semut #3

January 9, 2009
Pui si semut sedang berjalan-jalan setelah jenuh dan penat menghampirinya seharian ini. Lelah mencari makan. Tanpa sengaja dia kembali memasuki ruangan milik seseorang yang sama tiga minggu lalu. Seseorang dengan benda putih keras membungkus kaki kanannya. Pui pernah merayap sebentar di sana ketika yang punya kaki sedang tidur pulas dan merasakan betapa kerasnya selubung itu. Tetapi dia tidak tertarik untuk melongok ke dalam selubung itu meskipun tercium aroma yang mengundang penasarannya. Bayangan teman-temannya yang mati sia-sia karena memasuki selubung itu kembali hadir. Dia bersegera meninggalkan benda putih padat yang aneh itu, mencari perlindungan dalam sarang nyaman, bergabung kembali dengan teman-temannya yang lain.
Pui melihat manusia itu sedang bersandar di dinding kamarnya. Dia mendengar sedikit percakapan sendiri manusia itu. Manusia itu mengatakan bahwa semut-semut yang telah memasuki selubungnya itu membuatnya jengkel karena selain gigitan itu membuat sakit, dia juga harus menahan nyeri saat mencoba menggerak-gerakkan jarinya mengusik semut yang sedang menggigitnya itu. Lalu karena kesal dia membunuh beberapa semut yang keluar dari selubung itu. Tapi manusia itu lalu berkata bahwa semut itu tak sedikit pula yang memberi andil dalam proses penyembuhan lukanya. Karena dia menggerak-gerakkan jarinya berkali-kali oleh ulah semut itu, otot-otot di sekitar lukanya kembali aktif dan mempercepat kembalinya posisi tulang jari itu di kakinya. Dia sebenarnya sedikit menyesal, tapi dia juga tak ingin mengambil risiko lukanya akan terinfeksi karena gerayangan dan gigitan semut-semut itu. Dia hanya menyadari bahwa tak selamanya kakinya itu akan dia biarkan tanpa gerakan yang berarti, tapi melakukan gerakan-gerakan yang konsisten pada waktu tertentu dapat membantu pemulihan jari-jari kakinya itu. Disamping telah kesal kepada semut-semut itu, menusia itu juga terdengar mengucapkan terima kasih. Sayang semut-semut itu tak bisa mendengar karena sudah lebih dulu mati. Biarlah Pui sendiri yang akan menyampaikan itu untuk teman-temannya, paling tidak dia bisa mewakilinya dari golongan semut yang mendapat ucapan terima kasih sore itu. Dia lalu melenggang meneruskan jalan-jalan yang sempat terhenti. Lalu beringsut pulang ke sarangnya untuk segera menyambut malam yang datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s