Berputus asa dari rahmat Allah


Kenapa engkau takut memiliki anak? Bukankah Allah telah menjamin rizki setiap makhluk di muka bumi dan di alam semesta ini. Bukan hanya manusia, bahkan makhluk-makhluk melata yang tersebar di segala penjuru angkasa raya adalah kehendak Allah.

6. dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS 29 :23)

Apakah kamu masih juga ragu dengan jaminan Allah ini? Anakmu bukan tanggunganmu, Allah-lah yang memberi makan melalui usaha yang kamu lakukan. Bukan berarti banyak anak banyak rezeki, lantas menjual anak-anak ini. Menjual secara denotatif yaitu menjual fisik si anak (yang diperhalus menjadi semacam adopsi), namun secara konotatif dapat diartikan menjual masa anak-anak mereka untuk bisa menghidupi orang tuanya. Bukankah hal ini justru terbalik?

Mungkin hal ini berlaku jika kita hidup seribu tahun lalu ketika alam belum terang benderang, ketika nabi Muhammad belum menyulut obor ilmu yang tersembunyi di otak-otak bebal manusia. Sekarang, mendapat pendidikan juga hak anak, bermain adalah hak anak, karena itulah masa-masa yang harus mereka miliki ketika kecil, sambil diajarkan bagaimana nantinya menghadapi dunia yang semakin menelan usianya tanpa harus meningglkan cicilan tabungan akhiratnya.

Belum beberapa lama, kembali heboh kabar beragam transaksi penjualan anak. Atau anak yang ditinggalkan di teras rumah orang (karena dia hanya mau enaknya, tapi nggak mau anaknya). Mereka yang khawatir anaknya tak dapat hidup karena miskin, atau khawatir bahwa si anak akan membawa sial karena tak diharapkan kehadirannya.

Mereka yang hidup miskin dan berputus asa dari rahmat Allah, hnaya akan mengeluhkan anak-anaknya yang selalu bertambah, sedangkan kemiskinan membelit perut mereka, memaksa mereka akhirnya harus menjual anak-anaknya, baik dalam arti fisik atau psikis anak. Tak hadir dalam sorotan kamera pun praktik seperti ini sudah lazim terjadi, terutama terjadi di negara yang notabene termasuk dalam rentang garis kemiskinan – negara berkembang. Bahkan tak jarang di negara maju bisa kita temui hal-hal seperti itu.

Padahal Allah telah memberikan peringatan bagi hamba-hamba-Nya yang berpikir, bahwa Allah telah menjamin semua rizki setiap makhluk. Janganlah takut dan berputus asa dari rahmat Allah. Bagi umat-umat yang meyakini perjumpaannya dengan Tuhannya tentu akan tawakkal dan senantiasa bersyukur serta memohon kepada Allah.

23. dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan Pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.

Kemanakah selama ini hati kita berkiblat? Apakah dunia tempat kita singgah ini begitu menggiurkan dan melenakan kita untuk memikirkan asal kita. Kita dari tiada dan akan kembali menjadi tiada, ruh-ruh kita akan dikrmbalikan di tempatnya masing-masing di akhirat. Ruh itu ibarat seorang utusan yagn diturunkan ke bumi untuk sementara, apa yang telah ia lakukan dan ia usahakn di dunia akan dipertanggungjawabkan di depan mahkamah Allah.

145. sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur

Sebagai hamba yang berpikir, hendaknya ini menjadi acuan hidup karena peringatan ini telah jauh-jauh Allah sampaikan melalui baginda Nabi saw. Telah diturunkan-Nya kitab penyempurna sebagai ‘buku pedoman untuk hidup bahagia dunia dan akhirat’. Tetapi banyak dari kita yang lengah karena bujuk rayu syaithan agar mencintai dunia, akhirat itu tak pasti. Sungguh, jika kita mau untuk sedikit menyisakan waktu untuk membaca buku pedoman ini, maka insyaAllah hidup kita bisa tenang tanpa takut kehilangan akhirat dalam memperjuangkan dunia.

Berputus asa bukanlah jalan hidup seorang mukmin. Orang mukmin tentu telah yakin dengan jaminan yang Allah berikan, dia yakin Allah telah mengatur semua ini, dan dia yakin Allah selalu ada di hati hamba-hamba yang bersyukur dan bersabar. Itulah jalan hidup mukmin sejati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s