auch…

januari 12, 2009
Pagi tadi kali kedua aku mengganti pembalut buat lukaku. Aku buka perban yang lama dan melihat kondisi luka itu, sama saja, masih ada sedikit onggokan darah beku dan di bawahnya masih basah. Aku penasaran lalu kutelusuri sambil kubuka sedikit demi sedikit darah beku itu sambil agak meringis. Ternyata masih ada bagian benang yang belum diangkat dari sana, itu pula mungkin yang bikin lukaku tak kunjung kering. Kuangkat dan kebersihkan kulit mati di sekitarnya. Aku melongok ke bagian bawah jari manis masih menempel disana sebuah jahitan yang belum lepas. Dialah yang menyebabkan nyeri saat aku mencoba menggerakkan jari manisku. Ku telusuri lagi dan berinisiatif untuk melepas sendiri benang itu. Dengan penuh kenekatan dan sedikit keringat dingin aku memutusnya, namun tak juga bisa diangkat karena menyatu dengan kulit yang mati. Auch…sakitnya bukan kepalang… tiga butir keringat sebesar biji jagung di dahiku…(he he kayak iwa k)… lalu berpikir sejenak mencari celah untuk mengeluarkan benda hitam itu. Lalu dengan penuh kesabaran lagi aku kikis sedikit demi sedikit kulit mati itu, dan di ujung usaha yang ku anggap sia-sia dia dapat terangkat dengan sedikit memejam mata. Lagi-lagi auch…
Kupandang-pandang lagi. Sudah saatnya kembali memasang pembalut. Aku pikir luka itu akan cepat kering. Dan ternyata setelah benda hitam itu terangkat dari kesakitan itu, tak terasa nyeri lagi saat menggerak-gerakkan jari manis yang sekarang agak gede dan sedikit menghitam itu. Hhh… kok gini jadinya…. Apalagi saat melihat kondisi jempol yang plontos tanpa kuku itu… hyaaaa t_t

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s