alay…

Tergerak juga akhirnya untuk ikut bahas yang namanya ‘alay’. Rasanya udah sejak beberapa bulan terakhir ini kondisi alay ini mulai booming. Tapi ternyata setelah ditelusuri dah lama ada. Hanya saja bentuk dan karakternya berbeda.

Dulu, (ternyata) alay itu singkatan dari anak layangan…(weh,,weh.. Aku termasuk juga dong,,,hobi banget main layangan nih…). Entah darimana asalnya kok bisa dibilang anak layangan, padahal biasa aja kok tongkrongannya, sendal jepit, kaos oblong, celana selutut, menenteng parang, benang, dan tepung kanji. Ternyata eh ternyata..istilah ini merujuk ke orang-orang yang sekarang dibilang katro. Kalau diinget-inget lagi masa-masa jaya dulu, di kampungku banyak banget tuh orang kayak gitu. Segala benda dalam hidupnya antara bergambar tengkorak, rantai, klo nggak ganja…(macam pernah tau ganja aja…) Dan biasanya mereka sla****. Rambut antara gimbal, gondrong, dan awut-awutan (biasanya di cat macem-macem, dari yang mirip rambut jagung ampe yang kayak gulali), pake anting, senang sekali memakai singlet, kalaupun berbaju maka bajunya kemeja yang kancingnya dibuka setengah atau kaos yg suempit banget, trus celana kondor…. Biasanya menyukai musik-musik yang mendayu. Antara spoon, newboyz, slam, hingga rockduth-nya alam… Ato yang sangar ya grup sla** itu…

Sekarang, istilah ini berlaku kebalikan. Anak alay dah mulai merambah (kayak kecambah) di kota-kota bahkan. Bentuknya dah makin aneh aja. Mulai dari penggunaan EYD (Ejaan Yang Dilebaykan), tongkrongan khas anak manusia nggak makan n mandi tiga hari, menyukai hal-hal yang terlampau sempit, norak, narsis (ada ungkapan baru nih,,,sungguh tak kaya-kaya juga bahasa indonesia, padahal dah mau disusun lagi nih kamus bahasa alay setelah dulu Debby Sahertian sukses dengan kamus bahasa gaulnya), Y4n6 P4st1 n1h tUli5an t1d4k dip3runtukk4n untuk m4nuSia norm4L y4n6 53k0l4H 4mpE 12 t4hun, segala pakaian serba nggak matching, dan mneyukai musik yg aneh-aneh (biasanya yg booming sebentar lalu hilang ditelan laut…sekedar mode doang). Rasanya semua sepakat jika disebutkan nama the Tit***, Five M******, atau The V*****.

Ternyata ini toh alay. Aku juga termasuk kayaknya nih, dulu katro nggak ngerti istilah ‘akkuh’ atau ‘wkwkwkwkwk’, dan parahnya sering kupakai. Tapi setelah berdebat dengan akal sehat, kuurungkan lagi niat untuk memakainya. Biar aja dibilang nggak gaol getoh.

Bagi yang pengin liat postingan yang lain, yang kesel, marah, atau apalah… silakan klik link: 1, 2, 3 ,4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s