Think Green

Isu global warming telah menjadi sebuah isu internasional, dimana kini seluruh dunia berpikir bagaimana mengurangi efek buruk dari global warming. Mulai dari permasalahan polusi karbon, efek rumah kaca, hingga polusi limbah industri dan radioaktif.

Sebagai bagian dari masyarakat dunia (jiaaahh…) saya juga merasa punya kewajiban untuk (setidaknya) sedikit mengurangi panas bumi dan mengurangi dampak yang lebih besar dari sekedar efek global warming. Hanya hal kecil, namun jika hal-hal kecil ini kita lakukan maka akan menjadi sebuah awal untuk menunda kiamat tahun 2012. Hehehe…

1. Mendownload video dan mp3 gratis (dan memang sengaja digratiskan agar masyarakat bisa menikmati dan mengambil hikmahnya). Biasanya bertema alam, misalnya sebuah video rilisan Kementerian Lingkungan Hidup berjudul Dunia Berbagilah ini. Dan saya bangga memasangnya di handphone agar bisa terus dinikmati. Atau Jika Bumi Bisa Bicara (mp3 + video klipnya) untuk 60 hour Vote for Earth.

2. Mematikan lampu dan peralatan listrik selama 60 menit pada Earth Day Maret lalu. Meskipun tetangga kiri-kanan masih pada terang benderang, paling tidak saya sudah berusaha untuk membuat bumi lebih nyaman. Ternyata memang nyaman, gelap-gelap jadi bisa merenung, atau candle light dinner yang romantis, atau bisa jadi ajang kongkow sama temen-temen sambil makan kacang plus gitaran sepanjang 60 menit. Paling tidak satu buah lagu dan puluhan belasan bisa tercipta saat itu. Hehehe…

3. Bersepeda, tapi sepeda saya belum balik-balik juga dibawa temen. Saya usahakan deh secepatnya biar bisa mendukung program ‘Bike to Work’ atau ‘Bike to Campus’. Tapi ampun jika saya disuruh naik ke kampus Unand Limau Manis pake sepeda, yang ada saya ndak jadi kuliah karena pasti bawah kuyup. Bayangkan saja jika harus mendaki ketinggian lebih dari 200 meter dengan sudut kemiringan nyaris 30° pake sepeda, yang ada dengkul copot, nafas ngos-ngosan. Pernah dicoba, tapi cuma sampe gedung PKM saja. Hehe…

4. Menanam pohon. Kebetulan rumah bapak di kampung punya banyak lahan, jadi bisa saya jadikan ajang tanam pohon. Soalnya kebanyakan tanaman-tanaman kayu dan buah di sana (kecuali pohon sawit) saya lah yang menanamnya (hahaha, boleh lah berbangga dikit…) Paling tidak saya bisa sedikit berpartisipasi menambah ozon di langit dan tetangga tak perlu beli AC karena oksigen segar terus ada (kecuali yang menutup rapat jendela rumah mereka. Hihihi…) Lagian, bisa makan buah langsung dari pohonnya. Lho?

5. Punya HP yang berlabel GreenHeartTM, HP ini (yang katanya) terbuat dari 50% berbahan plastik yang dapat di daur ulang (belom pernah coba sih, abis masih baru. Sayang dong kalo HP-nya ditanam di tanah.. :)) HP ini juga kaya fitur tentang lingkungan, seperti Green Calculator yang bisa mengukur kadar karbon yang keluar melalui aktivitas kita, lalu EcoMate yang berisi kuis tentang pengetahuan tentang lingkungan, dan fitur lainnya.

6. Melepaskan charger setelah selesai mengisi baterai HP untuk mencegah pemborosan pemakaian listrik, menyetrika dalam partai besar di akhir pekan, dan menyalakan komputer tak lebih dari delapan jam sehari.

7. Sedikit menggunakan kantung plastik. Kalaupun ada disimpen dulu, nggak langsung dibuang atau dibakar. Abisnya belom ada toko-toko yang pake kantung kertas. Jadi diminimalisir aja penggunaannya serta penanggulangannya.

8. Pake kertas bolak-balik sampe nggak bisa ditulisin lagi. Tidak semena-mena membuang kertas karena manatahu bisa di daur ulang lagi.

9. Kemana-mana jalan kaki (padahal cuma mau fotokopi atau main ke rumah temen yang deket-deket atau pas mau beli lauk pauk). Bukan karena saya nggak punya motor atau pesawat terbang, tapi membiasakan biar tulang kuat…sampai tua. Hahaha… Itung-itung ikut saran Mbak Indy Barens, 10.000 langkah setiap hari dapat mengurangi resiko osteophorosis. Hihihi…

10. Sedikit mungkin mulai tak membakar sampah organik. Kasian cacing tanah, nanti mereka kelaparan.🙂

11. Menggunakan jumlah air yang cukup ketika mandi. Biasanya saya cuma perlu sembilan gayung air untuk mandi atau menggunakan shower. Lebih hemaaat…

Yah, mungkin langkah saya ini nggak gede-gede amat. Tapi saya yakin bahwa ‘langkah’ sekecil apapun yang saya lakukan sudah dicatat oleh malaikat dan bermanfaat bagi alam sekaligus membantu menyelamatkan bumi dari kerusakan (cailaah…)

Jika pun saya nanti akan menikah dan punya keluarga sendiri, saya pengen tetap tinggal bersama keluarga dalam rumah yang besar daripada harus membuat rumah sendiri. Bukan apa-apa sih, paling nggak saya juga membantu mengurangi penyusutan lahan untuk pemukiman sehingga saya dan keluarga masih punya lahan yang cukup luas sebagai area hijau. Dan juga daerah resapan air sebagai cadangan air yang kami gunakan sehari-hari.

Soalnya kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Yang pasti, manusia akan semakin bertambah, bumi tetep segitu-segitu juga, planet Mars juga belum pasti bisa ditempatin atau nggak. Jadi ya sebisa mungkin untuk membuat bumi kita ini nyaman.

Kita nggak pernah mewariskan sesuatu apapun dari anak cucu kita, tapi kita yang meminjamnya dari mereka.

GO GREEEEEEN…! hula hula wala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s