Tiada yang lebih menyebalkan dari suara seekor kambing…


Sungguh menyebalkan mendengarkan suara kambing, terlebih suara seekor anak kambing yang kehilangan induknya. Dia akan mengembik tak henti-henti. Mulai dari mode suara standar ‘mbek…’ yang datar, jika agak lima menit nggak ketemu ma induknya yang lagi asyik melahap bunga kenanga di depan rumah, maka suaranya akan ditambah satu oktaf, tentu dengan ‘mbeeek…’ yang panjang. Sangat tak menyenangkan untuk didengar. Dan jika hingga sepuluh menit kemudian sang induk tak kunjung datang, si bocah kambing ini akan mengeluarkan suara seolah anak kecil ngambek, persis suara anak-anak, ‘mbeeeeeek….’ dengan agak mendayu-dayu dan diakhiri dengan penekanan pada ujung ‘eeek….’. dan tentu saja dengan oktaf nada yang tak lagi nyaman di telinga. Pengin banget rasanya nyambit tuh kambing pake sendal jepit. Tapi berhubung sendal jepit sekarang agak antik, nggak jadi deh. Itung-itung buat koleksi karena pabriknya bru aja kebakar beberapa hari yang lalu (saya turut berduka cita).

Lalu yang sama menyebalkannya adalah suara induk kambing sendiri. Suaranya riuh rendah juga. Dan hampir sama tingkahnya, nggak induk nggak anaknya. Jika tuh induk kambing nggak ketemu ama anaknya atau mendnegar suara anaknya yang makin menjadi-jadi, maka dia (induk kambing, red) pun ikutan panik. Suaranya jadi kayak emak-emak setengah panik karena anaknya pura-pura hanyut di empang, sambil agak didramatisasi pake cengkok nangis-nangis segala.

Dan yang tak lebih menyebalkan lagi… karena pada dasarnya kambing tuh emang menyebalkan, mereka (kambing, red) dijuluki ‘mower mouth’ dalam serial Shaun the sheep atau ‘si pemakan segala’ yang ratingnya hampir mengalahkan tikus.

Mari kita identifikasi betapa menyebalkannya si kambing ini.

1. Dalam hal makanan, kambing sangat tidak santun dan rakus jika dibandingan dengan saudaranya, yaitu si domba. Sisi menyebalkannya terletak pada cara makan mereka (kambing, red). Jika si domba akan makan dengan tertib dan secukupnya saja. Dan jika salah satu dari mereka menemukan sumber makanan (rumput atau perdu misalnya), maka dia (domba,red) akan memanggil teman-temannya untuk makan bersama.
Nah, jika si kambing…dia akan memakan segalanya dan dalam masa matahari terbit ampe tenggelam (tak brenti-brenti makan). Dia akan makan sambil buang kotoran, makan sambil jalan, makan sambil panik, makan sambil apa saja. Terlebih jika pada kasus diatas terjadi, induk dan anak sama-sama mengembik panik seraya mengunyah apa saja yang mereka temukan di depan mereka. Bayangkan saja betapa menyebalkannya suara yang terjadi.
Mendengar orang berbicara sambil makan saja sudah risih, apalagi ini kambing. Bagi yang belum pernah coba, silakan mampir ke rumah saya…(hohoho). Dan jika salah satu dari mereka (kambing, red) menemukan sumber makanan, maka dia akan mengunyah dan melahap makanan itu sampai habis sebelum yang lain datang. Rakus banget kan…sampai kadang-kadang anaknya sendiri ditanduk gara-gara pengin nimbrung makanan induknya.

2. Kambing nggak pernah mandi, jadi baunya nggak ketulungan dah. Saking baunya ampe meresap ke daging-dagingnya (maap bagi para penggemar sate kambing dan sejenisnya, bukan maksud hati…) Hampir-hampir sudah umum jika menyebut orang yang jarang mandi dengan sebutan ‘kambing’.

3. Bandelnya minta ampun tuh kambing. Didorong dari belakang maunya mundur, ditarik dari depan maunya mundur, dipegang tanduknya malah nyundul. Gila aja…

Sudah paham bagaimana menyebalkannya si kambing kan…? saya juga baru tahu kenapa Nabi kita Muhammad saw disuruh menggembala kambing terlebih dulu sebelum nantinya diangkat jadi nabi dan rasul, sedangkan Nabi Isa dilambangkan dengan anak domba. Hal itu karena masyarakat jahiliyah tu mirip ma kambing, bandelnya minta ampun. Makanya jika Muhammad remaja berhasil mengalahkan ego si kambing, maka dia akan berhasil mengubah masyarakat jahiliyah kala itu. Dan terbukti, hanya Nabi Muhammad yang berhasil hingga pengaruhnya tak habis-habis hingga hari kiamat nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s