Maukah kau mendapat pelukan dari Rasul saw?

Suatu ketika, saya iseng menggoda salah seorang teman kost. Dia bisa dikatakan lebih alim dari kami bersembilan. Dia yang paling sering jamaah di masjid saat ada di rumah). Dia juga memiliki pengetahuan seputar agama yang lebih luas daripada saya. Saya sendiri menganggap dia sebagai seorang yang alim dan sholeh.

Saat itu, dia baru saja pulang dari bepergian ke rumah saudaranya di wisma lain. Saat itu saya sedang menonton televisi sambil duduk, dan dia sendiri berdiri tak jauh dari tempat saya duduk. dengan kecepatan penuh, saya terkam betisnya dengan tangan saya sambil berteriak ala harimau sumatra… (aummm…begitu kira-kira…). Lantas dia terkejut lalu dengan serta merta merangkul saya dari belakang seolah hendak mencekik leher saya.

Saat itu, saya baru merasakan bagaimana mendapat pelukan dari orang yang sholeh, nyaman sekali. tubuhnya terasa sejuk di punggung saya. TApi ini belum seberapa, mengutip sebuah cerita tentang sahabat nabi yang sangat beruntung. ini dia:

Rasulullah mengumpulkan para sahabatnya. Mereka berkumpul mengelilingi beliau.

Rasul berkata : “Wahai para shahabat hari ini, aku tawarkan kepada kalian. Barangsiapa di antara kalian pernah aku sakiti. Maka sekaranglah saatnya kalian mengqishash diriku (Membalasnya ) ”

Para sahabat hening, tak ada satupun yang mampu bersuara…….

Rasul mengulangi lagi perkataannya ” Wahai shahabat, kalau kalian pernah merasa aku sakiti silahkan saatnya kalian membalasnya ”

Para sahabat makin tertunduk…menangislah mereka…mereka merasa sebentar lagi masa-masa indah bersama Rasul tercinta akan berakhir….

Untuk ketiga kalinya Rasulullah berkata ” Silahkan siapa yang mau mengqishas diriku……

Tiba-tiba muncullah Ukasah Ra.

” Saya ya Rasul…saya akan mengqishas Anda ya Rasulullah…”

Umar langsung mencabut pedangnya sambil berkata ” Apa yang akan kamu lakukan wahai Ukasah.pedang Umar yang akan menebas kepalamu kalau engkau berani menyakiti Rosulullah ”

Baginda yang agung tersenyum ” Biarkan Ukasah ya Umar…. ”

Abu Bakar pun maju.sambil berkata ” Wahai Ukasah, Abu Bakar dan keluarganya yang akan menebusnya ya Ukasyah ”

Rasul pun melarang Abu Bakar membelanya.

Kemudian Ukasah berkata : ” Pada saat aku mengiringi engkau berperang cambukmu pernah mengenai punggungku ya Rasul..untuk itu kali ini aku ingin mencambukmu ya rasul….”

Para sahabat terdiam menahan amarah……………..

akan tetapi rasul dengan tersenyum mempersilahkan Ukasyah mencambuknya. Tidak cukup sampai di situ…Ukasah berkata : “Ya rasul pada waktu cambukmu mengenai punggungku. Pada saat itu langsung mengenai kulit punggungku, karena tidak tertutup kain punggungku pada waktu itu. Untuk itu aku ingin punggungmu dibuka juga ya Rasulullah ”

Para sahabat makin geram dengan permintaan Ukasyah. Rasul dengan tetap tersenyum sambil membuka kain yang dikenakannyaPada saat punggung baginda tercinta terbuka.

Maka seketika itu juga Ukasyah menubruk punggung Rasulullah, kemudian memeluk dan mencium punggung yang kemilau itu. Sambil menangis sesenggukan Ukasyah berkata ” Wahai Rasul Allah….maafkan aku…..aku hanya ingin memeluk dan mencium tubuhmu untuk yang terakhir kali…dan Aku ingin tetap bersama-sama Engkau Ya Rasul sampai di akhirat kelak.

Dan rasul pun berkata ” Doamu Insya Allah dikabulkan Allah wahai Ukasyah.
(di sini)

Nah, dipeluk orang yang sholeh saja demikian bahagianya… Bagaimana jika kita mmendapat pelukan dari Baginda Rasul kita? Tentu rasanya dunia ini tak ada artinya. Ingin selalu bersama beliau.

Kita juga telah pernah tahu bahwa nabi sangat mengistimewakan kita. Beliau menyebut kita sebagai ‘saudara’ yang tentu sangat membuat iri para sahabat. Bagaimana mungkin orang yang tak pernah bersama atau sekedar bertemu dengan beliau bisa disebut saudara? Sementara mereka yang mati-matian bersama Rasul berjuang hanya sebagai sahabat. Namun ini hanya sebuah pesan bagaimana seorang Rasul Allha sangat menantikan pertemuan dengan kita, LAntas apa yang tekah kita persiapkan untuk bertemu beliau. jangan-jangan beliau tidak mengenali kita saat di padang mahsyar nanti? bagaimana jika kita tak bisa merasakan air mata KAutsar yang menyejukkan itu?

Curahkan rindumu hanya pada saudaramu yang telah menantimu di syurga. Jangan biarkan rindu-rindu ini dirusak oleh kerinduan semu. NAbi Muhammad adalah penolong kita, pelindung kita, pembukajalan kebenaran dalam hati kita.

Mari sejenak bershalawat pada beliau… (30 detik saja)

wassalam

One thought on “Maukah kau mendapat pelukan dari Rasul saw?

  1. Alhamdulillah kutemukan lagi cerita ini, cerita ini pernah saya dengar waktu SD dulu.
    dan sekarang saya bangga telah menemukannya lagi.
    Subhanallah betapa ingin ku merindukan beliau.

    Semoga saya, kita, senantiasa terjaga hatinya dan tetap Istiqomah di JalanNya. Amiin…

    Terus berkarya sobat, n salam kenaL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s