rembulan tersenyum

Malam tadi rembulan tersenyum dengan bibir sabitnya yang indah. Matanya adalah dua buah planet yang bersinar terang. Dia begitu tampak bahagia. Perlahan merangkak naik seiring malam yang makin larut, kemudian perlahan menghilang ditelan kabut malam…
Malam ini begitu dingin, menggigil aku dibuatnya… ternyata itu sebuah pertanda alam. Pagi ini aku bangun dan mendapati rumput-rumput basah disirami rinai hujan yang lebat merintik. Aku tertegun, akankah setiap dingin dan mendung harus berarti hujan? Tidak bisakah dia hanya meneduhi hatiku yang sedang galau ini?
Aku bertanya…bertanya sepanjang jalan yang kulalui saat mengantar putri dan ovin sekolah. Aku bertanya pada pak polisi yang dengan setia mengatur lalu lintas, menertibkan pengendara yang terkadang seenaknya menganggap jalan itu punya nenek moyangnya.
Aku merenung lagi di depan layar monitor 14″ ini… masih memikirkan senyum sang rembulan yang terasa menyisakan sebuah tanda tanya besar dalam benakku…senyumnya menyimpan seribu misteri yang tak sanggup aku pecahkan sendiri…aku butuh teman agar aku bisa bercerita kepadanya, lalu meminta pendapatnya, hingga mungkin aku akan mengikuti kata-katanya… hhh, sebuah persahabatan…
Mungkin benar sang rembulan sedang menggodaku, tapi aku tak tahu… biar bintangku datang membantuku mengeja malam itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s