagi-lagi terlambat. Ketika aku tiba di Padang, Sheila On 7 baru saja perform di Padang sebulan sebelumnya. Yah, nggak bisa juga nih nonton Sheila On 7 manggung. Namun, tak apa, bekal semua album Sheila On 7 yang aku boyong dari kampung jadi pengobat kecewa dan pelipur lara…(halah…) Dan di Padang inilah kubeli album The Very Best yang baru sebagai ganti yang hilang waktu itu. Lengkap sudah, bisa jadi nostalgia satu album ini. He he

Pada Juni 2006 jadi penantian panjang, akhirnya album 507 keluar juga di pasaran. Setelah sekian lama tidak muncul semenjak digosipkan Sheila On 7 pecah dan ditutup dengan keluarnya Sakti sebagai partner Eross dalam setiap aksi. Album barunya terasa beda karena gebukan drum-nya jadi sungguh beda, lebih rapi. Tapi ahai, lagi-lagi…setiap Sheila On 7 muncul di TV, pasti selalu bentrok dengan jadwal nonton bola anak-anak kost. Gawat, lagi-lagi sebagai pelampiasan kuputar kaset Sheila On 7 di kamar tanpa peduli teriakan di luar sana… Goooolllll………………… aku sungguh tak suka bola.

Tak perlu diceritakan lagi bagaimana harus berebut remote TV, aku ingin sedikit saja mengintip aksi Duta cs di TV. Sekali waktu dapat, kebanyakan tak mereka ijinkan. Hua…..

Dan senandung “Betapa” mendayu di setiap stasiun radio, pernah juga mendengar dari NSP karena penasaran dengan lagu baru ini. Seorang Sheila Gank dari Medan menawarkan pembelian pre-order CD Menentukan Arah khusus untuk Sheila Gank. Sempat terpikir untuk menuruti, namun ternyata belum jodoh dengan CD album itu. Aku tunggu sajalah kasetnya keluar, toh aku tak punya pemutar CD di rumah kost ini. Dan di bulan November terbelilah album ini dengan tunai, setelah dua kali bolak-balik ke M-Studio dan album in baru ada pada kesempatan ketiga di sana. Lega…

Dan setelah setahun ini, kabar Sheila On 7 membuat album baru semakin nyaring. Aku pun penasaran setelah mendengar lagu Here I Am yang diposting oleh seorang Sheila Gank, dan dengar-dengar judul single barunya adalah Hari Bersamamu. Semakin tak sabar menantinya. Belum berapa lama, Sheila Gank Padang terbentuk, waktu itu ingin sekali mendaftar menjadi member aktif, namun ternyata waktu belum pas dan hingga saat ini belum pernah bertemu mereka. Semoga saja ada waktu. Meski tak pernah jadi member Sheila Gank, tapi aku tetap menjadi Sheila Gank. Setidaknya untuk menggemari setiap karya Cah2 Yogjo ini… Lha piye, Dhab…!!!
Namun, ada ucapan terima kasih kepada teman-teman kost yang sudah menyerahkan remote TV malam kemarin (25/4) padaku untuk sekedar nonton Sheila On 7 di Trans TV.

Mungkin jika dibandingkan dengan Sheila Gank yang lain, aku tak terlalu fanatik hingga harus memutar lagu Sheila On 7 ketika baru saja bangun tidur. Namun setidaknya lagu-lagunya Sheila On 7 mampu memberikan energi positif saat mendengarkannya. Satu lagu yang inspiratif bagiku adalah Tentang Hidup, dan album yang paling kusuka adalah 07 Des. Entah kenapa, mendengarkannya dari awal hingga akhir, hingga balik ke awal lagi tak bosan-bosan. Akupun senang karena teman-teman di kost tahu lirik lagu-lagu dalam album itu meskipun mereka bukan Sheila Gank.

Dan salah satu personil yang aku kagumi adalah Eross Candra. Salah satu sebabnya adalah kami punya banyak kemiripan..(ha ha ha… bedanya hanya aku tak bisa main gitar) Tak hanya karya Mas Eross dalam Sheila On 7 saja yang kumiliki, namun beberapa lagu yang dinyanyikan artis lain tak luput dari pencarianku. Semacam lagu Jangan Takut Gelap-nya si kecil Tasya, atau Senandung Lirih oleh Iwan Fals, dan karya fenomenal berjudul Bendera yang dipopulerkan Cokelat. Lagu yang sempat hendak jadi lagu nasional karena setara dengan lagu Kebyar-Kebyar milik Gombloh.

Tapi, kekaguman tetaplah kekaguman. Sheila On 7 pun tetap seperti dulu, bersahaja, sederhana, seperti perubahan yang dilakukan oleh GIGI dan Padi. Mencoba memainkan musik yang dapat memberikan semangat dan liriknya bermakna. Semoga Sheila On 7 bisa eksis sampai lanjut usia dan menjadi legenda.

13 thoughts on “Sheila Gank

  1. Jalan Terus Sheilagank. mas adi ni orang jambi y? jambi mana? Knapa ga pernah datang di pertemuan SGPRM??? Teman-teman bertanya-tanya siapa sih mas adi.

  2. Shaseon7 says:

    Wew. . . Perjuangan yang amat sangat menakjubkan. . .
    Jalan terus hingga ujung waktu

    Sheila on 7 tetap termuach di hati
    @yaser: aseon7 sgpr bkn iah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s