Beramal dengan ilmu

Sudah selayaknya bagi kita orang yang mengaku muslim untuk beribadah, karena tiada lain tujuan Allah menciptakan jin dan manusia agar beribadah dan tunduk pada-Nya. Tuntunan ajaran agama islam yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad saw bertujuan membimbing kita menuju jalan yang benar menuju tempat kita kembali kelak, yaitu kampung akhirat.

Sepeninggal Nabi Muhammad saw, penyebaran ajaran islam diteruskan oleh para sahabat beliau dan dilanjutkan oleh ulama-ulama yang ada di seluruh dunia. Tentu penyebaran ini memerlukan teknik dan cara tertentu agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat yang sebelumnya belum mengenal islam atau telah mengenal islam namun tetap memegang teguh ajaran agama terdahulu.

Dan dari berbagai cara ini tentu akan berakibat pada ajaran itu sendiri. Terkadang ada yang dilebihkan, dan ada pula yang dikurangi. Dan salah satu kelemahan pengajaran itu kini bisa dirasakan, di mana masyarakat hanya dididik sebagaimana guru-guru mereka dahulu mengajarkan tanpa melihat bagaimana ajaran yang sebenarnya. Pengajaran pun hanya sekadar hafal gerakan dan hafal lafaznya saja tanpa ada tuntunan moral untuk menghayati secara dalam ajaran islam itu sendiri.

Tatkala seseorang kemudian beribadah sesuka hati tanpa mendalami ilmu yang sebenarnya diajarkan oleh Rasulullah, maka ibadah itu akan sia-sia saja karena tidak seusai dengan syariat islam. Tentu menjadi tugas kita bersama untuk dapat meluruskan kembali ajaran islam yang suci.

Kemudian menjadi sebuah tantangan bagaimana mengubah kebiasaan orang-orang yang telah terlanjur mereka telan bulat-bulat ajarannya. Beberapa amalan yang jika dilakukan tidak dengan ilmu maka akan menjadi sia-sia saja, yaitu

1. Tatkala kita akan menggunakan sebuah lapangan (bola misalnya) untuk shalat hari raya berjamaah, maka ada sebagian orang yang melakukan shalat tahiyyatul masjid. Arti masjid dikhususkan sebagai tempat yang disediakan untuk mengerjakan shalat lima waktu sehingga tanah lapang yang biasa digunakan kaum muslim untuk mengerjakan shalat hari raya ‘idul fitri, ‘idul adha, dan shalat lainnya tidak bisa disebut masjid. Hal ini tentu tidak sesuai dengan ajaran agama, bahwa sesungguhnya shalat itu tidak ada. Jika tetap dilakukan maka menjadi shalat tahiyyatul lapangan. Semakin aneh tentunya.

2. Sebagian makmum akan ikut membaca sami’allahuliman hamidah ketika imam mengucapkannya saat bangkit dari ruku’. Padahal sesungguhnya makmum cukup saja membaca doa saat bangkit dari ruku’. Dan jika ini dilakukan tentu makmum tersebut tak ada bedanya dengan sang imam.

3. Banyak dari masyarakat kita yang bercakap-cakap di antara waktu adzan dan iqamah. Entah itu membicarakan maslah dunia, atau sekedar berdiskusi. Entah itu di dalam masjid atau duduk-duduk di beranda sambil menunggu iqamah. Padahal sebaiknya waktu ini digunakan untuk berzikir dan berdoa karena salah satu waktu yang makbul untuk berdoa adalah waktu di antara adzan dan iqamah.

4. Wanita haid tidak diperbolehkan membaca al-Qur’an, merupakan sebagian pandangan yang berkembang di masyarakat. Padahal sejatinya wanita haid tetap boleh membaca al-Qur’an, asal tidak menyentuh mushafnya. Mungkin dengan bantuan orang lain, suami, atau anaknya untuk membukakan mushaf al-Qur’an. Dan wanita haid juga diperbolehkan untuk berzikir seperti biasa ketika mereka sedang berada dalam keadaan suci.

5. Bersedekah, namun ingin agar namanya disebut-sebut. Bahkan dalam keadaan tertentu diadakan semacam kompetisi siapa yang menyumbang lebih besar, meskipun itu niatnya baik untuk memancing minat orang-orang agar bersedekah, namun caranya yang tidak baik. Padahal sebaiknya sedekah atau infak itu secara diam-diam saja, atau jangan sampai diketahui orang lain. Bahkan perumpamaan dalam islam, bersedekah dengan tangan kanan dan jangan samapi diketahui oleh tangan kiri itu lebih baik. Demikian islam mengajarkan kita untuk peduli namun juga tetap rendah hati dan tidak menimbulkan kesombongan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s