Menuju Indonesia Maju (ke Depan) #MelawanHoax

Salah satu tantangan terbesar untuk menuju Indonesia maju adalah keberanian untuk melangkah. Melangkah tentu saja ke depan, bukan ke samping, serong, atau bahkan mundur ke belakang. Dan Indonesia menyongsong harapan itu, berharap bisa maju ke depan, menjajari Negara lain yang sudah lebih dulu melaju.

Dalam upaya membuat sebuah langkah untuk maju adalah membangun budaya karakter bangsa. Hal ini yang rupanya menjadi dasar terlaksananya sebuah diskusi hangat (meskipun dilingkupi dinginnya AC) di sebuah ruangan nyaman di Hotel Amaris Bengkulu.

Semenjak merebak akhir-akhir ini, Baca lebih lanjut

Iklan

Berlayar di Musim Yang Baik

(JPEG Image, 299 × 168 pixels).jpg

Sudah beberapa hari ini, lagu terbaru dari band legendaris Jogjakarta, Sheila on 7, wira-wiri di jagad media, baik itu media televisi, internet, dan bahkan radio. Lagu barunya berjudul Film Favorit.

Ternyata, setelah Menentukan Arah, kemudian memberanikan diri Berlayar di Musim Yang Baik, akhirnya Sheila On 7 benar-benar memakai angka 507 sebagai wahana untuk mereka mengarungi lautan musik Indonesia, meyakinkan diri mampu berlayar sendiri setelah lepas dari bayang-bayang Sony Music Entertaintment Indonesia.

Sekilas, ketika pertama kali saya dengar lagu ini, energinya sama seperti Baca lebih lanjut

Aku Bahkan Menggubah Puisi Gubahan yang Digubah (secara tidak sopan) oleh Orang Lain

IBU BUMI INDONESIA

Aku sedikit tahu syariat Islam

Yang kutahu cadar adalah hak bagi para muslimah

Yang kalau dilihat-lihat, akan membuat adem hatimu yang membara

Rambut yang tertutup lagi tersembunyi

Adalah cahaya surga, menyatu dengan kodrat wanita sejak pertama kali ada

Mampu menundukkan mata yang jelalatan

Dari laki-laki yang kegatalan jelatangan

Baca lebih lanjut

Kanker dan Pembangkangan Sel

Kanker menggeser posisi penyakit jantung sebagai pembunuh nomor satu di dunia dan menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh penduduk dunia. Setidaknya, setiap hari ada 20 orang meninggal disebabkan oleh kanker. Pada penderita, kanker paru-paru menjadi penyebab kematian utama bagi para pria dan kanker serviks menjadi  pembunuh nomor satu bagi para wanita.

Biasanya, sel kanker ini muncul dikarenakan oleh kebiasaan buruk yang dilakukan sehingga mampu memicu aktifnya sel kanker. Semisal kebiasaan merokok yang tak hanya akan merusak diri sendiri, namun juga orang lain. Oleh karena itu, bukan hanya sekadar slogan jika dalam bungkus rokok kita bisa mendapati kalimat ‚ÄúMerokok membunuhmu‚ÄĚ. Namun solgan ini tak lantas tampak menakutkan bagi para pecandunya, justru terdengar amat romantis dan menggiurkan.

Sel kanker bekerja amat perlahan Baca lebih lanjut

Hidup dalam Rangkaian Tasbih

tasbih

Berawal dan berakhir di titik yang sama

Bukan Tasbih jika hanya satu saja

Bukan Hidup, jika hanya satu rasa

Kehidupan akan serasa sempurna

Jika rangkaian itu terlewati sempurna

 

 

Tasbih sudah tak asing lagi bagi sebagian penganut agama Islam. Di mana-mana dapat dengan mudah ditemui orang Islam membawa tasbih, entah sekadar saja atau memang menggunakannya untuk berzikir. Bahkan tasbih menjadi semacam oleh-oleh wajib bagi orang yang ingin pulang selepas menunaikan ibadah haji.

Tak ada yang tahu pasti asal usul tasbih. Benda ini sudah dikenal secara umum jauh sebelum datangnya Islam. Di Timur tengah, Baca lebih lanjut

Cahaya Mata, Cahaya di Malam yang Agung: Khaylila

Saat rembulan lingsir di ujung malam

Meninggalkan sebentuk pijar fajar semburat seperti ekor srigala

Saat kau membuka matamu; untuk pertama kali

Mengisi dunia bagai sejuta impian berkelebat di kepalaku

Saat fajar hampir sempurna menampakkan indahnya

Tangismu memecah pagi

Sempurna setelah panggilan adzan mendengung di telingaku

Sekian waktu ku berjaga: gelisah menantikanmu

Segarnya air membasuh mukaku, kaupun merasakannya pada basuhan pertamamu

Sesempurna Tuhan mengatur waktumu agar mampu merasakannya

Awal dari sebuah hidup: lukisan pagi

Wahai cahaya mataku

Itu adalah sorot matanya

Mata seseorang yang telah rela sepenuh hati bersimbah peluh dan darah

Hanya untuk keindahan matamu

Dia yang telah rela memutuskan hidup denganku

Sebagai kelana yang menyusur dunia

Meninggalkan manis keegoisan hati merengkuh alam sendiri

Menyelaraskan ingin

Cahaya itu…

Cahaya matamu dan indah bibir ibumu

Aku merinduimu… Setiap waktu

(Padang, 28 Mei 2008)

Ini adalah puisi yang pernah saya buat ketika Baca lebih lanjut

Belum Terhenti

Setan itu bernama engkau, wahai

Diriku sendiri

Tersiksa prasangka bisu

Berharap

Bahwa cinta mau mengerti

Bukan cinta itu engkau, wahai

Diriku sendiri

Merelakan diri sepi

Tak berdaya

Terlindas perasaan tak kunjung mati

Bukan engkau setan itu, wahai

Pemilik hati

Pergilah, pergi

Jemput hari-hari tersembunyi

Dalam dunia tanpa tepi

Kelak, tersenyumlah

Engkau tidak pernah salah lagi

Cinta ini tak lagi tuli