Mungkin Aku Patut Membenci Dia

Tak perlu dipungkiri lagi, mulai saat ini aku akan membencinya. Sudah berkali-kali aku tertipu dan terlena oleh rayuan dan angan-angan yang dia tawarkan. Berbagai kenikmatan yang dijanjikan membuahkan penyesalan di akhirnya.

Entahlah, mungkin dengan berjuta alasan dia menggodaku, akan kukuatkan hati untuk sepenuhnya menolak. Tak inginkan lagi hati ini tersakiti.

Dan, dia adalah :

1. Malas

Hmm… dia menggodaku dengan begitu hebat. Mungkin dengan berlama-lama di kursi sofa yang empuk, tidur-tidur di kasur, atau membuat diri bosan dengan hal-hal yang sebenarnya penting untuk dikerjakan
Si malas ini juga menjanjikan sejuta kenikmatan. Membuat kita terlena dengan semua angan-angan yang dia berikan. Akhirnya, begitu banyak penyesalan yang terjadi hanya karena dia, malas.

2. Menguap

Nah, yang ini adalah salah satu pembantu si malas. Selain berperan baik sebagai alarm penanda orang agar segera tidur/istirahat, ternyata jika datang di saat-saat tertentu menjadi begitu sangat menjengkelkan.
Terkadang dia datang saat shalat baru saja dimulai, saat membaca al-Qur’an, saat membaca diktat kuliah, saat kuliah, saat mengerjakan tugas, atau ketika mendengarkan khutbah jum’at. Jika dia datang pada saat-saat itu, maka si malas akan menyertai. Tak henti-henti dia membujuk, “Sudah, hentikan dulu pekerjaanmu…! Tidurlah… Tidur dulu, agar kau lebih segar nanti.”
Nyatanya, pekerjaan tak selesai karena kelamaan tidur, atau kita jadi tambah malas ketika bangun (puyeng).

Jadi, kukatakan padanya, aku patut membenci dia. (tere mode ON)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s