Paha… oh, paha

Jaman sudah edan… Perasaan kata-kata ini sudah pernah diucapkan om-om kita dulu. Sekarang itu, yang bener adalah jaman semakin edan. Perempuannya udah pada edan (ups, nggak semuanya kok. Makanya simak sampai selesai ya, baru deh merasa edan nggak… ha ha ha)

Saya pikir dulu paha hanya dipamerin di pasar-pasar tradisional, bahkan harganya tidak terlalu mahal. Yang sudah jadi paha goreng crispy saja hanya 5000 perak. Tapi sekarang banyak bermunculan paha-paha yang lain. Pahanya ukuran super kalo pengin digoreng, yakin deh nggak abis tiga orang buat makannya.

Sekarang sedang mode bagi perempuan-perempuan memakai celana jeans pendek ketat di atas lutut, lalu lenggak lenggok kemana saja atau wara-wiri naek skutik JJS. Bahkan tak jarang saat acara lari pagi di minggu yang tenang. Asli sepet banget liatnya, bukan seneng. Ini bocah-bocah yang baru aja selesai ‘M’ pertamanya udah brani pakai celana ini kemana-mana, nggak peduli cuma beli sayuran atau pergi ke Mall. Mending kalau pahanya mulus, ini parah banget belang-belang bekas cacar air atau totol-totol mirip Dalmation. Atau yang kulitnya item kusam, mending klo mengkilat gitu..(kasih pelitur aja… :p)


Dalam pemahaman saya, celana itu hanya berfungsi untuk kondisi sebagai berikut:

1. Lagi ada di dalam rumah
2. Buat tidur malem..
3. Lagi di pantai
4. Maen aer di mifan atau dufan
5. Buat olahraga di tempat olahraga, atau lagi main tenis, badminton, atau bola voli.
6. Mbak-mbak SPG rokok (biasanya…) atau yang lain tergantung apa yang disuruh perusahaan

Beda lagi sama yang pakai hot pants, di sini mereka masih belum berani pake yang pendek banget jadi yang sedang-sedang saja (sedang-sedang kelihatannya…hadoeh…) Yang menjadi kekhawatiran adalah jika nantinya yang mereka pakai ini semakin pendek saja, jadi sudah biasa saja ditemui paha-paha gratis di jalanan.

Tapi saya pikir mereka punya alasan tersendiri untuk memakai celana model ini kemana-mana. Masalahnya bukan nyaman atau tidak buat yang makai, tapi enak atau tidak bagi yang lihat tuh paha. Eh, bocah. Pernah nggak bayangain om-om yang lewat atau anak-anak muda tanggung yang sering nongkrong di tikungan jalan itu mikir apa kalau lihat paha. Ilernya nggak abis-abis, nelen ludah mulu. Rasanya pengin megang tuh paha, di lumuri tepung bumbu, trus digoreng ala ayam crispy (kecuali saya loh ya..hahaha). Mau…? Tapi kalau kalian disuitin marah, loh…

Mencoba berpikir positif, barangkali mereka:

1. Baru pulang dari Korea (Ulu Gadut belok kiri), jadi nggak terbiasa dengan hawa Indonesia (Padang)
yang notabene puanas tenan. Jadi agar tak gerah, maka diplihlah celana ini.

2. Tergolong masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, jadi nggak sanggup beli celana panjang. Itung-itung hemat juga, (perasaan harga celana pendek itu lebih mahal lah…) atau dapat nemu dari pasar loak, kan lumayan tuh dapat celana bekas, tinggal dipotong aja deh… atau barangkali ada yang mau nyumbangin celana buat mereka, atau kita buat koin cinta untuk mereka biar bisa beli celana yang panjang.

3. O’on banget, barangkali saat pembagian otak mereka nggak hadir. Masak iya nggak bisa bedain mana pantai mana kompleks perkampungan (ha ha ha).

4. Baik hati dan tidak sombong. Jadi mereka begitu murah hati mendermakan pahanya untuk dilihat siapa saja tanpa harus bayar sepeserpun. Mereka sangat berani dan begitu dermawan sekali menyerahkan pahanya begitu saja. Bayangin aja, buat orang lain saja mereka kasih, apalagi sama pacarnya…walah…..

Apapun alasannya, saya cuma ngingetin aja. Segala risiko tentu mereka sudah tahu, jadi jika terjadi apa-apa, jangan salahkan kami ya. Kalian yang nawarin loh, buat kucing sih tinggal diterkam aja… ha ha ha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s