Kawin-cerai kok rasanya nikmat ya…

Maraknya kasus kawin-cerai yang merebak di kalangan artis bukanlah hal baru. Layaknya sudah menjadi sebuah trend bahwa kawin-cerai di kalangan selebritis itu sudah lumrah. Bahkan harus terjadi, biarpun hanya sekedar sensasi atau mendongkrak popularitas. Beberapa kasus yang terjadi menjelang akhir 2009 lalu, seperti umur pernikahan Aldi Taher dan Dewi Persik yang hanya seumur jagung, atau yang terakhir adalah pasangan yang selalu kelihatan kompak (Anang – KD) akhirnya harus pisah ranjang, bahkan pisah rumah.

Tak ada lagi pemikiran bahwa perkawinan itu hal yang saklar….eh, sakral. Tak ada lagi tercium wangi kesucian di sana. Janji suci telah ternodai. Saling mengerti tak ada lagi. Walaupun tak sedikit yang berpendapat bahwa kawinnya cuma sekedar ‘mencicipi’ si pasangan, setelah itu bisa aja cari alasan untuk bercerai. Sebut saja pernikahan Aldi Taher tadi, atau Glenn Fredly yang hanya berumur beberapa bulan saja. Ada juga yang karena ‘sudah terlanjur’, maka kawin saja lah dulu sampai tu bocah keluar. Lalu bercerai deh…

Akibatnya, bagi saya pribadi, saya tak lagi respect pada seleb-seleb yang kawin-cerai itu. Dulu saya penggemar Ikke Nurjanah, Ariel Piterpen, atau Anang. Setelah ada kasus-kasus mereka masuk pengadilan agama, jadi males lagi denger kabar-kabar dari mereka. Hilang rasa respect saya sama mereka. Setidaknya mereka mikir, mereka mau tak mau sudah jadi panutan, atau paling tidak masyarakat ada juga yang meniru mereka. Jadi kalau mereka saja kawin-cerai, apa ndak tambah rusak masyarakat dibuatnya.
Allah sangat membeci perbuatan satu ini (cerai), terkecuali ada sebab yang membolehkan hal itu terjadi, meskipun tetap saja Allah tidak akan suka. Misalnya, istri tak bisa lagi menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri, maka dibolehkan menceraikannya atau memadunya. Tentu atas seizin kedua belah pihak pula. Di sini sangat diperlukan sebuah pengertian yang sungguh besar dari masing-masing suami istri.

Semoga Allah membukakan pintu hati kita. Dan lebih-lebih lagi untuk mengerti apa yang diinginkan Allah, serta apa yang Allah tidak mau. Agar hidup kita berkah dunia akhirat.

14 thoughts on “Kawin-cerai kok rasanya nikmat ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s